Menuju konten utama

Modal Asing Masuk ke Pasar RI Capai USD1,8 Miliar di November

Peningkatan arus modal asing ini berkontribusi pada penguatan posisi cadangan devisa Indonesia.

Modal Asing Masuk ke Pasar RI Capai USD1,8 Miliar di November
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025). BI menyatakan siap menanggung sebagian beban bunga untuk sejumlah program strategis pemerintah khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi kerakyatan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal asing atau capital inflow yang masuk ke pasar finansial Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan pada kuartal-IV 2025. Hingga 17 November 2025, investasi portofolio mencatat net inflows sebesar 1,8 miliar dolar AS.

“Pada triwulan IV 2025, investasi portofolio hingga 17 November 2025 membaik yang mencatat net inflows sebesar 1,8 miliar dolar AS terutama ditopang aliran masuk investasi ke saham,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers daring, Rabu (19/11/2025).

Peningkatan arus modal asing ini berkontribusi pada penguatan posisi cadangan devisa Indonesia. Pada akhir Oktober 2025, cadangan devisa tercatat naik menjadi 149,9 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Posisi cadangan devisa berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ujarnya.

Meski arus modal kuartal IV membaik, Perry mengungkapkan bahwa pada kuartal III 2025, investasi portofolio sempat mengalami net outflows seiring meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Sementara itu, transaksi berjalan pada kuartal-III 2025 diperkirakan mencatat surplus didukung kenaikan ekspor nonmigas.

Ekspor andalan yang menopang surplus tersebut antara lain minyak kelapa sawit (CPO) ke India, logam mulia dan perhiasan ke Swiss, serta batu bara ke Tiongkok.

Untuk outlook 2025 secara keseluruhan, transaksi berjalan diprakirakan berada pada kisaran surplus 0,1 persen hingga defisit 0,7 persen dari PDB.

Sementara untuk tahun 2026, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprakirakan tetap baik didukung defisit transaksi berjalan yang rendah dan sehat, serta aliran modal yang meningkat sejalan dengan prospek ekonomi Indonesia yang lebih baik.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra