Menuju konten utama

Pemerintah Akan Basmi Impor White Label Baju hingga Jam Tangan

Maman sebut serbuan produk impor telah mematikan ruang gerak UMKM di berbagai daerah.

Pemerintah Akan Basmi Impor White Label Baju hingga Jam Tangan
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. tirto.id/Natania Longdong
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan rencana pemerintah untuk menutup rapat keran impor ilegal dan white label yang membanjiri pasar domestik. Menurutnya, langkah ini merupakan syarat mutlak agar pelaku UMKM mampu bertahan dan bersaing di pasar nasional.

Terlebih, lanjut Maman, serbuan produk impor telah mematikan ruang gerak UMKM di berbagai daerah. Ia mengaku baru berani mengungkapkan kondisi ini secara gamblang setelah setahun mendampingi Menteri Koperasi dan UMKM, Anindya Bakrie.

“Di Indonesia ini, mau sehebat-hebat apa pun supporting pemerintah di bidang pertanian kepada para petani kita, kepada para peternak kita, dan juga khususnya kepada UMKM kita, tapi selama market lapangannya enggak disterilisasi, enggak akan mungkin bisa.,” ujarnya dalam Pembukaan Rakernas Kadin 2025, Senin (1/12/2025).

Maman menuturkan, dalam kurun lima tiga tahun terakhir, impor pakaian bekas telah melonjak tajam dari 7 ton pada 2021 menjadi 3.600 ton pada 2024. Sedangkan hingga Agustus 2025, volume impor pakaian bekas sudah mencapai 1.800 ton.

Sementara itu, barang white label—produk yang diproduksi massal tanpa merek lalu diberi label di Indonesia—disebut jauh lebih sulit ditertibkan. “White label itu baju yang diproduksi dalam jumlah besar, masuk ke Indonesia, dikasih cap stempel—enggak tahu itu udah enggak karuan,” kata Maman.

Ia menilai banjir produk impor membuat UMKM lokal tidak memiliki “lapangan bermain” yang adil. Ia mencontohkan bahwa produk luar bisa masuk tanpa sertifikasi, sementara UMKM harus melalui berbagai izin seperti NIB, sertifikat halal, PIRT, SNI, hingga BPOM.

“Produk komunitas lokal kita, UMKM lokal kita, main di Indonesia enggak diuntungkan. Nah, ini ironis sekali,” ujarnya.

Karena itu, tutur Maman, pemerintah akan melakukan pengetatan besar-besaran dalam sebulan ke depan. Penutupan jalur masuk impor ilegal dan white label dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Kemendag, dan Kementerian Perindustrian. “Di hulu itu kita tutup semua… supaya ada playing fair dalam pertarungan di Indonesia ini,” tegasnya.

Pun demikian, pengetatan tersebut tak hanya berlaku untuk produk fesyen, tetapi juga buah-buahan, beras hingga berbagai aksesori seperti jam tangan. Karena itu, ia meminta Kadin melihat situasi ini sebagai peluang karena lapangan pasar akan dibersihkan sebelum dibanjiri produk lokal.

"Kita mau tutup dulu di hulunya sampai barang di lapangan ini bersih, steril semuanya. Baru kita banjiri produk-produk lokal kita di Indonesia ini. Nah, saya berharap opportunity ini bisa dilihat oleh teman-teman Kadim sebagai bagian dari peluang untuk bisa mengoptimalkan produk-produk lokal kita," jelasnya.

Baca juga artikel terkait UMKM atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana