tirto.id - Paus Leo XIV mengecam memburuknya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dalam khotbah Natalnya dan mengajak dunia internasional untuk lebih peduli terhadap penderitaan warga sipil Palestina.
“Lalu, bagaimana mungkin kita tidak memikirkan tenda-tenda di Gaza, yang terpapar hujan, angin, dan dingin selama berminggu-minggu?” katanya di Vatikan pada Kamis (25/12/2025) waktu setempat dikutip Reuters.
Paus pertama asal AS itu menegaskan bahwa krisis Gaza merupakan salah satu tragedi kemanusiaan paling mendesak saat ini, akibat konflik berkepanjangan dan terbatasnya akses bantuan.
Paus juga menekankan bahwa perayaan Natal seharusnya menjadi momentum refleksi global atas penderitaan sesama manusia, terutama mereka yang terdampak perang, pengungsian, dan ketidakpastian hidup.
Dilansir France 24, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 1,3 juta warga Gaza saat ini membutuhkan bantuan tempat tinggal. PBB juga memperingatkan meningkatnya risiko hipotermia seiring turunnya suhu.
Elias al-Jalda, seorang Kristen Palestina dari Gaza, mengatakan kepada AFP bahwa perang dalam berbagai bentuknya telah membawa dampak buruk bagi seluruh warga yang tinggal di wilayah tersebut.
“Kami berharap tahun ini akan menandai awal dari fase baru, fase yang ditandai dengan berakhirnya perang sepenuhnya dan kembalinya kehidupan ke Gaza,” kata Jalda.
Konflik di Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun dilaporkan menewaskan lebih dari 71.000 orang (sebagian besar perempuan dan anak-anak) serta melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Warga Palestina menuding Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata, sebagaimana diberitakan Anadolu Ajansı.
Menurut kantor media pemerintah Gaza, sedikitnya 411 warga Palestina tewas dan 1.112 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata Oktober 2025.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































