tirto.id - Umat Kristiani di Jalur Gaza kembali melaksanakan misa Natal setelah 2 tahun tidak bisa diadakan akibat perang oleh Israel. Pada Rabu (24/12/2025), mereka berkumpul di Betlehem, Tepi Barat, Palestina, untuk mengikuti misa dengan tema “Natal Penuh Cahaya” tersebut.
Dikutip dari Al-Jazeera, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, pemimpin Katolik tertinggi dari Yerusalem, hadir sebagai pemimpin misa Natal di Gaza itu. Misa berlangsung tanpa lampu, musik, dan dekorasi yang secara tradisional memang menjadi ciri khas hari raya tersebut.
Suasana misa Natal yang berlangsung di tengah suasana gencatan sentaja tampak khidmat. Nuansa haru semakin terasa ketika para jemaah berdoa untuk mereka yang menjadi korban selama konflik kontra Israel di Jalur Gaza.
Dalam 2 tahun terakhir, umat Kristiani di Gaza tidak bisa menggelar misa Natal karena perang. Kala itu, komunitas kecil penganut Kristen di Palestina merayakan Natal dengan penuh keterbatasan di tempat perlindungan atau di gereja-gereja yang telah rusak.
Di Palestina memang terdapat warga yang memeluk agama Katolik maupun Kristen Protestan. Meskipun tidak banyak, namun komunitas Kristiani ini sudah menjadi bagian integral yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan Palestina.
Namun, populasi pemeluk Nasrani di Palestina terus menurun, salah satunya disebabkan karena konflik yang berkepanjangan. Komunitas Kristiani di Gaza, yang berjumlah sekitar 1.000 orang sebelum perang, berkurang dengan cukup signifikan.
Masuk tirto.id





























