tirto.id - Badan Pertahanan AS, Pentagon, untuk pertama kalinya membuka akses publik terhadap kumpulan dokumen rahasia terkait penampakan objek terbang tak dikenal (UFO). Puluhan berkas yang dirilis pada Jumat waktu Amerika Serikat itu mencakup laporan dari misi antariksa era 1960-an hingga 1970-an.
Salah satu sorotan paling menarik datang dari para astronot misi Apollo yang mendeskripsikan kilatan cahaya misterius di luar angkasa. Alan Bean, astronot Apollo 12 yang berjalan di Bulan pada 1969, melaporkan melihat partikel-partikel dan kilatan cahaya "melayang di angkasa" selama misi berlangsung, dikutip dari BBC, Sabtu (9/5/2026). Ia menyebut partikel itu tampak seperti "keluar dari Bulan".
Selain itu, dua astronot Apollo 17 pada 1972 juga mengaku melihat cahaya berkedip saat berada di dalam pesawat. "Seperti perayaan 4 Juli di luar sana!" ujar astronot Jack Schmitt sebagaimana tertuang dalam transkrip yang dikutip BBC.

Kendati demikian, mereka menambahkan kemungkinan cahaya tersebut hanyalah pantulan dari serpihan es. Sementara itu, Buzz Aldrin, tokoh legendaris dari misi Apollo 11, dalam wawancara pada 1969 juga mengaku melihat kilatan cahaya.
“Saya mengamati apa yang tampak sebagai sumber cahaya yang cukup terang yang untuk sementara kami duga sebagai kemungkinan laser,” katanya.
Dokumen lain mencatat laporan lebih awal dari misi Gemini 7 pada 1965. Rekaman audio menangkap komunikasi astronot Frank Borman dengan pusat kendali NASA, saat ia melaporkan "bogey" (objek tak dikenal) dan "triliunan partikel kecil" di sisi kiri pesawat ruang angkasa.
Ratusan berkas yang dideklasifikasi atas arahan Presiden Donald Trump ini dapat diakses melalui situs Departemen Pertahanan AS. Trump sebelumnya menyatakan akan merilis dokumen tersebut karena tingginya minat publik.
Pada bulan yang sama, ia memerintahkan Pentagon membuka arsip yang "terkait dengan kehidupan alien dan luar angkasa, fenomena udara tak dikenal (UAP), serta UFO."
Publik AS memang kembali menunjukkan ketertarikan tinggi pada kehidupan luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir. Kongres bahkan menggelar sidang pertama tentang UFO dalam setengah abad pada 2022, dengan militer AS berjanji akan lebih transparan.

Rilis dokumen ini terjadi setelah mantan Presiden Barack Obama memicu perbincangan saat mengatakan alien itu "nyata, tetapi saya belum melihatnya." Obama kemudian mengklarifikasi bahwa secara statistik kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi sangat besar, namun ia tidak menemukan "bukti apa pun" selama menjabat.
Selain laporan astronot, dokumen tersebut juga memuat puluhan klaim warga sipil. Seorang pria mengaku kepada FBI pada 1957 melihat kendaraan bundar raksasa muncul dari dalam tanah. Wawancara lain pada 2023 mencatat laporan warga AS tentang objek logam melayang yang terbentuk dari cahaya terang.
Militer AS juga menyertakan rekaman video dari Timur Tengah pada 2022, termasuk klip dari Irak, Suriah, dan Uni Emirat Arab yang menunjukkan apa yang disebut Pentagon sebagai "fenomena anomali tak dikenal yang belum terpecahkan." Salah satu cuplikan dari lokasi rahasia di Timur Tengah menangkap objek oval melesat yang diduga sebagai "kemungkinan rudal."
Anggota Kongres Tim Burchett dari Tennessee menyebut rilis ini sebagai "awal yang bagus" di media sosial X. Rekan sejawatnya, Anna Paulina Luna dari Florida, juga mengapresiasi langkah tersebut sebagai "langkah pertama yang besar ke arah yang benar."
Namun, mantan anggota Kongres Marjorie Taylor Greene justru menilai langkah itu mengalihkan perhatian dari isu mendesak seperti harga kebutuhan pokok dan perang di Iran. "Saya sangat muak dengan propaganda 'lihatlah benda berkilau ini'," tulis Greene di X.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id































