Menuju konten utama

Para Pemimpin Eropa Tolak Keterlibatan Militer di Selat Hormuz

Jerman dan Inggris menilai operasi militer di Selat Hormuz tidak pernah direncanakan sebagai misi NATO.

Para Pemimpin Eropa Tolak Keterlibatan Militer di Selat Hormuz
Ilustrasi peta Selat Hormuz. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah pemimpin Eropa menolak permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar sekutu NATO ikut membantu menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Dalam pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia pada Senin (16/3), Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan bahwa negaranya tidak berniat terlibat dalam operasi militer di kawasan tersebut. Katanya, Jerman ingin mendapatkan kejelasan terkait apa yang dilakukan dan bagaimana jika tujuan ini tercapai.

"Setelah kami memiliki gambaran yang jelas tentang itu, kami percaya kami perlu pindah ke fase berikutnya, yaitu, mendefinisikan arsitektur keamanan untuk seluruh wilayah ini, bersama dengan negara-negara tetangga," kata Johann Wadephul dilansir dari Al Jazeera, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menegaskan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi secara militer dalam konflik tersebut. Meski begitu, Jerman tetap siap mendukung upaya diplomatik untuk memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap aman.

“Ini bukan perang kita. Kami belum memulainya,” kata Pistorius.

"Apa yang Trump harapkan dari segelintir atau dua genggam fregat Eropa untuk dilakukan di Selat Hormuz yang tidak dapat dilakukan oleh Angkatan Laut AS yang kuat?,” katanya lagi.

Sikap Jerman juga disampaikan oleh juru bicara Kanselir Friedrich Merz, Stefan Kornelius. Dia menyebut konflik yang terjadi saat ini tidak berkaitan dengan NATO.

“Tidak ada hubungannya dengan NATO,” kata Stefan Kornelius kepada wartawan.

Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Dia menegaskan bahwa operasi di Selat Hormuz tidak pernah direncanakan sebagai misi NATO.

"Biarkan saya menjelaskan: itu tidak akan, dan itu tidak pernah dibayangkan menjadi, misi NATO,” tuturnya.

Starmer menekankan bahwa Inggris tidak akan ditarik ke dalam perang yang lebih luas. Namun, dia mengatakan Inggris sedang berdiskusi dengan AS dan sekutu di Eropa dan Teluk kemungkinan menggunakan drone pemburu ranjau yang sudah ada di wilayah tersebut.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto