tirto.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan proses seleksi pengelola baru Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo rampung pada akhir April 2026. Sebanyak 85 lembaga konservasi telah diundang untuk mengikuti seleksi ketat guna mencari pengelola profesional dengan kapasitas investasi mencapai Rp50 miliar.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut, proses penataan dan pengelolaan Kebun Binatang Bandung memasuki tahap penting. Ia membuka peluang kerja sama dengan puluhan lembaga konservasi berbadan hukum.
Tercatat ada sebanyak 85 lembaga konservasi diundang mengikuti proses seleksi untuk memanfaatkan dan mengelola kebun binatang. Menurutnya, proses seleksi melibatkan pengawasan dari berbagai unsur pemerintahan.
“Prosesnya diawasi langsung oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota,” jelas Farhan dikutip Tirto dari keterangan keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Ia bilang, proses seleksi ini sudah mulai mengerucut pada akhir April 2026. Pemkot tidak menetapkan pilihan khusus, melainkan akan berpegang pada kriteria profesional dan standar yang telah ditentukan.
Terlebih, menurut Farhan, peluang investasi dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung juga tergolong besar. Ia perkirakan nilai investasi mencapai lebih dari Rp50 miliar dalam dua tahun pertama.
“Artinya memang harus dikelola oleh lembaga yang punya kapasitas kuat,” katanya.
Ia memastikan, dari 85 lembaga yang mendaftar, nantinya akan dilakukan proses seleksi ketat. Tidak semua peserta akan lolos karena harus memenuhi sejumlah persyaratan.
Baik itu persyaratan umum maupun khusus, lanjut Farhan, terutama terkait reputasi dan kemampuan pengelolaan konservasi. “Yang penting dia harus memiliki reputasi yang sangat baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses ini. Berbagai masukan dari publik terus diterima Pemkot Bandung. Hal itu bentuk transparansi sekaligus dorongan untuk menghadirkan pengelolaan yang lebih baik.
Tingginya perhatian publik, kata Farhan, hingga minat dari lembaga konservasi internasional menjadi sinyal positif untuk masa depan kebun binatang tersebut.
“Ini menjadi motivasi kami untuk membentuk pengelolaan yang baik dan bertaraf internasional,” katanya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id




























