Menuju konten utama

Penjelasan KCIC Bongkar Pier di Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

KCIC memberikan penjelasan terkait keputusannya untuk membongkar sebuah pilar kereta cepat Jakarta-Bandung.

Penjelasan KCIC Bongkar Pier di Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung
Foto udara pembangunan jembatan pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (27/11/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi.

tirto.id - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) memberikan penjelasan terkait keputusannya untuk membongkar sebuah pilar kereta cepat Jakarta-Bandung. Pembongkaran dilakukan usai adanya kasus pier ambruk dan menimpa salah satu ekskavator, kejadian tersebut sempat terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

"PT KCIC tidak menolerir adanya kesalahan kontruksi yang melebihi dari toleransi yang dipersyaratkan," jelas Presiden Director PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, dalam keterangan resmi, yang diterima Tirto, Kamis (9/12/2021)

Dwiyana menjelaskan, pembongkaran dilakukan usai Tim Quality PT KCIC dan Konsultan Supervisi CDJO menemukan pergeseran alignment pekerjaan pier (pilar) di DK46 dan menginstruksikan kontraktor melakukan rework dan membongkarnya untuk dibangun kembali sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan.

SOP Engineering terkait dengan pembongkaran pier untuk rework sudah ditetapkan termasuk aspek keselamatan kontruksinya. Namun berdasarkan hasil investigasi yang sudah dilakukan oleh KCIC didapatkan bahwa kontraktor melanggar SOP tersebut sehingga timbul kejadian seperti yang ada di dalam video.

Pasca kejadian pembongkaran pier KCJB di DK46, Teluk Jambe, Kabupaten Karawang yang dilakukan tanpa SOP Kontruksi yang benar sehingga menimpa ekskavator (5/12/2021), PT KCIC langsung memanggil, melakukan investigasi dan memberikan teguran langsung kepada kontraktor terkait agar kejadian serupa tidak terulang.

“Betul adanya bahwa saat dilakukan pekerjaan Rework pembongkaran pier, Kontraktor lalai dalam melaksanakan SOP sehingga pier menimpa ekskavator yang digunakan. Kami langsung memanggil kontraktor dan memberikan teguran agar semua pekerjaan dilakukan dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh Tim Engineering dan SSHE sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi,” jelas Dwiyana.

Dwiyana menambahkan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Operator yang menjalankan ekskavator berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum reruntuhan menimpa,” tambahnya.

Saat ini, Dwiyana menegaskan tim Kontruksi dan SSHE PT KCIC sedang melakukan investigasi mendalam terkait kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan semua pihak yang bekerja pada proyek KCJB agar lebih memperhatikan SOP Konstruksi sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Hasil dari investigasi tersebut akan langsung dilaporkan kepada tim KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan, dan Terowongan Jalan) dan K2K (Komite Keselamatan Konstruksi) Kementerian PUPR.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi kami. Investigasi mendalam langsung dilakukan dan tinggal menunggu hasilnya. Kami juga langsung berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan proyek KCJB untuk lebih memperhatikan keselamatan kerja dan melaksanakan SOP sebaik mungkin,” kata dia.

Sertifikasi desain dan fungsional Pier KCJB dilakukan oleh Tim KKJTJ Kementerian PUPR termasuk didalamnya Tunnel dan Jembatan, untuk memastikan kelayakan design dan fungsi sesuai standard yang berlaku. Usia teknis kontruksi KCJB didesain untuk umur kontruksi 100 tahun.

Baca juga artikel terkait PROYEK KERETA CEPAT atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri