Menuju konten utama

Penyebab IHSG Anjlok Kemarin & Apakah Hari Ini Membaik?

IHSG dilaporkan anjlok pada Kamis (11/12/2025) lalu dan menguat Jumat (12/12/2025) pagi. Ketahui penyebab dan kondisi IHSG hari ini beserta prediksinya.

Penyebab IHSG Anjlok Kemarin & Apakah Hari Ini Membaik?
Seorang karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/6). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan anjlok menjelang penutupan pada Kamis (11/12/2025) sore. Ketahui penyebab IHSG anjlok dan nilai IHSG hari ini, Jumat, 12 Desember 2025.

IHSG kemarin terjun bebas di zona merah dengan koreksi tajam sebesar 1,37 persen ke level 8.581,94 sekitar pukul 15.00 WIB. Sebanyak 547 saham turun, 187 naik, dan 223 tidak bergerak.

Menjelang akhir sesi 2 ini kondisi IHSG berbanding terbalik dengan kondisi pembukaan pasar pada pagi harinya. Pada sesi 1, IHSG telah menunjukkan tren penguatan meski menutup pasar dengan penurunan 0,3 persen.

Lalu, apa penyebab anjloknya nilai saham IHSG pada Kamis, 11 Desember 2025? Simak penjelasannya beserta kondisi IHSG hari ini.

Penyebab IHSG Anjlok 11 Desember 2025

Penyebab utama anjloknya IHSG ini disebabkan oleh saham-saham perbankan yang merosot signifikan. Saham bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI dilaporkan turun sebanyak 1 hingga 2 persen.

Selain itu, ambruknya IHSG juga dipicu rontoknya saham-saham blue chip yang memiliki bobot (weighting) jumbo. Menurut data perdagangan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemberat utama (top laggard) yang menyeret indeks turun paling dalam dengan kontribusi -13,23 poin ke level Rp3.520.

Kemudian, posisi kedua diduduki perbankan swasta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang juga menggerus indeks sebesar -11,82 poin ke level Rp7.975.

Di samping itu, tekanan jual asing terasa sangat deras di sektor perbankan pelat merah atau BUMN. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), misalnya, mencatat aksi jual bersih (net sell) asing mencapai Rp448 miliar. Ini memaksa sahamnya anjlok 1,91 persen dan membebani indeks sebesar -9,89 poin.

Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menyumbang penurunan indeks sebesar -7,51 poin. Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) berkontribusi pada penurunan sebesar -10,73 poin.

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), secara tak terduga, masuk dalam jajaran laggard utama dengan kontribusi penurunan sebesar -9,23 poin. Grup Barito, yakni BREN dan BRPT juga memerah. Saham teknologi GOTO tampil melemah dengan penurunan -4,14 poin.

Tak hanya itu, secara sektoral, kepanikan pasar tampak dari ditinggalkannya saham-saham secara defensif. Tercatat kinerja terburuk hari ini dalam sektor Consumer Non-Cyclicals (Barang Konsumen Primer) yakni ambruk sebanyak -2,35 persen.

Kemudian, pelemahan tersebut diikuti oleh sektor teknologi yang terkoreksi -1,82 persen. Sektor properti & real estate juga turun sebanyak -1,75 persen.

Di deretan saham lapis kedua, volatilitas tinggi menghantam PT Sentul City Tbk (BKSL) yang anjlok sebanyak 11,76 persen hingga menyentuh level Rp150 per saham.

Masih berlanjut, tekanan jual juga menghantam sektor kesehatan yang minus -1,56 persen. Lalu, sektor perindustrian dan keuangan juga sama-sama menurun sebesar -1,47 persen, sedangkan sektor utilitas melemah -1,24 persen.

Pada akhirnya, tekanan pada saham jumbo perbankan serta ambruknya sektor konsumen ini menjadi kombinasi yang merupakan sinyal kuat. Pelaku pasar, dengan demikian, sedang melakukan aksi risk-off besar-besaran.

Apakah Hari Ini Saham IHSG Membaik?

Pagi hari ini, Jumat, 12 Desember 2025, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada 10,55 poin atau 0,12 persen ke posisi 8.631,03. Setelah kemarin berada di angka 8.581,94, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 8.570-8.700.

Dilansir dari Antara (12/12/2025), kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik sebanyak 0,94 poin atau 0,11 persen ke posisi 848,03. Kendati begitu, IHSG berpotensi bergerak melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang akhir pekan.

“Diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level support di 8.550-8.600,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, dikutip dari Antara (12/12/2025).

Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait IHSG dapat mengakses tautan berikut ini.

Link Artikel IHSG

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat