Hipotermia, Penurunan Suhu Tubuh yang Bisa Sebabkan Kematian

Oleh: Maria Ulfa - 14 Desember 2018
Dibaca Normal 2 menit
Hipotermia adalah kondisi kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.
tirto.id - Hipotermia adalah salah satu kendala yang sering dikhawatirkan para pendaki saat menjejakkan kakinya di gunung.

Tak sedikit dari mereka yang harus meregang nyawa karena serangan yang jamak terjadi di ketinggian ini.

Hal inilah yang menimpa Ahmad Hadi, seorang pendaki asal Bandung yang tewas pada Oktober 2017 lalu karena hipotermia.

Ia dihadang hujan es saat menuruni tebing Carstenz Pyramid setinggi 4.884 mdpl. Meski sudah melengkapi diri dengan beragam peralatan pengaman, Ahmad tak kuat melawan perubahan cuaca tiba-tiba.

Banyak kasus paradoxical undressing ditemukan pada korban tewas akibat hipotermia. Korban merasa kepanasan. Sebabnya, saat merasa kedinginan, tubuh akan membentuk mekanisme pengaturan kestabilan suhu.

Oleh karena itu, mengetahui penyebab hipotermia, gejala dan cara merawat pasien sangat diperlukan, karena bisa saja kita menemui fenomena ini di sekitar kita.

Apa Itu Hipotermia?

Dilansir dari laman Mayo Clinic, Jumat (14/12/2018), hipotermia adalah keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang dapat menghasilkan panas, sehingga menyebabkan suhu tubuh yang sangat rendah.

Kondisi ini disebabkan suhu bagian dalam tubuh berada di bawah 35 °C. Padahal, tubuh manusia hanya mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara 36,5 hingga 37,5°C.

Di luar suhu tersebut, respons tubuh untuk mengatur suhu akan aktif dan menyeimbangkan antara produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.

Ketika suhu tubuh turun, jantung, sistem saraf dan organ lain tidak dapat bekerja secara normal. Jika tidak diobati, hipotermia akhirnya dapat menyebabkan gagal total pada jantung dan sistem pernapasan dan menyebabkan kematian.

Hipotermia sering disebabkan oleh paparan cuaca dingin atau perendaman dalam air dingin. Perawatan primer untuk hipotermia adalah metode untuk menghangatkan tubuh kembali ke suhu normal.

Penyebab Hipotermia

Mayo Clinic menjelaskan, hipotermia terjadi ketika tubuh Anda kehilangan panas lebih cepat daripada yang dihasilkannya. Penyebab hipotermia paling umum adalah paparan kondisi cuaca dingin atau air dingin.

Tetapi paparan yang terlalu lama pada lingkungan yang lebih dingin dari tubuh Anda dapat menyebabkan hipotermia jika Anda tidak berpakaian dengan tepat atau tidak dapat mengontrol kondisi.

Kondisi spesifik yang mengarah ke hipotermia meliputi:

· Mengenakan pakaian yang tidak cukup hangat untuk cuaca tertentu

· Berada di luar ruangan terlalu lama

· Memakai baju yang basah

· Jatuh ke air, seperti dalam kecelakaan perah

· Tinggal di rumah yang terlalu dingin, entah dari pemanasan yang buruk atau terlalu banyak pendingin udara

Mekanisme kehilangan panas dari tubuh adalah sebagai berikut:

· Panas radiasi. Sebagian besar kehilangan panas disebabkan oleh panas yang terpancar dari permukaan tubuh Anda yang tidak terlindung.

· Kontak langsung. Jika Anda bersentuhan langsung dengan sesuatu yang sangat dingin, seperti air dingin atau tanah yang dingin, panas dilakukan jauh dari tubuh. Karena air sangat bagus untuk memindahkan panas dari tubuh Anda, panas tubuh akan hilang lebih cepat dalam air dingin daripada di udara dingin.

· Angin. Angin menghilangkan panas tubuh dengan membawa lapisan tipis udara hangat di permukaan kulit Anda. Faktor angin dingin penting dalam menyebabkan kehilangan panas.

Gejala Hipotermia

Tanda dan gejala hipotermia meliputi,

· Gemetaran

· Bergumam

· Napas lambat dan pendek

· Pulsa lemah

· Kikuk atau kurangnya koordinasi

· Mengantuk atau energi yang sangat rendah

· Kebingungan atau kehilangan memoriHilang kesadaran

· Merah terang, kulit dingin (pada bayi)

Seseorang dengan hipotermia biasanya tidak menyadari kondisinya karena gejala sering dimulai secara bertahap.

Juga, pemikiran yang membingungkan terkait dengan hipotermia mencegah kesadaran diri. Pemikiran yang membingungkan juga dapat menyebabkan perilaku pengambilan risiko.

Cara Merawat Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi yang berpotensi mengancam nyawa yang membutuhkan perhatian medis darurat.

Dilansir dari Web MD, Jika perawatan medis tidak segera datang sebaiknya:

· Lepas semua pakaian basah, topi, sarung tangan, sepatu, dan kaos kaki.

· Lindungi pasien, dari angin, dengan pakaian hangat dan kering serta selimut.

· Pindahkan ke tempat penampungan yang hangat dan kering sesegera mungkin.

· Berikan pakaian ekstra. Gunakan selimut hangat.

· Periksa suhu tubuh pasien.

· Berikan cairan hangat, tetapi hindari alkohol dan kafein, yang mempercepat kehilangan panas. Jangan mencoba memberikan cairan kepada orang yang tidak sadar.

· Jika orang hipotermia tidak sadar, atau tidak memiliki denyut atau tanda-tanda pernapasan, segera panggil bantuan darurat.

· CPR (cardiopulmonary resuscitation) harus diberikan segera jika denyut nadi tidak dapat dirasakan dan tidak ada tanda-tanda pernapasan.

· Dalam kasus hipotermia lanjut, perawatan rumah sakit diperlukan untuk menaikkan kembali suhu inti.


Baca juga artikel terkait HIPOTERMIA atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Maria Ulfa
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight