Menuju konten utama

Mutilasi Ibu di Lahat, AF Jual Emas Rp75 Juta demi Judi Online

Polisi kembangkan kasus mutilasi ibu kandung di Lahat dengan dugaan keterlibatan AF dalam peredaran narkoba.

Mutilasi Ibu di Lahat, AF Jual Emas Rp75 Juta demi Judi Online
Penemuan mayat IRT dalam keadaan termutilasi dan terkubur dalam karung di Lahat, Rabu (8/4/2026) dini hari. Foto/Humas Polres Lahat

tirto.id - Kasus pembunuhan disertai mutilasi ibu rumah tangga, SA (63), oleh anak kandungnya sendiri, AF (23), mengungkap fakta baru. Pelaku sempat membakar tubuh korban lalu membawa kabur perhiasan emas senilai Rp75 juta buat main judi online (judol).

Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, mengungkapkan, tersangka nekat membunuh ibunya karena tak diberikan uang buat main judol. Setelah menguburkan potongan tubuh korban, tersangka mengambil emas seberat 13 gram.

"Sesuai niat awalnya, tersangka ambil emas milik ibunya setelah korban meninggal," ungkap Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, Kamis (9/4/2026).

Dari pemeriksaan, tersangka mengaku menjual emas itu dan mendapatkan uang Rp75 juta. Uang tersebut habis digunakan tersangka untuk main judol jenis slot.

"Tersangka mengakui sudah ketagihan judol," kata Novi.

Penyidik masih mengembangkan kasus ini dengan dugaan keterlibatan tersangka dalam peredaran narkoba. Tersangka bakal menjalani tes urine untuk memastikannya.

"Sejauh ini indikasi narkoba atau miras belum ada, tapi masih kita dalami," kata Novi.

Selain itu, polisi juga menemukan fakta baru terkait awal pembunuhan hingga penguburan korban. Tersangka membunuh ibunya dengan cara membacok leher berkali-kali hingga nyaris putus.

Perbuatan itu dilakukan di Danau Belidang, Mulak Sebingkai, Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu (28/3/2026) siang. Tersangka lalu mencari bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite untuk membakar korban.

Tersangka kesal lantaran api sudah padam sebelum tubuh ibunya hancur. Dia lantas mencari karung dan didapatkan empat buah tetapi tubuh korban tak muat ketika dimasukkan.

Tersangka mengambil tindakan memutilasi tubuh korban menjadi banyak bagian. Potongan tubuh itu dimasukkan dalam tiga karung.

Tersangka membawa karung-karung itu ke kebun milik ibunya di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat. Agar tidak dicurigai, tersangka menyembunyikannya di semak-semak.

Selanjutnya tersangka bertemu dua temannya, R dan N, lalu menyuruh membuat lobang dengan upah Rp300 ribu. Tersangka berdalih lobang itu digunakan untuk mencetak getah karet.

"Yang menggali dua teman tersangka, diupah bayaran. Tapi menguburkannya tersangka sendiri karena kedua saksi tidak tahu," kata Novi.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Karang Dalam, Pulau Pinang, Lahat, geger dengan penemuan mayat termutilasi dan dikubur dalam karung. Korban diketahui seorang ibu rumah tangga inisial SA (63), warga setempat.

Keberadaan korban tak lagi diketahui sejak sepekan lalu. Keluarga telah mencari korban kemana-mana namun tak kunjung ditemukan hingga dilaporkan ke polisi atas orang hilang.

Anak korban, S (49), curiga dengan adanya galian tanah yang masih baru di kebun milik korban tak jauh dari rumahnya, Selasa (7/4/2026) pukul 22.00 WIB.

Saksi lantas melapor ke kepala desa hingga akhirnya warga sepakat melakukan penggalian beberapa jam kemudian. Warga menemukan tiga karung dalam galian sedalam 1,5 meter.

Saksi kaget bukan main karena begitu dibuka semua karung itu berisi potongan tubuh korban. Polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke kamar mayat guna dilakukan autopsi.

Baca juga artikel terkait DAMPAK JUDI ONLINE atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah