Menuju konten utama

Orang dengan Banyak Hobi, Apa Untungnya Jadi Multipotentialite?

Orang dengan banyak hobi kerap dituding "gagal fokus" karena minatnya di berbagai bidang. Simak apa saja manfaat memiliki banyak hobi dan tips mengelolanya.

Orang dengan Banyak Hobi, Apa Untungnya Jadi Multipotentialite?
Header hobi. tirto.id/Quita
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Orang yang memiliki banyak hobi biasanya memiliki kehidupan yang lebih berwarna dan dinamis. Mereka cenderung lebih kreatif karena terus-menerus mengeksplorasi hal-hal baru dan mengasah berbagai keterampilan. Namun, benarkan punya banyak hobi menguntungkan?

Hobi dapat diartikan sebagai segala aktivitas yang dilakukan seseorang di luar kewajibannya sehari-hari, biasanya dengan tujuan untuk bersenang-senang, belajar, atau sekadar melepas penat.

Hobi juga membawa banyak manfaat bagi kesehatan mental karena membantu mengurangi stres. Hobi juga bisa meningkatkan kreativitas, bahkan mampu memperluas jejaring sosial melalui interaksi dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.

Di sisi lain, ada sebagian orang yang merasa bahwa mereka memiliki lebih dari satu hobi karena berminat di banyak hal. Kelompok orang ini biasanya disebut sebagai multipotentialite, istilah bagi mereka yang menikmati beragam minat sekaligus.

Dengan memiliki banyak minat dan kemampuan, multipotentialite terlihat memiliki kehidupan yang lebih berwarna. Meski terlihat memiliki banyak kelebihan, multipotentialite kerap dianggap berpotensi “gagal fokus” karena mencoba terlalu banyak hal sekaligus. Namun, benarkah demikian?

Apa Itu Multipotentialite?

Ilustrasi IQ

Ilustrasi Multipotentialite Getty Images/iStockphoto

Multipotentialite adalah istilah yang berasal dari kata multipotentiality, sebuah konsep psikologi yang menggambarkan bahwa seseorang memiliki banyak minat dan kemampuan dalam berbagai bidang sekaligus, bukan hanya fokus pada satu keahlian saja.

Konsep multipotentiality sendiri sudah ada sejak era 1970-an. Namun, istilah multipotentialite dipopulerkan oleh Emilie Wapnick melalui TED Talk yang berjudul Why Some of Us Don’t Have One True Calling.

Emilie Wapnick menggunakan istilah ini untuk menggambarkan individu yang tidak punya satu pekerjaan atau panggilan “sejati” yang membuat mereka terikat sepanjang hidup, tapi justru tertarik dan aktif dalam banyak bidang yang berbeda.

Dikutip dari laman Forbes, multipotentialite biasanya memiiki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Karier dinamis: Karier multipotentialite jarang mengikuti jalur linier/tradisional, mereka bisa berpindah bidang, peran, atau industri yang berbeda karena tertarik pada banyak hal sekaligus.
  • Penghubung ide yang unik: Multipotentialite punya kemampuan alami melihat hubungan antara ide‑ide yang tampak tidak terkait sehingga sering menghasilkan solusi kreatif atau pemikiran inovatif.
  • Haus tantangan baru: Daripada bertahan di zona nyaman, multipotentialite cenderung mencari tantangan baru ketika merasa bosan karena suatu hal sudah terasa terlalu mudah atau monoton.
  • Pabrik ide kreatif: Mereka terus menghasilkan banyak ide, sering kali jauh lebih banyak daripada yang bisa mereka wujudkan, karena kreativitas dan rasa ingin tahu yang tinggi.
  • Anti monoton dan adaptif: Kebosanan terhadap rutinitas membuat mereka lebih memilih lingkungan yang dinamis sehingga mereka bisa memanfaatkan beragam pengalaman dan keahlian, dan mereka cepat beradaptasi.
  • Berani mencoba hal baru: Keluar dari zona nyaman bukan hal yang menakutkan bagi multipotentialite, justru hal itu menarik karena mereka senang belajar dan mendapatkan pengalaman baru.

Apakah Banyak Hobi Bikin Gagal Fokus?

Ilustrasi Hobi
Ilustrasi Hobi. FOTO/iStockphoto

Memiliki banyak minat di berbagai bidang berarti memiliki berbagai pilihan untuk langkahnya di masa depan, misalnya berkaitan dengan studi atau karier. Namun, ada anggapan bahwa multipotentialite bisa “gagal fokus” karena bisa berpindah-pindah atau menjalani banyak passion sekaligus.

Berdasarkan studi Multipotentiality, Giftedness, and Career Choice: A Review, memiliki banyak hobi atau minat tidak serta-merta membuat seseorang gagal fokus. Namun, multipotentialite memang memiliki tantangan tersendiri karena dihadapkan pada terlalu banyak pilihan yang sama-sama menarik.

Jadi, tantangan utamanya adalah proses menentukan prioritas dan mengambil keputusan jangka panjang. Dalam hal karier, misalnya, studi ini menjelaskan bahwa multipotentialite bisa kesulitan menentukan pekerjaan yang ingin ditekuni karena ada banyak pilihan.

Studi ini juga mengungkap bagaimana psikologis orang banyak hobi. Memiliki banyak minat bisa membuat individu merasa tertekan untuk mengeksplorasi semua bakat mereka.

Ada tekanan untuk menjadi sempurna dalam semua hal yang mereka bisa. Sayangnya, hal ini bisa berujung pada kelelahan, stres, atau perasaan gagal jika ada salah satu bakat yang tidak terpakai.

Di sisi lain, juga ada dorongan untuk mencoba semua hal yang mereka bisa. Akibatnya, multipotentialite kerap menunda karier atau pekerjaan yang “tetap” karena ragu untuk berkomitmen pada satu pekerjaan.

Menerima Diri sebagai Multipotentialite

Work Life Balance
Ilustrasi Multipotentialite. foto/istockphoto

Meski memiliki tantangan tersendiri, multipotentialite bukanlah sebuah kekurangan yang perlu ditakuti. Menurut Forbes, jika merasa memiliki banyak hobi atau minat, langkah pertama yang paling penting adalah menerimanya, bukan justru denial atau menolaknya.

Alih-alih melabeli diri sebagai orang yang tidak konsisten, multipotentialite perlu melihat dirinya sebagai individu dengan keunikan dan bakat yang beragam.

Oleh karena itu, lingkungan yang paling cocok adalah peran atau pekerjaan yang menghargai inovasi, fleksibilitas, dan pemikiran kreatif, bukan yang menuntut rutinitas kaku dan pola kerja yang serba seragam.

Selain memilih lingkungan yang tepat, multipotentialite juga disarankan aktif mencari ruang untuk berkontribusi lintas fungsi, misalnya melalui proyek kolaboratif yang melibatkan berbagai aspek dalam satu organisasi.

Di saat yang sama, rasa ingin tahu dan semangat belajar perlu terus dipelihara karena menjadi sumber energi utama bagi multipotentialite. Dengan menemukan benang merah dari berbagai minat yang dimiliki, multipotentialite tetap bisa menjalani karier atau masa depan yang utuh.

Manfaat Punya Banyak Hobi

Memiliki banyak hobi tidak hanya membuat hidup lebih menyenangkan, tapi juga membawa berbagai manfaat bagi kesehatan fisik, mental, hubungan sosial, hingga kemampuan diri secara keseluruhan.

Jadi, hobi sebenarnya bukan sekadar aktivitas pengisi waktu. Hobi justru menjadi cara efektif untuk mengelola stres, memperluas jejaring sosial, dan bahkan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif yang bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan.

Manfaat Hobi bagi Kesehatan Mental

Ilustrasi baca novel
Ilustrasi Hobi Membaca Buku. (FOTO/iStockphoto)

Salah satu manfaat paling banyak diteliti dari hobi adalah dampaknya terhadap kesehatan mental. Menekuni hobi atau kegiatan yang disukai ternyata berkaitan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Sebuah studi tahun 2025 bertajuk Exploring the Impact of Hobbies on Mental Health and Well-Being: A Scoping Review menyimpulkan bahwa hobi secara signifikan berkaitan dengan tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang lebih rendah serta peningkatan kepuasan hidup dan kesejahteraan secara umum.

Hobi membantu mempromosikan relaksasi dan kesenangan, yang memainkan peran penting dalam mitigasi tekanan psikologis sehari-hari.

Menurut laman La Jolla Mental Health, hobi bisa membantu mengurangi stres karena beberapa mekanisme psikologis dan fisiologis yang bekerja ketika seseorang terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan.

Hobi memberikan istirahat mental dari tekanan sehari-hari seperti pekerjaan atau kewajiban sehingga pikiran dapat “beralih mode” dan kortisol (hormon yang terkait dengan stres) akan menurun ketika seseorang fokus pada sesuatu yang menyenangkan, bukan pada tekanan hidup.

Dengan demikian, otak dan tubuh bisa “reset” sehingga seseorang bisa kembali menghadapi kesibukan dengan energi dan fokus yang lebih segar. Selain itu, melakukan hobi yang disukai juga dapat menciptakan kesenangan positif dan pengalaman bermakna.

Aktivitas seperti berkreativitas, menjalankan permainan yang menantang, atau bertemu dengan orang lain dari komunitas hobi dapat memicu pelepasan dopamin, yaitu “hormon bahagia” yang membantu meningkatkan suasana hati dan meredakan kecemasan.

Hobi yang melibatkan interaksi sosial juga membantu membangun dukungan emosional serta mengurangi rasa kesepian dan isolasi (keduanya termasuk faktor yang sering memperburuk stres).

Manfaat Hobi bagi Relasi dan Lingkungan Sosial

Ilustrasi Sosiologi
Ilustrasi Hubungan Sosial. foto/IStockphoto

Memiliki banyak hobi sering kali membuka kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain di luar lingkungan keseharian kita, baik itu melalui klub, kelas komunitas, kelompok olahraga, atau forum online.

Oleh karena itu, hobi sering kali bertindak sebagai "tiket masuk" ke dalam komunitas baru. Hobi bisa menjadi alat sosial yang kuat untuk memperluas jaringan pertemanan dan memperkuat keterikatan sosial.

Keterlibatan dalam aktivitas yang sama memberikan peluang alami untuk berkomunikasi. Kesamaan minat dapat menghilangkan kecanggungan saat memulai percakapan sehingga kita bisa lebih mudah dalam membangun hubungan sosial.

Berkat hobi, relasi dan jaringan pertemanan pun bisa lebih luas, melampaui hubungan sosial di lingkup rumah/keluarga atau lingkungan kerja.

Manfaat Hobi bagi Karier dan Finansial

ilustrasi wanita karir
Ilustrasi Karier. FOTO/iStockphoto

Kesehatan mental yang terjaga dan relasi luas berkat hobi pada akhirnya bisa berdampak pada karier kita ke depannya. Saat pikiran lebih segar dan stres lebih terkelola, seseorang cenderung bekerja dengan lebih fokus, kreatif, dan produktif.

Banyak hobi juga melatih keterampilan yang relevan dengan dunia profesional. Dari perspektif pekerjaan, hobi sering kali melibatkan kreativitas, pemecahan masalah (problem-solving), disiplin, dan kemampuan untuk belajar hal baru.

Semua ini merupakan soft skills yang sangat berherga di dunia kerja modern. Melibatkan diri dalam berbagai aktivitas hobi membantu otak berpikir fleksibel dan inovatif ketika menghadapi tantangan profesional, sekaligus mengembangkan kemampuan organisasional, kolaborasi, dan manajemen waktu.

Sebagai contoh, hobi menulis dapat meningkatkan kemampuan menyusun ide secara sistematis, sementara olahraga tim mengasah kerja sama dan disiplin, dan semua ini bisa berkontribusi positif pada pekerjaan atau karier yang sedang dijalani.

Tak hanya itu, hobi juga bisa berdampak pada karier dan finansial dari sisi lain. Kegiatan yang awalnya hanya dijalankan untuk kesenangan bisa berkembang menjadi keterampilan tersendiri yang punya nilai profesional.

Misalnya, hobi fotografi bisa berujung pada pekerjaan lepas sebagai fotografer, keterampilan menulis bisa membuka peluang menjadi penulis konten, atau hobi bermusik dapat berkembang menjadikan kita sebagai musisi profesional.

Terakhir, pengalaman menjalani hobi dan mengikuti komunitas yang berbeda membantu individu lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial yang beragam, ini adalah keterampilan penting dalam dunia kerja yang terus berubah.

Ketika seseorang tidak hanya fokus pada satu bidang, mereka cenderung mengembangkan mindset pembelajar seumur hidup yang dapat membawa peluang karir tak terduga di masa depan.

Tips Mengelola Banyak Hobi Agar Tidak Overwhelm

Ilustrasi Hobi

Ilustrasi Hobi. FOTO/iStockphoto

Memiliki banyak hobi memang menyenangkan, tapi tanpa pengelolaan yang tepat, hal ini bisa terasa melelahkan. Kunci utamanya bukan mengurangi minat, melainkan mengatur ritme agar tetap seimbang dengan pekerjaan, keluarga, dan waktu istirahat. Berikut beberapa tips agar banyak hobi tetap terasa menyegarkan, bukan membebani:

1. Sesuaikan Hobi dengan Waktu dan Energi

Setiap fase kehidupan memiliki tuntutan yang berbeda. Ada masa ketika pekerjaan sedang padat, ada juga periode yang lebih longgar. Karena itu, penting untuk menyesuaikan hobi dengan ketersediaan waktu dan energi.

Pilih satu atau dua hobi yang paling relevan atau paling memberi manfaat saat ini, sementara yang lain bisa dijalankan sesekali. Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati semuanya tanpa merasa kewalahan.

2. Tetapkan Jadwal Hobi secara Fleksibel

Tidak semua hobi harus dilakukan setiap hari atau setiap minggu secara kaku. Buat jadwal yang realistis dan fleksibel, misalnya membaca 20 menit sebelum tidur atau olahraga ringan dua kali seminggu.

Fleksibilitas membantu kita tetap konsisten tanpa merasa tertekan. Jika suatu minggu terasa sibuk, kita bisa menyesuaikan aktivitas tanpa rasa bersalah.

3. Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas

Memiliki banyak hobi bukan berarti harus menekuni semuanya secara bersamaan dalam intensitas tinggi. Lebih baik menikmati satu aktivitas dengan penuh perhatian daripada mencoba lima hal sekaligus, tapi setengah hati.

Dengan fokus pada kualitas, pengalaman hobi menjadi lebih bermakna dan memberikan kepuasan yang lebih dalam. Kalaupun ingin menekuni semuanya secara mendalam, kita kembali pada poin nomor 2, yaitu membuat jadwal yang memadai dan masuk akal.

4. Gabungkan Hobi yang Bisa Saling Mendukung

Mengombinasikan dua minat bisa menjadi cara cerdas untuk menghemat waktu sekaligus memperkuat keterampilan. Jika memiliki minat di bidang kuliner (misalnya memasak atau baking) dan di bidang fotografi, kita bisa memadukannya.

Hasil karya keduanya yang berupa foto-foto makanan dapat kita bagikan di media sosial atau sebagai koleksi pribadi. Strategi ini membuat berbagai hobi yang kita punya jadi terasa lebih terarah dan saling memperkaya.

5. Jangan Merasa Bersalah jika Meninggalkan Sementara Hobi Tertentu

Minat bisa berubah seiring waktu, dan itu adalah hal yang wajar. Jika ada hobi yang untuk sementara waktu tidak lagi terasa menyenangkan atau tidak sesuai dengan kondisi saat ini (misalnya karena kesibukan pekerjaan), tidak apa-apa untuk meninggalkannya sejenak.

Bagi multipotentialite yang memiliki dorongan untuk sempurna di banyak bidang yang diminatinya, menghilangkan rasa bersalah mungkin bukan hal yang mudah, tapi layak untuk dilatih. Hobi seharusnya menjadi sumber kebahagiaan, bukan tekanan, dan kita selalu bisa kembali ketika waktunya tepat.

Demikian penjelasan tentang orang yang punya banyak hobi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki beragam minat adalah sebuah keunikan yang bisa menjadi hal berharga ketika dimanfaatkan dengan baik. Jadi, tidak ada salahnya untuk terus mengeksplorasi hal-hal yang disukai, selama tetap selaras dengan tujuan dan kebutuhan hidup.

Temukan berbagai tips bermanfaat, rekomendasi produk, hingga informasi menarik lain tentang gaya hidup melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Gaya Hidup

Baca juga artikel terkait HOBI atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani