Menuju konten utama

Setahun Penutupan Bandung Zoo, Bagaimana Nasib Satwa & Pegawai?

Rohman mengaku pihaknya tidak mengetahui secara detail Bandung Zoo dapat mulai beroperasi kembali.

Setahun Penutupan Bandung Zoo, Bagaimana Nasib Satwa & Pegawai?
Para pegawai memperingati setahun penutupan Kebun Binatang Bandung, Kamis (6/8/2026). Mereka memastikan kondisi terkini satwa maupun biaya operasional dalam keadaan aman. Muhamad Nizar/tirto.id.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tepat 6 Agustus 2026 hari ini, seluruh pegawai Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung, memperingati satu tahun penutupan tempat kerja mereka imbas konflik internal di dalam manajemen.

Ketua Koordinator Pengelolaan Transisi Bandung Zoo, Rohman Suryaman, mengatakan pihaknya melakukan napak tilas peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga bagi perawat satwa. Serta memotivasi mereka bahwa pernah bersama-sama di titik terendah.

"Untuk memotivasi karyawan terkait kita berada di titik bawah dengan ditutupnya Bandung Zoo. Kita masih tetap berdiri tegak untuk merawat satwa-satwa yang kurang lebih 600 satwa," ungkap lelaki berusia 58 tahun itu kepada wartawan di Bandung Zoo, Kamis (6/8/2026).

Ia pun menyambut baik keberadaan pengelola baru yang ditunjuk pemerintah. Para pegawai lama bakal melanjutkan pekerjaan dengan profesional untuk memajukan kebun binatang.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi menetapkan PT Fauna Land Ancol atau Faunaland Ancol sebagai pengelola baru Bandung Zoo, pada pertengahan 2026.

Hingga kini, Rohman mengaku pihaknya tidak mengetahui secara detail Bandung Zoo dapat mulai beroperasi kembali--baik itu informasi dari pemerintah kota maupun pengelola baru.

"Kami belum mendapat kabar. Mudah-mudahan secepatnya dari tim Fauna Land bisa merapat ke Bandung Zoo untuk memberikan kejelasan pada semua karyawan," imbuhnya.

Namun sejak satu tahun penutupan, ia mengungkapkan bahwa kondisi Bandung Zoo berangsur-angsur membaik. Mulai dari kondisi satwa, biaya operasional, serta nasib para karyawan.

"Alhamdulillah sampai saat ini teman-teman kami di sini masih peduli merawat satwa, apa pun yang terjadi demi keberlangsungan si satwa hidup sehat dan sejahtera," tegas Rohman.

Berkaitan dengan nasib para pegawai lama Bandung Zoo, ia sudah mendapat kejelasan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Bahwa para pegawai tersebut bakal terus bekerja di bawah manajemen pengelola baru.

"Info dari Pak Walikota, kami seluruh karyawan yang kurang lebih 121 karyawan masih tetap dipekerjakan untuk merawat Bandung Zoo ini," ucapnya.

Meski mengalami penutupan, pihaknya selama ini mendapatkan biaya operasional secara berkala dari Kementerian Kehutanan dan Pemkot Bandung. Lalu untuk satu bulan ke depan, bantuan itu bakal disalurkan kepada pengelola baru PT. Fauna Land.

"Jadi mudah-mudahan ini akan terus berjalan sampai kebun binatang ini dibuka kembali," sebutnya.

Satwa Bandung Zoo dalam Kondisi Sehat

Kepala Kesehatan dan Penelitian Bandung Zoo, Dedi Trisasongko, mengatakan kondisi satwa hingga saat ini relatif sehat dan aman. Kondisi tersebut hasil dari kinerja para tim dokter dan keeper yang selalu senantiasa setiap hari memperhatikan satwa.

Kebun Binatang Bandung

Para pegawai memperingati setahun penutupan Kebun Binatang Bandung, Kamis (6/8/2026). Mereka memastikan kondisi terkini satwa maupun biaya operasional dalam keadaan aman. Muhamad Nizar/tirto.id.

"Merawat dan memperhatikan kualitas nutrisi, kualitas maupun kuantitas. Kemudian ketika ada satwa yang sakit, kami langsung juga berikan tindakan," ucap Dedi kepada wartawan di Bandung Zoo, Kamis.

Ia tidak menampik, konflik yang sempat terjadi tahun lalu sedikit banyak memberi dampak terhadap satwa. Dinamika ini mempengaruhi nutri satwa lantaran biaya pakan yang terkena imbas penutupan.

Hal itu amat terasa sebelum ada bantuan dari pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut, saat ini kondisi kesehatan satwa sudah terkendali kembali. Aman. Begitu pun perkara pemenuhan pasokan pakan dan obat-obatan.

"Dipastikan sehat dari sisi nutrisi maupun dari sisi pengecekan kesehatan. Kami ada dua dokter, kemudian kami juga mempunyai keeper yang lengkap di sini di beberapa divisi yang mengecek satwa," ucapnya.

Ia juga memastikan meskipun sejumlah kandang atau sangkar mengalami kerusakan dan sedang dalam proses perbaikan, satwa tidak terkena dampak sama sekali. Mereka dalam kondisi aman.

"Menjadi PR kami untuk memperbaiki ke depan supaya dari sisi perkandangan supaya lebih safe atau aman untuk satwa. Butuh perbaikan, sejauh ini sih kandang primata, primata kecil, kemudian di burung. Itu mungkin yang menjadi perhatian khusus," tukasnya.

Baca juga artikel terkait KEBUN BINATANG BANDUNG atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama