Menuju konten utama

MKD Putuskan Rahayu Saraswati Tetap Menjadi Anggota DPR

Penetapan status keanggotaan Rahayu Saraswati diputuskan dalam rapat tertutup MKD guna menindaklanjuti surat Majelis Kehormatan Partai Gerindra.

MKD Putuskan Rahayu Saraswati Tetap Menjadi Anggota DPR
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo berpose usai wawancara khusus dengan Kantor Berita ANTARA di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2025).ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memutuskan politikus Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, tetap menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029. Diketahui, sebelumnya Rahayu Saraswati pernah menyatakan pengunduran dirinya dari kursi anggota DPR RI pada Rabu (20/9/2025).

Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, mengatakan keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat internal yang digelar MKD pada Rabu (29/10/2025).

Keputusan itu juga diambil usai MKD menerima surat dari Majelis Kehormatan Partai Gerindra Nomor 10-043/B/MK-GERINDRA/2025 perihal surat keterangan terkait keanggotaan Rahayu Saraswati. Surat itu dikirim pada 16 Oktober 2025.

“MKD DPR RI memutuskan bahwa Saudari Rahayu Saraswati tetap sebagai Anggota DPR RI periode 2024-2029,” kata Dek Gam dalam keterangan resmi, Kamis (30/10/2025).

Lalu, Dek Gam mengatakan keputusan itu diambil setelah melakukan pembahasan dan mempertimbangkan aspek hukum, ketentuan Tata Beracara MKD, serta putusan Majelis Kehormatan Partai Gerindra.

Diberitakan sebelumnya, Politikus Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengundurkan diri dari kursi anggota DPR RI periode 2024-2029. Keputusan ini ia sampaikan melalui sebuah video pernyataan yang diunggah melalui akun instagramnya @rahayusaraswati pada Rabu (10/9/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Dengan ini saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Gerindra," kata Saras.

Saras mengatakan pengunduran dirinya ini menyusul kontroversi yang muncul dari cuplikan wawancaranya yang kembali viral menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI.

Potongan wawancara berdurasi sekitar dua menit itu menurutnya diambil tanpa konteks dan menyakiti perasaan masyarakat, khususnya kalangan anak muda yang sedang berjuang membangun usaha.

"Walaupun niat saya sebenarnya ingin mendorong entrepreneurship, terutama di zaman transformasi digital yang membuka peluang seluas-luasnya di dunia ekonomi kreatif, saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk masih bisa bertahan hidup," ucap keponakan Presiden Prabowo Subianto itu.

Baca juga artikel terkait RAHAYU SARASWATI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto