Menuju konten utama

Daftar 8 Nama TNI yang Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon

Daftar nama prajurit TNI UNIFIL yang jadi korban serangan Israel di Lebanon. Tercatat ada 3 orang tewas dan 5 orang terluka.

Daftar 8 Nama TNI yang Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berjalan untuk melakukan pemeriksaan pasukan pada upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU

tirto.id - Insiden yang menimpa prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026 mengakibatkan sejumlah korban gugur dan luka-luka.

Dua peristiwa berbeda di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon memakan korban para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Secara keseluruhan, terdapat delapan prajurit yang menjadi korban, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (gugur), Sertu Muhammad Nur Ichwan (gugur), Praka Farizal Rhomadhon (gugur), serta Lettu Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto yang mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.

PBB menggelar Sidang Darurat Dewan Keamanan yang digelar pada 31 Maret 2026 merupakan hasil dorongan Indonesia bersama Prancis, sebagai bentuk keseriusan dalam merespons insiden yang menewaskan tiga prajurit dan melukai lima lainnya.

Dalam forum tersebut, Indonesia tidak hanya menyampaikan kecaman keras, tetapi juga secara terbuka menyebut nama para korban sebagai bentuk penghormatan.

Biar saya perjelas, kami menuntut penyelidikan langsung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan sekadar alasan-alasan dari Israel," tegas Dubes Umar Hadi.

Daftar TNI yang Jadi Korban di Serangan Israel di Lebanon

Berikut daftar prajurit TNI di bawah bendera UNIFIL yang mengalami insiden tragis di Lebanon:

1. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (Gugur)

Kapten Zulmi merupakan perwira TNI AD yang bertugas sebagai Komandan Kompi dalam Satgas Kontingen Garuda di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ia gugur pada 30 Maret 2026 saat menjalankan tugas pengawalan konvoi logistik (CSSU) di wilayah Bani Haiyyan, Lebanon Selatan. Kendaraan taktis yang ditumpanginya menjadi sasaran ledakan hebat saat konvoi berbelok, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa di lokasi.

2. Sertu Muhammad Nur Ichwan (Gugur)

Sertu Ichwan adalah prajurit TNI AD yang turut berada dalam kendaraan pertama bersama Kapten Zulmi. Ia gugur dalam insiden ledakan yang sama di Bani Haiyyan pada 30 Maret 2026.

Karena situasi di lokasi masih sangat berbahaya dengan intensitas serangan tinggi, jenazahnya sempat tertinggal dan tidak dapat segera dievakuasi.

3. Praka Farizal Rhomadhon (Gugur)

Praka Farizal, prajurit kelahiran Kulon Progo (3 Januari 1998), merupakan anggota Yonif 113/Jaya Sakti yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda.

Ia gugur sehari sebelumnya, pada 29 Maret 2026, saat posisi pasukan Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr terkena serangan artileri tidak langsung di tengah baku tembak di Lebanon Selatan. Serangan tersebut mengenai area penugasan dan menyebabkan ia meninggal di tempat.

4. Lettu Sulthan Wirdean Maulana (Luka Berat)

Lettu Sulthan adalah perwira TNI AD yang ikut dalam konvoi pengawalan pada 30 Maret 2026. Ia berada di kendaraan yang terkena ledakan di Bani Haiyyan dan mengalami luka berat. Setelah mendapatkan penanganan awal di sektor timur UNIFIL, ia dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif.

5. Praka Deni Rianto (Luka Berat)

Praka Deni merupakan salah satu prajurit yang berada di kendaraan pertama saat ledakan terjadi pada 30 Maret 2026. Ia mengalami luka berat akibat dampak ledakan dan segera dievakuasi bersama korban lain ke markas sektor timur sebelum diterbangkan ke Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

6. Praka Rico Pramudia (Luka Berat)

Praka Rico mengalami luka berat akibat serangan artileri yang terjadi pada 29 Maret 2026 di Adchit Al Qusayr. Ia merupakan bagian dari kontingen Indonesia yang posnya terkena tembakan tidak langsung. Setelah kejadian, ia mendapatkan perawatan intensif dan kemudian dievakuasi ke rumah sakit rujukan untuk penanganan lebih lanjut.

7. Praka Bayu Prakoso (Luka Ringan)

Praka Bayu termasuk prajurit yang terluka dalam serangan artileri pada 29 Maret 2026. Ia mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Level I UNIFIL. Kondisinya dilaporkan stabil setelah perawatan awal.

8. Praka Arif Kurniawan (Luka Ringan)

Praka Arif juga menjadi korban luka ringan dalam insiden serangan artileri di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Ia dirawat bersama korban lainnya di fasilitas medis UNIFIL dan tidak memerlukan evakuasi lanjutan karena kondisinya relatif stabil.

Baca juga artikel terkait PASUKAN PERDAMAIAN PBB atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra