Menuju konten utama

Pemerintah Gandeng Swasta Jajaki Impor Rp552 Triliun dari AS

Sektor swasta dari Indonesia yang terlibat di antaranya Pertamina, Busana Apparel Group, FKS Group, Sorini Agro Asia Corporindo P3JI serta Aptindo.

Pemerintah Gandeng Swasta Jajaki Impor Rp552 Triliun dari AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin delegasi Indonesia, melanjutkan upaya negosiasi dengan menemui United States Secretary of Commerce atau Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Howard Lutnick di Washington DC, AS. ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian/pri.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah tengah menjajaki pembelian produk energi dan pertanian Amerika Serikat (AS) senilai 34 miliar dolar AS atau sekitar Rp552,97 triliun (kurs Rp16.264 per dolar AS) untuk memuluskan negosiasi tarif dengan pemerintahan Donald Trump.

Untuk mencapai tujuan ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kedutaan Besar Indonesia di Washington, D.C., menyelenggarakan serangkaian pertemuan bisnis tingkat tinggi pada Senin (7/7/2025).

Pertemuan bisnis ini melibatkan perusahaan-perusahaan swasta dari Indonesia dan AS, dengan sektor swasta dari Indonesia yang terlibat di antaranya PT Pertamina (Persero); PT Busana Apparel Group, raksasa tekstil milik Mariwanen Marimutu yang juga mewakili Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API); FKS Group, perusahaan agribisnis milik keluarga Kusuma; Sorini Agro Asia Corporindo yang merupakan perusahaan di bawah Cargill sekaligus sebagai anggota dari Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia (P3JI); dan Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo).

"Hubungan ekonomi antara Indonesia dan AS selama ini selalu baik dan perlu terus dijaga. Salah satu langkah untuk memperkuat hubungan ini adalah melalui komitmen para pelaku usaha Indonesia untuk membeli produk-produk unggulan AS di sektor pertanian dan energi, dengan nilai total mencapai 34 miliar dolar AS," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (9/7/2025).

Pembelian produk energi dan pertanian dari AS ini semakin menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan AS, termasuk dalam upaya mencapai kesepakatan tarif perdagangan.

Sementara itu, dalam mewujudkan hubungan perdagangan dan investasi yang kuat, berimbang dan adil, Gedung Putih menggandeng ExxonMobil untuk memasok produk energi ke Indonesia. Sedangkan, untuk mendukung industri tekstil dan produk tekstil domestik, Dewan Kapas Internasional (Cotton International Council) akan memasok kapas ke Indonesia.

"Indonesia merupakan negara yang penting bagi kami dalam banyak hal. Kami berharap Nota Kesepahaman dan pembelian jagung perdana ini akan menandai dimulainya kemitraan yang lebih erat dan berjangka panjang yang terus berkembang seiring waktu," kata Anne Murphy dari Cargill.

"Indonesia telah lama menjadi pelanggan penting, dengan meningkatnya permintaan akan produk pertanian Amerika berkualitas tinggi," tambah Robert Cruise dari Zen-Noh Grain Corporation.

Tak hanya penjajakan, dalam pertemuan bisnis tingkat tinggi Senin kemarin, perusahaan-perusahaan yang terlibat telah menandatangani nota kesepahaman yang di dalamnya termasuk kesepakatan dan komitmen komersial.

Wakil Duta Besar sekaligus Kuasa Usaha Ad Interim, Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Sade Bimantara, mengatakan hubungan ekonomi bilateral ini diyakini dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru yang berkualitas, mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta meningkatkan pertukaran pengetahuan dan teknologi di kedua negara.

"Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen untuk membina kemitraan yang saling menguntungkan dengan AS, yang berakar pada prinsip saling menghormati dan komitmen bersama untuk kemajuan. Indonesia berharap dapat membangun hubungan ekonomi berorientasi pada masa depan yang menguntungkan kedua negara dan berkontribusi pada kemakmuran kawasan dan global," tambahnya.

Baca juga artikel terkait PERANG DAGANG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana