Menuju konten utama

Pesan Paus Leo XIV: Jadikan Natal Hari Perdamaian Seluruh Dunia

Jelang Natal, Paus Leo XIV sayangkan sikap Rusia yang menolak gencatan senjata, sementara Putin lebih menginginkan perdamaian permanen.

Pesan Paus Leo XIV: Jadikan Natal Hari Perdamaian Seluruh Dunia
Tangkapan layar - Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat sebagai Paus terpilih ke-267 dengan nama Paus Leo XIV menyapa ribuan umat Katolik yang berkumpul di alun-alun Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (8/5/2025) waktu setempat. ANTARA/Vatican Media/aa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, menyayangkan sikap Rusia yang kerap menolak gencatan senjata atas konflik dengan Ukraina. Hal tersebut disampaikan Paus Leo XIV di kediamannya, Castel Gandolfo, Italia, jelang perayaan Natal.

“Di antara hal-hal yang membuat saya sedih adalah kenyataan bahwa Rusia tampaknya menolak permintaan gencatan senjata,” ucap Paus Leo XIV dikutip dari Reuters, Rabu (24/12/2025).

Paus Leo XIV tetap berharap peringatan Natal bisa dijadikan sebagai hari perdamaian selama 24 jam bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia.

"Saya sekali lagi akan menyerukan kepada orang-orang yang berkehendak baik untuk menghormati setidaknya Hari Natal sebagai hari perdamaian," sebut pemimpin umat Katolik sedunia ini.

"Mungkin, mereka akan mendengarkan kita dan setidaknya akan ada 24 jam, satu hari perdamaian, di seluruh dunia,” imbuh Paus Leo XIV.

Seperti diketahui, Rusia di bawah pimpinan Presiden Vladimir Putin terlibat konflik dengan Ukraina sejak 2022. Hingga saat ini, upaya perdamaian dua negara itu terus diupayakan.

Namun, selama ini Putin cenderung menolak opsi gencatan senjata. Perdamaian sementara, bagi Putin, hanya akan memberikan ruang bagi Ukraina untuk meneruskan konflik.

Putin justru menginginkan kesepakatan damai permanen, bahkan bersedia mengakhiri perang dengan syarat negara-negara Barat memperlakukan Rusia dengan hormat. Hal itu dikatakan Putin dalam wawancara bersama Steve Rosenberg dari BBC belum lama ini.

"Tidak akan ada operasi (militer) apa pun jika Anda (negara-negara Barat) memperlakukan kami dengan hormat, jika Anda menghormati kepentingan kami sebagaimana kami selalu berusaha menghormati kepentingan Anda," tandas Putin.

Baca juga artikel terkait NATAL 2025 atau tulisan lainnya dari Iswara N Raditya

tirto.id - Flash News
Penulis: Iswara N Raditya