Menuju konten utama

Profil Rudal Sejjil Iran yang Buat Tel Aviv di Israel Berantakan

Rudal Sejjil Iran merupakan senjata mematikan yang mampu membawa bahan peledak hingga 700 kilogram dengan jangkauan sampai 4.000 kilometer.

Profil Rudal Sejjil Iran yang Buat Tel Aviv di Israel Berantakan
Rudal Sejjil Iran. (Tangkapan Layar Video IRGC via Viory)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rudal strategis Iran, Sejjil, dikonfirmasi telah digunakan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam serangan ke-54 Operasi Janji Setia 4 pada Minggu (15/3/2026). Serangan menargetkan sejumlah lokasi di Israel, termasuk Tel Aviv. Bagaimana spesifikasi rudal tersebut?

Sebelumnya, pada Minggu, wilayah Tel Aviv dilaporkan digempur rudal Iran. Serangan menargetkan "pusat administrasi dan pengambilan keputusan yang mempengaruhi operasi udara rezim Israel".

IRGC juga menyatakan bahwa operasi tersebut turut melibatkan sejumlah lokasi berkumpulnya pasukan militer Israel serta infrastruktur terkait militer dan pertahanan.

Melansir Palestine Chronicle, Tel Aviv mengalami sejumlah kerusakan akibat serangan rudal klaster yang melepaskan rangkaian rudal kecil di udara. Serangan ini juga memicu sirene evakuasi terus meraung di Tel Aviv sepanjang Minggu.

Serangan Iran tersebut juga dilaporkan telah melukai, setidaknya, sembilan orang di Tel Aviv dan sekitarnya. Mengutip The Times of Israel, sembilan orang tersebut terluka di sejumlah wilayah, termasuk di Ramat Gan dan Petah Tikva di Tel Aviv, serta Holon di sekitarnya.

Serangan pada Minggu itu terdokumentasi dalam sebuah video yang dirilis kepolisian Israel. Dalam video itu, tampak rudal Iran berhasil mengenai sebuah bangunan di Israel tengah.

Dalam keterangannya, IRGC menyebut bahwa serangan tersebut melibatkan penggunaan sejumlah rudal berat, seperti Sejjil, Khorramshahr, Kheibar Shekan, Qadr, dan Emad. Rudal-rudal itu memiliki hulu ledak berat, antara 500 kg hingga 1,5 ton.

Profil Rudal Sejjil Iran

Seturut Center for Strategic & International Studies yang berbasis di Washington, Sejjil adalah salah satu jenis rudal balistik jarak menengah yang dimiliki oleh Iran. Rudal ini juga dikenal dengan sejumlah nama lain, seperti Ashoura, Asyura, Sajil, dan Sajjil.

Sejjil dilaporkan memiliki panjang 18 meter dan diameter 1,25 meter. Rudal ini disebut mampu mengenai target dalam radius 2.000 km.

Rudal yang mulai diproduksi Iran sejak 1990 ini memiliki bahan bakar propelan padat, yang membuatnya lebih mudah diangkut dan dapat diluncurkan dalam waktu yang lebih cepat.

Dengan ukuran panjang 18 meter dan diameter 1,25 meter, rudal ini disebut dapat mengangkut bahan peledak seberat 700 kg. Berat peluncuran secara keseluruhan dari rudal Sejjil mencapai 23.600 kg.

Iran diduga mengembangkan rudal Sejjil berdasarkan pada pengembangan sejumlah cetak biru rudal lain, terutama SRBM Zelzal yang merupakan rudal Iran untuk jarak pendek.

Selain pengembangan cetak biru dari rudal dalam negeri, Iran juga diduga mengembangkan Sejjil berdasarkan cetak biru rudal negara lain, termasuk Cina dan Korea Utara. Sejjil selama ini dikaitkan dengan DF-11 dan DF-15 milik Cina.

Akan tetapi, Sejjil memiliki ciri khas unik jika dibandingkan dengan rudal Cina dan Korea Utara yang mirip. Salah satu ciri khas unik Sejjil adalah kemampuannya untuk dikendalikan.

Bahan bakar propelan padat pada Sejjil sejatinya membawa kelemahan, meskipun membuatnya dapat diluncurkan dalam waktu yang cepat. Kelamahan itu adalah sulitnya mengarahkan dan mengendalikan laju rudal.

Akan tetapi, para insinyur Iran diduga telah mengatasi kelemahan tersebut. Teknis cara para insinyur mengatasi kelemahan Sejjil tak terungkap hingga kini, namun tampaknya mereka telah memodifikasi sistem panduan rudal dengan bantuan negara lain.

Iran kini diduga memiliki tiga versi rudal Sejjil, yakni Sejjil 1, Sejjil 2, dan Sejjil 3. Versi Sejjil 3 disebut memiliki tiga etape dengan jangkauan maksimum 4.000 km dan bobot peluncuran mencapai 38.000 kg.

Rudal ini sempat absen dari uji coba peluncuran rudal yang dilakukan oleh Iran, hingga Teheran melakukan uji coba Sejjil dalam latihan militer Nabi Besar pada 15 Januari 2021. Kini Sejjil telah terkonfirmasi digunakan Iran dalam pertempuran nyata ketika menyerang Israel.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar