tirto.id - Gempa bumi M5,0 mengguncang wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 03.15 WIB. Episenter gempa berada sekitar 14 kilometer tenggara Lombok Barat dengan kedalaman 82 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa Lombok Barat ini merupakan gempa bumi tektonik menengah yang terjadi akibat deformasi batuan di dalam lempeng zona subduksi Lempeng Indo-Australia. Lokasi episenter yang berada di darat serta kedalaman hiposenter yang cukup dalam, menjadi bagian dari karakteristik gempa ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan adanya kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa pagi ini.
Penyebab Gempa Lombok Barat Hari Ini
Gempa Lombok Barat hari ini terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Informasi awal, BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 5,2, dengan kedalaman 92 kilometer dan koordinat 8,77 derajat LS dan 116,14 derajat BT. Episenter disebut berada sekitar 14 kilometer tenggara Lombok Barat, NTB.
Setelah dilakukan analisis lebih lanjut, BMKG memperbarui parameter gempa. Magnitudo gempa menjadi M5,0, sedangkan kedalamannya diperbarui menjadi 82 kilometer. Episenter hasil pemutakhiran berada pada koordinat 8,81 derajat LS dan 116,16 derajat BT. BMKG menjelaskan bahwa episenter gempa tersebut berada di darat. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.
Menurut analisis BMKG melalui keterangan tertulisnya, gempa Lombok Barat merupakan gempa bumi tektonik menengah. Gempa ini terjadi akibat adanya deformasi atau perubahan bentuk batuan di dalam lempeng pada kedalaman tertentu.
Dengan kata lain, gempa Lombok Barat hari ini bukan disebabkan oleh aktivitas vulkanik, melainkan oleh proses tektonik di dalam kerak atau lempeng bumi.
Dari analisis mekanisme sumber, BMKG mengidentifikasi pola pergerakan berupa pergerakan turun (normal fault). Pada mekanisme tersebut, salah satu bagian batuan bergerak relatif turun terhadap bagian lainnya akibat gaya yang bekerja pada batuan.
Kedalaman hiposenter yang mencapai sekitar 82 kilometer juga menunjukkan bahwa sumber gempa berada cukup dalam.
Wilayah yang Merasakan Guncangan Gempa Lombok Barat
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda-beda, yakni:
- Mataram menjadi wilayah dengan guncangan paling kuat berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), yakni mencapai IV-V MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh hampir semua penduduk dan menyebabkan banyak orang terbangun dari tidur.
- Di Lombok Tengah, gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI. BMKG menjelaskan bahwa pada siang hari, guncangan dengan intensitas tersebut dapat dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah.
- Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa mengalami guncangan sekitar III MMI. Pada tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan sensasinya dapat menyerupai getaran akibat truk yang sedang melintas.
- Guncangan dengan intensitas II-III MMI juga tercatat di Kuta. Di Denpasar, Bali, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yang berarti getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang.
Adanya Gempa Susulan dan Imbauan BMKG
Aktivitas gempa tidak berhenti setelah gempa utama. Berdasarkan pemantauan BMKG hingga pukul 03.45 WIB, tercatat satu gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 1,3.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat yang merasakan gempa juga diminta memeriksa kondisi bangunan di sekitarnya. Jika terdapat bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa, masyarakat disarankan menghindarinya karena kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan dapat menimbulkan risiko keselamatan, terutama apabila terjadi gempa susulan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi hanya dari sumber resmi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































