Menuju konten utama

Penjualan Mobil dalam Negeri Lesu, Ekspor Justru Naik 7 Persen

Penjualan mobil semester I-2025 mencapai 390.467 unit atau turun 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar 432.453 unit.

Penjualan Mobil dalam Negeri Lesu, Ekspor Justru Naik 7 Persen
Petugas berjalan di antara mobil-mobil yang siap diekspor di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pd.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Industri otomotif Indonesia masih bergeliat di tengah tantangan global. Meski pasar domestik menghadapi tekanan, ekspor kendaraan pada paruh pertama 2025 tumbuh 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, dalam pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, di ICE BSD, Kamis (24/7/2025).

“Kinerja ekspor kendaraan Indonesia terus mencatat pertumbuhan yang positif pada tahun 2024. Ekspor hampir mencapai 500 ribu unit dan hingga pertengahan tahun 2025 telah meningkat sebesar 7 persen,” katanya.

Yohannes mengungkapkan, lebih dari 90 negara menjadi tujuan ekspor, termasuk pasar maju seperti Jepang. Ekspor komponen otomotif juga mengalami lonjakan signifikan, memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan global.

Yohannes mengakui, industri otomotif nasional memang mengalami pasang surut. Namun, optimisme tetap tinggi, terlihat dari realisasi investasi sektor otomotif yang mencapai lebih dari Rp150 triliun pada periode 2020-2024.

“Catatan ini menunjukkan kepercayaan yang besar dari pelaku industri global terhadap potensi pasar Indonesia serta kesejahteraan ekosistem otomotif nasional untuk terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, pameran GIIAS 2025, yang digelar dengan tema "Empowering the Future", menjadi bukti ketahanan industri otomotif nasional. Sebanyak 44 merek otomotif global dan 17 merek sepeda motor turut serta, termasuk dari Jepang, Korea, Tiongkok, AS, dan Eropa.

Pameran ini tidak hanya memamerkan kendaraan terbaru, tetapi juga inovasi teknologi hijau seperti elektrifikasi, pengembangan baterai, dan kendaraan hidrogen sebagai bagian dari komitmen mendukung net zero emission.

"Industri otomotif Indonesia mempekerjakan lebih dari 1,6 juta tenaga kerja. Kami yakin, dengan sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, Indonesia akan tetap menjadi pemain kunci di kancah global," tutur Yohannes.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang hadir membuka acara, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Pemerintah berkomitmen mendukung iklim investasi yang stabil agar industri otomotif tetap menjadi penopang ekonomi nasional.

Dengan pertumbuhan ekspor yang terjaga dan inovasi terus dikembangkan, industri otomotif Indonesia berpeluang mencatatkan kinerja lebih baik di sisa 2025.

“Tentu GIIAS kali ini akan memegang peranan penting sebagai platform strategis dalam membentuk ekosistem mobilitas masa depan yang berkelanjutan, terkoneksi, bertenaga listrik, dan juga yang cerdas, smart mobility,” ucap Agus.

Berdasarkan data Gaikindo penjualan mobil pada Juni 2025 sebanyak 61.647 unit atau naik 0,5 persen dari 61.307 unit pada Mei 2025. Meskipun secara bulanan naik, penjualan pada periode itu lebih sedikit dibandingkan Juni 2024 yang sebesar 70.290 unit.

Sedangkan, penjualan semester I-2025 mencapai 390.467 unit atau turun 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar 432.453 unit.

Baca juga artikel terkait GAIKINDO atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra