tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menilai kehati-hatian Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) dalam menurunkan suku bunga acuan, Fed Fund Rate (FFR) telah memicu aliran modal asing keluar dari negara-negara emerging market, termasuk Indonesia.
Berdasarkan catatan BI, pada pekan lalu saja tepatnya pada periode 10-13 November 2025, modal asing keluar dari Indonesia mencapai Rp3,79 triliun.
“Dari pasar keuangan, ketidakpastian kembali meningkat dipengaruhi oleh penurunan suku bunga kebijakan bank sentral AS yang dinilai pasar lebih berhati-hati (less dovish),” ujarnya, dalam Konferensi Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2025 secara daring, Rabu (19/11/2025).
Sebaliknya, kebijakan tarif yang menahan penurunan inflasi AS serta kondisi pasar tenaga kerja yang belum kuat akibat kebijakan imigrasi dan berhentinya aktivitas Pemerintah di AS, diperkirakan mendorong The Fed menahan penurunan Fed Funds Rate (FFR) di sisa 2025. Hal ini lantas membuat aliran modal global lebih banyak masuk ke komoditas emas dan aset keuangan AS sebagai safe haven asset.
“Sehingga, mendorong peningkatan harga emas dan penguatan indeks mata uang dolar AS (DXY). Sementara itu, aliran modal ke emerging market lebih terbatas ke pasar saham,” tambah dia.
Menurut Perry, perkembangan ini memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan global, menjaga ketahanan eksternal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Karena kondisi inilah, yang menjadi salah satu sebab BI menahan suku bunga acuan tetap berada di level 4,75 persen pada RDG November 2025.
Selain itu, suku bunga Deposit Facility juga tetap di level 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility tetap di 5,50 persen.
“Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan jangka pendek pada stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak meningkatnya ketidakepastian global dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelanggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini,” papar Perry.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































