Menuju konten utama

Pengertian Tembang Sinom, Watak, dan Contoh Lirik

Tembang Macapat Sinom memiliki 9 baris dalam setiap baitnya. Simak penjelasan mengenai paugeran tembang Sinom dan contoh-contoh liriknya.

Pengertian Tembang Sinom, Watak, dan Contoh Lirik
Ilustrasi melantunkan tembang Macapat. Tembang Macapat Sinom memiliki watak senang, gembira, dan lincah. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama.

tirto.id - Tembang Sinom merupakan salah satu dari 11 tembang Macapat. Apa arti tembang Sinom dan kaidah penulisan liriknya?

Tembang Macapat berkembang di wilayah Jawa Tengah. Nama-nama tembang Macapat terdiri dari Pangkur, maskumambang, Sinom, Asmaradana, Dandanggula, Durma, Mijil, Kinanti, Gambuh, Pucung, dan Megatruh.

Salah satu keunikan tambang Macapat yaitu memiliki kaidah penulisan lirik masing-masing. Kaidah tersebut membuat lirik setiap tembang menjadi khas, termasuk pada tembang Macapat Sinom. Materi dalam lirik tembang Macapat umumnya tentang perjalanan hidup manusia dari lahir hingga mati.

Apa Itu Tembang Sinom?

Dalam bahasa Jawa, kata “sinom” bermakna pucuk daun yang baru tumbuh dan bersemi. Orang Jawa menggambarkan watake tembang sinom yaiku gembira, senang, dan lincah.

Dari penggambaran watak, maka makna tembang Sinom memiliki lirik mengenai fase manusia yang sedang tumbuh dan beranjak dewasa. Manusia sedang berada di masa pubertas, yaitu anak mengalami perubahan fisik dan pematangan fungsi-fungsi seksual.

Pada fase ini pula, seorang anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ia berusaha keluar dari zona nyamannya dan mencari jati diri sebenarnya.

Paugeran Tembang Sinom

Paugeran identik dengan tembang macapat. Paugeran adalah aturan penulisan tembang macapat yang mengikuti kaidah tertentu. Dalam paugeran terdapat guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.

Guru gatra menunjukkan jumlah baris dalam setiap bait. Guru wilangan adalah jumlah suku kata dalam setiap baris. Adapun guru lagu yaitu suara vokal di akhir setiap baris.

1. Guru gatra tembang Sinom

Tembang Sinom bahasa Jawa mempunyai sebanyak 9 guru gatra. Tembung Sinom tersebut dibuat dalam 9 baris pada setiap bait yang dimiliki.

2. Guru lagu tembang Sinom

Tembang Sinom mempunyai guru lagu yang terdiri dari a, i, a, i, i, u, a, i, a. Jumlahnya ada 9 mengikuti guru gatra. Pada susunan guru lagu tersebut, akhir baris pertama memiliki vokal "a", baris kedua "i", baris ketiga "a", dan seterusnya sampai ke baris 9 dengan vokal "a".

3. Guru wilangan tembang Sinom

Tembang Sinom mempunyai guru wilangan yang terdiri 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12. Maksudnya yaitu baris pertama terdiri dari 8 suku kata, baris kedua 8 suku kata, dan seterusnya sampai di baris 9 dengan 12 suku kata.

Contoh Tembang Macapat Sinom Bahasa Jawa

Tembang Sinom lirik yang digunakan bahasa Jawa. Contoh tembang Sinom dibuat dengan memperhatikan pakem paugeran. Berikut contoh tembang sinom 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a:

1. Contoh tembang Macapat Sinom 1

Dasar karoban pawarta

Bebaratan udan lamis

Pinudya dadya pangarsa

Wekasan malah kawuri

Yen pinikir sayekti

Mundhak apa aneng ngayun

Andhedher kaluputan

Siniraman banyu lali

Lamun tuwuh dadi kekembanging beka

Artinya:

Dasar hanya mendengar berita

Ibaratnya hanya kabar dimulut

Akan ditempatkan sebagai pejabat

Akhirnya malah ketipu

Kalau dipikir dengan benar

Apa gunanya menjadi pemimpin

Hanya membuat kesalahan

Disiram hati yang lupa diri

Hanya akan menjadi buah bibir belaka

2. Contoh tembang Sinom 2

Hamenangi jaman edan

Ewuh haya ing pambudi

Melu ngedan nora tahan

Yen tan melu hanglakoni

Nora keduman melik

Kaliren wekasanipun

Dilalah kersa Allah

Begja-begjane kang lali

Luwih begja kang eling lawan waspada

Artinya:

Menjumpai zaman gila

Sukar dalam menentukan pilihan

lkut gila namun tidaklah tahan

Kalau tidak ikut-ikuta melakukannya

Tidak akan mendapatkan jatah atau bagian apa-apa

Yang terjadi setelahnya adalah kelaparan

Namun, untungnya atas kehendak Allah

Seberapa besar beruntungnya orang yang lupa

Masih akan lebih beruntung orang yang senantiasa ingat dan waspada

3. Contoh tembang Sinom 3

Mangkya darajating praja

Kawuryan wus sunyaruri

Rurah pangrehing ukara

Karana tanpa palupi

Atilar silastuti

Sujana sarjana kelu

Kalulun kala tidha

Tidhem tandhaning dumasi

Ardayengrat dene karoban rubeda

Artinya:

Keadaan negara di saat-saat seperti sekarang

Sudah semakin jauh mengalami kemunduran

Banyak kata-kata yang tanpa makna

Karena memang sudah tidak ada yang dapat diteladani

Banyak orang yang telah meninggalkan aturan yang baik

Orang cerdik/pandai terbawa arus kalatida

Suasana zaman yang penuh dengan kecemasan merupakan tandanya

Karena dunia penuh dengan gangguan serta ketidakpastian

4. Contoh tembang Sinom 4

Ketatengi tangis sira

Sira sang paramengkawi

Kawileting tyas duhkita

Kataman ing reh wirangi

Dening upaya sandi

Sumaruna anerawung

Mangimur manuhara

Met pamrih melik pakoleh

Temah suka ing karsa tanpa wiweka

Artinya:

Ketika hati menangis

Dia adalah seorang pujangga

Yang dipenuhi rasa sedih

Mendapat hinaan dan rasa malu

Akibat perbuatan orang lain

Yang semula memberi harapan

Menghibur hatinya

Memiliki keinginan untuk mendapatkan sesuatu

Sehingga sang pujangga tidak waspada karena terlalu bergembira.

5. Contoh tembang Sinom 5

Rajane raja utama

Patihe kebak linuwih

Pra panuduh tyas raharja

Panekare becik-becik

Parandene tan dadi

Paliyasing kala bendhu

Mandar mangkin andadra

Rubeda angribeti

Beda-beda ardaning wong sanegara

Artinya:

Rajanya termasuk pemimpin yang begitu mulia

Patihnya patih yang mempunyai banyak keahlian

Seluruh anak buahnya berhati dan berkelakuan baik

Pemuka-pemuka masyarakat baik kelakuannya

Namun semuanya itu tidak mampu menyelamatkan

Oleh karena daya zaman kala bendu

Bahkan semakin menjadi-jadi

Gangguan merepotkan

Berbeda-beda pikiran dan kehendak orang dalam satu negara

Baca juga artikel terkait MUSIK atau tulisan lainnya dari Andri Agustiangga

tirto.id - Edusains
Penulis: Andri Agustiangga
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar