tirto.id - Restoran Naked Papa milik kreator konten William Gozali atau Willgoz viral setelah didatangi sekelompok massa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gerainya di kawasan BSD, Tangerang Selatan.
Massa tersebut melakukan aksi protes dengan membawa spanduk berisi tuntutan agar restoran tersebut ditutup karena menjual makanan nonhalal.
Dalam unggahan di akun IGnya, Willgoz tidak hanya menyoroti aksi demonstrasi, namun juga mengungkap dugaan adanya praktik permintaan uang yang telah beberapa kali menyasar usahanya.
Ia mengklaim aksi tersebut bukanlah yang pertama dan menilai tindakan itu sebagai bentuk dugaan pemerasan terhadap pelaku usaha.
Kronologi Resto Willgoz Didemo
Pemenang MasterChef Indonesia Musim ke-3 William Gozali mengunggah sebuah video di akun Instagram @willgoz pada Rabu (5/8/2026) yang memperlihatkan aksi unjuk rasa di depan salah satu gerai restorannya, Naked Papa BSD.
Dalam unggahan tersebut, Willgoz mengeluhkan bahwa usahanya kembali didatangi sekelompok massa yang membawa spanduk bertuliskan "Tindak Tegas Produk Haram yang Merugikan Konsumen", "Segera Tutup Naked Papa", dan "Pemuda Lengkong Bersatu".
Melalui keterangan unggahan, Willgoz menilai aksi tersebut bukan semata-mata bentuk penyampaian aspirasi, melainkan berkaitan dengan dugaan permintaan sejumlah uang kepada pihak usahanya.
Ia menuliskan bahwa kondisi ekonomi sedang sulit dan meminta pihak-pihak yang membutuhkan uang untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri, bukan mengganggu usaha orang lain atau datang dengan ancaman demonstrasi apabila permintaan mereka tidak dipenuhi.
Dalam video yang diunggahnya, Willgoz mengungkapkan bahwa aksi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurut pengakuannya, saat proses pembangunan gerai Naked Papa di BSD, ia pernah didatangi oleh oknum yang meminta uang.
Kala itu, ia mengaku sempat memenuhi permintaan tersebut, namun setelah itu kembali didatangi dengan permintaan serupa. Ketika permintaan berikutnya tidak dipenuhi, ia mengatakan kelompok lain kembali datang dan melakukan aksi di depan restorannya.
"Mau sampai kapan kalian hanya memanfaatkan celah dari usaha orang dan mengatasnamakan sebuah kelompok," ujar Willgoz dalam video tersebut.
Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk dugaan pemerasan dan menegaskan bahwa sebagai pemilik usaha, dirinya memiliki tanggung jawab terhadap para karyawan yang menggantungkan penghasilan dari operasional restoran. Menurutnya, mencari penghasilan seharusnya dilakukan dengan bekerja, bukan dengan cara menekan pelaku usaha.
Dalam unggahan yang sama, Willgoz juga mempertanyakan alasan gerainya menjadi sasaran aksi. Ia menyebut banyak restoran lain di kawasan BSD yang juga menjual makanan nonhalal, namun menurutnya hanya Naked Papa yang didatangi.
Willgoz menegaskan bahwa restorannya sejak awal secara terbuka menyajikan menu berbahan daging babi dan lemak babi (lard), sehingga tidak pernah menyembunyikan informasi tersebut ataupun memaksa konsumen Muslim untuk membeli produknya.
Hal itu juga tercantum pada bio akun Instagram resmi @nakedpapa.id yang berbunyi, "Yes Pork, Yes Lard, Yes Moms", disertai informasi lokasi gerai di Puri, BSD, dan Karawaci.
“Kan yang jualan non halal bukan cuma @nakedpapa.id. Banyak juga yang jualan non pork di daerah BSD. Kenapa cuma kita? Kan kita gak maksa pihak sahabat muslim utk mengkonsumsi makanan yang menganduk pork / lard. Merugikan siapaaa jugaaaa woiiii. Ada juga gw yang rugiiiiii kalian palak terussssssss,” tanya Willgoz.
Setelah aksi tersebut, akun Instagram @nakedpapa.id juga mengunggah pernyataan resmi kepada pelanggan. Dalam unggahan itu, pihak restoran menyampaikan bahwa operasional tetap berjalan seperti biasa meski sebelumnya sempat terjadi keramaian di depan gerai BSD pada Rabu (5/8/2026).
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































