Menuju konten utama

Mitos atau Fakta: Pakai Makeup Tiap Hari Bikin Kulit Rusak?

Benarkah pakai makeup tiap hari bikin kulit rusak? Simak fakta seputar dampak kosmetik pada kesehatan kulit wajah, tips, serta rekomendasi produk makeup.

Mitos atau Fakta: Pakai Makeup Tiap Hari Bikin Kulit Rusak?
Header Make Up . tirto.id/Quita
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kulit wajah rusak merupakan masalah yang cukup umum dan bisa mengganggu penampilan. Kerusakan kulit wajah bisa disebabkan oleh banyak faktor, dan makeup dianggap sebagai salah satunya. Namun, benarkah riasan wajah bisa merusak kulit?

Makeup sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang, terutama wanita. Produk makeup sendiri terdiri dari beberapa macam, mulai dari foundation, BB cream, cushion, bedak, blush, hingga produk eye makeup.

Semua dirancang sedemikian rupa untuk tidak hanya mempercantik tampilan wajah, tapi juga menyembunyikan kekurangan seperti flek hitam atau bekas jerawat. Secara keseluruhan, makeup pun dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang.

Di sisi lain, menggunakan makeup juga memiliki dampak tersendiri pada kulit wajah. Di sini akan dibahas tentang mitos, penjelasan ilmiah dari para ahli, tips, hingga rekomendasi makeup untuk sehari-hari.

Mitos yang Sering Didengar: Makeup Harian Merusak Kulit

Ilustrasi brush makeup

Ilustrasi Makeup. Getty Images/iStockphoto

Anggapan bahwa penggunaan makeup setiap hari dapat merusak kulit masih sangat sering terdengar. Kekhawatiran yang paling sering muncul adalah masalah pori-pori tersumbat atau sifat komedogenik dari produk kecantikan.

Ada ketakutan bahwa partikel bedak, foundation, atau concealer akan masuk jauh ke dalam pori-pori, terjebak di sana, dan akhirnya memicu peradangan berupa jerawat atau bruntusan.

Selain itu, tak sedikit orang yang mengira bahwa kerusakan kulit ini terjadi akibat kulit susah “bernapas” akibat makeup. Pengguna sering merasa bahwa makeup bertindak seperti lapisan yang menghalangi kulit untuk melakukan fungsi alaminya, misalnya mengeluarkan keringat.

Hal ini menciptakan persepsi bahwa memakai riasan seharian sama saja dengan membiarkan kulit "tersiksa" tanpa sirkulasi yang cukup dan dianggap akan merusak kesehatan kulit.

Pada akhirnya, makeup pun dituduh sebagai penyebab utama munculnya masalah kulit di wajah. Padahal, persepsi ini tidak sepenuhnya benar dan anggapan ini sering kali muncul tanpa memahami faktor lain yang memengaruhi kondisi kulit.

Mitos-mitos ini terus dipercaya bukan tanpa alasan, bahkan diperkuat oleh pengalaman pribadi banyak orang. Misalnya, seseorang mengalami jerawat setelah rutin memakai makeup, lalu langsung menyimpulkan bahwa makeup adalah penyebab utamanya.

Pengalaman semacam ini sering diceritakan dari mulut ke mulut. Padahal, munculnya masalah kulit bisa dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti kebersihan alat makeup, cara membersihkan wajah, hingga kondisi hormon.

Selain itu, cerita-cerita tentang makeup yang mengandung bahan berbahaya juga ikut membentuk persepsi negatif di masyarakat. Meski saat ini industri kosmetik telah berkembang pesat dengan standar keamanan yang lebih ketat, mitos tentang bahaya makeup tetap berkembang.

Apa Kata Dokter Kulit dan Riset tentang Makeup

Ilustrasi Make up

Ilustrasi Make Up. foto/istockphoto

Banyak dokter kulit yang sepakat bahwa makeup memang bisa memengaruhi kesehatan kulit wajah, baik karena kandungan makeup maupun kebiasaan sehari-hari seperti cara membersihkan riasan wajah.

Dari segi kandungan zat, makeup berpotensi untuk menyumbat pori-pori. Menurut ahli dermatologi Edidiong C. Kaminska M.D., makeup mengandung minyak yang bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya jerawat.

“Minyak dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat,” kata Dr. Kaminska seperti dikutip dari laman Northwestern Medicine. “Foundation cair cenderung mengandung minyak.”

Jenis minyak yang umum digunakan dalam produk makeup bisa berupa parafin cair, petroleum, minyak parafin, hingga minyak mineral. Dr. Kaminska juga menjelaskan bahwa kandungan minyak juga sering terdapat pada makeup remover.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penggunaan produk yang mengandung minyak sah-sah saja asalkan tidak menimbulkan alergi dan setelah itu benar-benar dibersihkan agar tidak menyumbat pori.

Sementara itu, beberapa penelitian juga mengungkap bahwa pemakaian kosmetik memang memiliki pengaruh tersendiri pada kesehatan kulit.

Jurnal Pengaruh Penggunaan Kosmetik Terhadap Kejadian Acne Vulgaris yang ditulis Suhartomi dan kawan-kawan menyimpulkan bahwa penggunaan kosmetik seperti foundation, BB cream, hingga bedak padat, bisa menyebabkan jerawat (acne vulgaris), bahkan bisa memperburuk jerawat yang sudah ada di wajah.

Pada studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Influence of Cosmetic Foundation Cream on Skin Condition During Treadmill Exercise menjelaskan efek penggunaan makeup saat berolahraga.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa pemakaian foundation, terutama selama olahraga aerobik, dapat mengurangi minyak kulit dan menyebabkan kekeringan. Selain itu, makeup dapat menyumbat pori-pori dan meningkatkan produksi sebum.

Dari penjelasan dokter kulit dan beberapa studi, dapat disimpulkan bahwa makeup berpengaruh pada kulit wajah. Namun, penting untuk diingat bahwa makeup bukan satu-satunya faktor dan bukan faktor utama yang menyebabkan kulit wajah rusak.

Hal yang Justru Membuat Makeup Berdampak Buruk ke Kulit

Bronzer

Ilustrasi Makeup. FOTO/iStockphoto

Makeup memang berpotensi menyumbat pori, menyebabkan jerawat, dan pada akhirnya memperburuk kesehatan kulit. Namun, kebiasaan dan cara penggunaan yang kurang tepat justru menjadi faktor utama munculnya berbagai masalah di wajah.

Banyak kasus kulit rusak karena makeup sebenarnya berakar dari rutinitas yang keliru, bukan dari makeup itu sendiri. Berikut beberapa contoh hal yang bisa membuat pemakaian makeup berdampak negatif ke kulit wajah:

1. Tidak Membersihkan Wajah dengan Benar

Membersihkan wajah secara asal atau tidak tuntas setelah memakai makeup adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Sangat disarankan untuk menerapkan double cleansing agar wajah benar-benar bersih dari makeup.

Jika tidak dibersihkan dengan benar, sisa foundation atau bedak dapat terus menempel di kulit, membuat pori-pori tersumbat, dan meningkatkan risiko munculnya komedo maupun jerawat.

Menurut ahli dermatologi Annie Chiu M.D., membersihkan makeup adalah langkah yang sangat penting. Tidak membersihkan wajah dengan benar justru bisa membuat kulit menua lebih cepat.

“Polutan lingkungan dapat menempel pada riasan wajah, menyebabkan stres oksidatif pada kulit,” katanya seperti dikutip dari kanal YouTube The Doctors. “Dengan kata lain, polutan dapat merusak struktur sel kulit dan bahkan bisa menyebabkan penurunan produksi kolagen, zat yang menjaga kulit kita tetap awet muda dan kenyal.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa makeup juga bisa menyebabkan iritasi dan masalah lain pada kulit wajah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membersihkan wajah dari makeup.

“Riasan wajah juga membentuk lapisan penghalang di atas kulit yang akhirnya mengunci iritan dan menghalangi masuknya pelembap.”

“Hal ini memperburuk kemerahan, iritasi, dan meningkatkan ukuran pori-pori, memperdalam kerutan. Semua hal ini membuat kulit kita tampak lebih tua. Jadi, sebelum tidur, selalu cuci muka dengan pembersih yang lembut dan jangan lupa memakai pelembap.”

2. Alat Makeup Kotor

Kuas, spons, atau beauty blender yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang bakteri. Setiap kali alat tersebut digunakan, bakteri, minyak, dan sel kulit mati akan berpindah kembali ke wajah.

Hal inilah yang dapat memicu peradangan, jerawat, bahkan infeksi kulit, terutama pada kulit yang sensitif atau sedang berjerawat.

Banyak orang tidak menyadari bahwa alat makeup yang tampak baik-baik saja belum tentu bersih secara higienis. Dr. Kaminska pun menegaskan bahwa kebersihan makeup sama pentingnya dengan skincare.

“Riasan dapat menyebabkan jerawat atau alergi,” ucapnya. “Itulah mengapa kebersihan makeup sama pentingnya dengan skincare routine.”

Dr. Kaminska juga memberikan beberapa tips berikut untuk memastikan alat makeup tetap bersih dan higienis:

  • Kuas bedak dibersihkan minimal setiap 3–4 bulan sekali.
  • Kuas makeup cair atau beauty blender dibersihkan minimal setiap 2 bulan sekali
  • Kuas bisa diganti setiap 1–2 tahun
  • Bersihkan kuas atau alat makeup dengan sabun dan air, bisa juga menggunakan pembersih wajah (face wash), terutama yang mengandung asam salisilat untuk membunuh bakteri penyebab jerawat.
  • Jangan share makeup maupun alat makeup dengan orang lain agar tetap higienis.

3. Salah Pilih Produk Sesuai Jenis Kulit

Memilih makeup tanpa mempertimbangkan jenis dan kondisi kulit juga dapat menimbulkan masalah. Sebagai contoh, produk yang terlalu berat atau bersifat komedogenik berisiko menyumbat pori-pori dan memicu jerawat, terutama pada tipe kulit berminyak.

Begitu pula penggunaan makeup dengan kandungan tertentu pada kulit sensitif bisa menyebabkan iritasi atau kemerahan. Jadi, sangat penting untuk mengenali jenis kulit sehingga bisa menggunakan produk makeup yang lebih sesuai.

4. Makeup Kedaluwarsa atau Lewat Batas PAO

Makeup yang sudah melewati masa kedaluwarsa dapat mengalami perubahan tekstur, bau, dan kualitas bahan aktif di dalamnya. Produk seperti maskara, foundation, atau lipstik yang kedaluwarsa berisiko tinggi menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Penggunaan produk semacam ini dapat menyebabkan iritasi, jerawat, hingga infeksi. Sayangnya, masih banyak orang yang enggan membuang makeup lama karena alasan sayang atau jarang dipakai. Padahal, risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Tak hanya kedaluwarsa, pahami pula tentang PAO (Period After Opening), yaitu masa pakai setelah kemasan dibuka. Biasanya bersimbol wadah/stoples terbuka dengan tulisan 'M' untuk bulan, misalnya 3M atau 6M.

Ketika kemasan sudah dibuka, pastikan untuk menggunakan produk tersebut selama batas PAO yang dianjurkan. Jika masih ada sisa produk dan sudah lewat batas PAO, meski masa kedaluwarsa masih lama, sebaiknya jangan gunakan lagi produk tersebut.

Apakah Kulit Perlu “Istirahat” dari Makeup?

ilustrasi make up crack

ilustrasi Kulit Wajah. foto/istockphoto

Konsep istirahat dari makeup sering dikaitkan dengan kebutuhan kulit untuk memulihkan diri. Secara ilmiah, hal yang sebenarnya perlu dijaga adalah skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Skin barrier berfungsi melindungi kulit dari lingkungan luar, bakteri, hingga polusi, serta menjaga kelembapan alami. Selama skin barrier terjaga dengan baik, kulit tetap dapat berfungsi normal meski memakai makeup setiap hari.

Meski demikian, ada kondisi tertentu ketika makeup break sangat dianjurkan. Misalnya saat skin barrier sedang melemah yang bisa ditandai dengan kulit mudah mengalami iritasi, timbul jerawat meradang, atau terasa lebih sensitif.

Dalam situasi ini, mengurangi atau bahkan menghentikan penggunaan makeup sementara waktu dapat membantu kulit lebih fokus pada proses recovery dan perbaikan lapisan pelindungnya.

Dilansir dari Pine Belt Dermatology, istirahat dari makeup berarti memberi waktu pada kulit untuk bernapas, dan itu sangat penting. Memakai makeup setiap hari tanpa jeda dapat mencegah kulit memperbaiki dirinya sendiri secara alami.

Oleh karena itu, disarankan untuk istirahat dari makeup setidaknya satu atau dua hari dalam seminggu untuk membiarkan kulit beristirahat. Di masa istirahat makeup ini, dianjurkan untuk fokus pada skincare yang menghidrasi dan menutrisi kulit, misalnya dengan pelembap, serum, hingga perlindungan dengan SPF.

Cara Aman Pakai Makeup Setiap Hari agar Kulit Tetap Sehat

Ilustrasi korean look make up

Ilustrasi Makeup. FOTO/iStockphoto

Memakai makeup setiap hari sah-sah saja, asalkan dibarengi dengan kebiasaan yang tepat. Kunci utamanya bukan pada seberapa sering makeup digunakan, melainkan bagaimana cara mempersiapkan kulit, memilih produk, dan membersihkannya kembali. Berikut cara aman memakai makeup agar kulit tetap sehat:

1. Basic Skincare sebelum Makeup

Rutinitas skincare dasar sebelum makeup berperan penting dalam menjaga kondisi kulit, terutama skin barrier. Skincare seolah menciptakan “alas” yang sehat sebelum makeup diaplikasikan.

Kulit yang terhidrasi dengan baik juga membuat makeup lebih menempel dan membuat tampilan makeup lebih sempurna. Tak hanya pelembap, jangan lupakan sunscreen atau tabir surya guna melindungi kulit.

Paparan sinar UV dapat merusak skin barrier, mempercepat penuaan kulit, dan memicu berbagai masalah kulit. Menggunakan sunscreen sebelum makeup membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari sepanjang hari.

Saat ini memang banyak produk makeup yang mengandung SPF, tapi jumlahnya sering kali tidak cukup untuk perlindungan optimal. Karena itu, penggunaan sunscreen secara terpisah tetap dianjurkan.

2. Menerapkan Teknik Double Cleansing

Double cleansing merupakan teknik membersihkan wajah dalam dua tahap, yaitu menggunakan pembersih berbasis minyak terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan pembersih berbasis air.

Tahap pertama berfungsi menghapus atau melarutkan makeup, termasuk sunscreen dan kotoran yang menempel di permukaan kulit. Tahap kedua membantu membersihkan sisa residu agar kulit benar-benar bersih.

Teknik ini sangat penting, terutama bagi yang rutin memakai makeup setiap hari. Dengan double cleansing yang tepat dan lembut, risiko pori-pori tersumbat dapat diminimalkan.

3. Minimal Makeup Look untuk Harian

Untuk penggunaan sehari-hari, memilih tampilan makeup yang ringan atau minimal bisa menjadi pilihan yang lebih ramah untuk kulit. Penggunaan produk secukupnya membantu mengurangi penumpukan lapisan di kulit sehingga pori-pori tidak terbebani secara berlebihan.

Selain itu, makeup tipis juga memudahkan proses pembersihan. Untuk minimal makeup look, sebaiknya fokus pada produk esensial seperti complexion ringan, alis, dan lip product. Wajah pun akan tetap terlihat segar tanpa terasa berat.

4. Perhatikan Kandungan Makeup yang Digunakan

Selain rutinitas pemakaian, kandungan dalam produk makeup juga berpengaruh pada kesehatan kulit. Memilih produk dengan label non-comedogenic, dermatologically tested, atau bebas alkohol keras dapat membantu mengurangi risiko iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif atau berjerawat.

Satu hal yang perlu diingat, reaksi kulit setiap orang berbeda-beda. Jadi, yang terpenting adalah memahami jenis, kebutuhan, hingga respons kulit sendiri dalam penggunaan makeup. Jangan mudah terpancing iklan atau klaim tertentu yang belum tentu cocok dan relevan untuk semua orang.

Rekomendasi Produk Makeup & Skincare Pendukung

Produk Kosmetik

Ilustrasi Produk Kosmetik. Getty Images/iStockphoto

Produk yang tepat tidak hanya membantu hasil makeup terlihat lebih baik, tapi juga mendukung fungsi skin barrier dan meminimalkan risiko iritasi. Di bawah ini adalah beberapa rekomendasi produk makeup dan skincare pendukung yang bisa dicoba.

Namun, penting diingat bahwa rekomendasi ini bersifat umum dan sebaiknya disesuaikan kembali dengan jenis serta kebutuhan kulit masing-masing.

1. Wardah Cushion Glow Colorfit Perfect Glow Cushion

Cushion ini bertekstur ringan dengan hasil akhir glowing dan mampu memberikan coverage medium hingga tinggi untuk menyamarkan noda hitam dan bekas jerawat. Kandungannya diperkaya CICA dan Hydra B-Glucan yang menjaga kelembapan kulit sehingga nyaman digunakan terutama untuk kulit normal hingga kering.

Produk ini juga dilengkapi perlindungan SPF 40 PA+++ serta telah teruji secara dermatologis, non-comedogenic, dan non-acnegenic. Hadir dalam 14 pilihan warna, Wardah Cushion Glow Colorfit Perfect Glow Cushion dapat dibeli di harga sekitar Rp119.000–Rp200.000 (15 gram).

2. Emina Daily Matte BB Cream

BB cream dari Emina ini bertekstur ringan dengan hasil akhir healthy-matte yang halus dan tahan hingga 8 jam. Produk ini menawarkan coverage medium yang dapat dibangun tanpa terasa berat sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari, terutama pada kulit normal hingga normal-berminyak.

Diformulasikan dengan oil control agent, BB cream ini membantu mengontrol kilap tanpa membuat kulit terasa kering. Kandungan vitamin E, trehalose, serta UV protection berperan menjaga kelembapan kulit sepanjang hari.

Formulanya juga non-comedogenic dan non-acnegenic, membuatnya aman digunakan tanpa khawatir memicu jerawat. Produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp30.000–Rp35.000 (16 gram).

3. Luxcrime Blur & Cover Two Way Cake

Produk ini merupakan bedak padat multifungsi dengan efek oil control yang mampu memberikan hasil akhir velvet matte. Formulasinya membantu menyamarkan ketidaksempurnaan serta meratakan tampilan kulit agar terlihat lebih mulus dan flawless.

Diperkaya UV protection, vitamin E sebagai antioksidan, serta kandungan titanium dioxide yang lembut untuk kulit sensitif, two way cake ini juga bersifat non-comedogenic sehingga aman digunakan tanpa khawatir menyumbat pori-pori.

Hadir dalam enam pilihan shade, Luxcrime Blur & Cover Two Way Cake bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp59.000–Rp99.000 (4,5–8,5 gram).

4. SOMETHINC Alpha Squalaneoxidant Deep Cleansing Oil

Produk ini merupakan cleansing oil lembut yang efektif membersihkan makeup waterproof, sunscreen, sebum, serta kotoran tanpa membuat kulit terasa kering. Kandungannya juga mampu menjaga kelembapan, menutrisi kulit, serta memperkuat skin barrier.

Menggunakan teknologi micelle, teksturnya akan berubah menjadi milky saat dibilas dengan air sehingga mampu mengangkat kotoran secara menyeluruh tanpa meninggalkan residu. SOMETHINC Alpha Squalaneoxidant Deep Cleansing Oil dibanderol dengan harga sekitar Rp60.000–Rp70.000 (40 ml).

5. Sea Makeup Acne Clear Micellar Water

Micellar water ini berdaya bersih tinggi yang diformulasikan untuk menghapus makeup wajah secara menyeluruh. Teksturnya ringan dan nyaman digunakan untuk pemakaian sehari-hari, membuat kulit terasa lebih bersih, halus, dan segar setelah dibersihkan.

Diperkaya dengan salicylic acid, bisabolol, dan mugwort, produk ini membantu merawat kulit berjerawat dengan menenangkan kemerahan, mengontrol minyak berlebih, hingga menjaga kelembapan. Produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp65.000–Rp70.000 (300 ml)

6. Jacquelle Brush Cleanser Soap

Produk ini merupakan sabun pembersih kuas makeup yang dirancang untuk membantu menghilangkan sisa produk dan kotoran secara efektif. Dengan desain permukaan bergelombang, sabun ini memudahkan proses pembersihan kuas sehingga kuas kembali bersih dan higienis.

Formulanya cruelty-free dan vegan-friendly, cocok digunakan secara rutin untuk menjaga kebersihan alat makeup dan membuat brush terasa seperti baru kembali. Produk ini bisa dibeli di harga sekitar Rp20.000–Rp40.000.

7. TERATU BEAUTY Bye Dirt Brush & Sponge Cleansing Soap with Coconut Oil

Pembersih alat makeup untuk brush dan sponge ini diformulasikan dari bahan alami guna mengangkat kotoran, minyak, serta sisa makeup. Dengan kemasan yang praktis, produk ini memudahkan pembersihan alat makeup kapan saja tanpa ribet.

Dibuat secara handmade, bebas paraben dan alkohol, Bye Dirt membantu menjaga kebersihan serta higienitas alat makeup agar tetap nyaman digunakan. Produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp30.000–Rp35.000.

Demikian penjelasan tentang mitos dan fakta terkait efek makeup pada kesehatan kulit wajah. Pada dasarnya, penggunaan makeup tidak serta-merta merusak kulit selama dibarengi dengan pemilihan produk yang tepat, cara pemakaian yang benar, serta kebiasaan membersihkan wajah secara menyeluruh.

Penting untuk diingat bahwa kondisi dan jenis kulit setiap orang berbeda-beda. Memahami kebutuhan kulit, tidak berlebihan dalam penggunaan, dan tetap menjaga rutinitas skincare yang konsisten adalah kunci agar kulit tetap sehat meski menggunakan makeup setiap hari.

Butuh informasi lain seputar makeup? Temukan tips hingga rekomendasi produk pilihan melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Makeup

Baca juga artikel terkait MAKEUP atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani