tirto.id - Penyanyi D4vd atau David Anthony Burke kini terancam mendapat hukuman mati usai diduga jadi pelaku pembunuhan dan mutilasi seorang remaja bernama Celeste Rivas Hernandez. Kasus ini sempat berlarut sejak 2023, hingga kemudian bukti keterlibatan penyanyi Amerika Serikat (AS) itu terendus.
Seturut The Guardian, kasus dugaan pembunuhan Celeste Hernandez oleh D4vd menemui babak baru pada Senin (27/7/2026). Hal itu usai hakim Los Angeles, Charlaine Olmedo, memutuskan bahwa alat bukti persidangan telah cukup dan penyanyi D4vd dapat diadili atas dugaan pembunuhan, pelecehan seksual, dan mutilasi.
Keputusan itu diungkap hakim Olmedo untuk menutup sidang pendahuluan yang telah berlangsung selama lima hari terakhir. Kini, D4vd dipastikan akan menghadapi pengadilan dan terancam mendapat opsi hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan dibebaskan atau hukuman mati.
Menurut Jaksa Wilayah Los Angeles Beth Silverman dalam sidang pendahuluan itu, jaksa penuntut telah memberikan bukti dalam semua tuduhan terhadap D4vd. Menurutnya, alat bukti yang mengarahkan kasus ini ke D4vd sudah lebih banyak dari yang disyaratkan.
“Berdasarkan banyaknya bukti yang disajikan, semua tuduhan telah terbukti jauh melampaui standar yang dipersyaratkan,” tutur Silverman.
Dalam sidang pendahuluan tersebut, detail-detail mengerikan tentang kasus ini telah diungkap. Hal ini termasuk saat-saat terakhir kehidupan Celeste Rivas Hernandez, hubungan Celeste dan D4vd hingga dugaan motif D4vd melakukan kejahatan.
Bagaimana D4vd Membunuh dan Memutilasi Celeste Rivas?
Dalam sidang pendahuluan tersebut, jaksa penuntut telah menjelaskan sejumlah bukti yang digunakan untuk mengaitkan kasus kematian Celeste dengan D4vd. Hal ini termasuk temuan pihak jaksa dan polisi terkait hari kematian Celeste pada 23 April 2025.
Celeste Rivas diduga meninggal dunia pada 23 April 2025. Pihak jaksa Los Angeles menyebut remaja itu terkonfirmasi masih hidup pada pukul 10 pagi hari itu.
Kala itu, Celeste membuat sebuah pesan teks untuk D4vd ketika sedang mengendarai taksi. Isi pesan tersebut adalah: “aku hampir sampai, buka pintumu kalau kau di rumah.”
Jaksa penuntut menggunakan pesan teks itu sebagai alat bukti pembunuhan Celeste oleh D4vd. Penyanyi alt-pop itu diduga telah menikam Celeste begitu remaja perempuan itu masuk pintu rumah D4vd di Hollywood. Sebelumnya, luka tusukan menjadi salah satu luka yang terdapat pada jasad Celeste Rivas ketika ditemukan.
Setelah tewas, jasad Celeste diduga dibawa D4vd ke garasi. Di sana, jasad Celeste dimutilasi dan disembunyikan di bagasi mobil Tesla miliknya.
Pihak jaksa penuntut juga mengungkap bahwa D4vd sempat mengirim beberapa pesan kepada Celeste setelah telepon korban mati. Jaksa menyebut ini merupakan upaya D4vd untuk membuat alibi dan menutupi kejahatannya.
Jaksa juga menjelaskan temuan bahwa Celeste dan D4vd diduga telah terlibat pertengkaran melalui pesan teks pada hari-hari sebelum 23 April 2025. Pertengkaran itu diduga terjadi karena kecemburuan dan Celeste mengungkapkan kata-kata kasar kepada D4vd.
Terkait pertengkaran itu, temuan kepolisian Los Angeles mengungkap bahwa Celeste sempat mengancam akan mengungkap kebohongan D4vd kepada keluarganya. Ancaman Celeste itu juga termasuk mengungkap hubungan mereka ke publik dengan menulis, “aku akan mengakhiri karier dan hidupmu”.
Hal tersebut diduga telah menjadi motif bagi D4vd untuk membunuh Celeste. Hal ini mengingat karier D4vd tengah menanjak sebagai penyanyi kala itu.
Selain itu, jaksa penuntut juga menjelaskan sejumlah temuan terkait hubungan antara Celeste dan D4vd. Keduanya disebut telah menjalin hubungan romantis yang ilegal.
D4vd disebut mulai berhubungan dengan Celeste ketika sang remaja itu baru berusia 11 tahun. Hubungan ini kemudian terus berlanjut hingga keduanya melakukan hubungan seksual ketika Celeste berusia 13 tahun dan D4vd berusia 18 tahun.
Temuan pihak kepolisian berdasarkan catatan pesan teks keduanya juga mengungkap bahwa Celeste dan D4vd sempat bertukar pesan yang menjelaskan bahwa Celeste hamil anak D4vd. Dalam pertukaran pesan itu, Celeste menyebut telah menggugurkan kandungannya.
Jalannya persidangan juga mengungkapkan pembelaan dari pengacara D4vd, yang menyebut bahwa Celeste semula telah berbohong tentang usianya. Hal ini dibenarkan detektif kepolisian Los Angeles yang menemukan bukti percakapan bahwa Celeste telah mengaku berusia 16 tahun dan di lain waktu berkata bahwa ia berusia 18 tahun.
Akan tetapi, tak jelas apakah D4vd kemudian mengetahui usia asli Celeste atau tidak. Tidak terungkap dalam persidangan apakah D4vd sebenarnya telah mengetahui bahwa Celeste merupakan anak di bawah umur atau tidak pada akhirnya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































