tirto.id - Rahayu Saraswati menyampaikan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI pada Rabu (10/9/2025). Pengunduran diri anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati.
Pengunduran diri Rahayu Saraswati terjadi di tengah belum jelasnya pengisi posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru, setelah Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025).
Namun, hingga pernyataan pengunduran diri disiarkan via Instagram, tak ada pernyataan pasti dari Rahayu Saraswati terkait tugasnya ke depan untuk masuk kabinet.
“Sementara [soal pengunduran Rahayu dari DPR RI] menunggu proses, maka saudari Sara (sapaan akrab Rahayu Saraswati) akan dinonaktifkan dari DPR,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi, terkait pengunduran diri Rahayu, dikutip dari ANTARA.
Kenapa Rahayu Saraswati Mundur dari DPR?
Sembari menyampaikan pengunduran diri, Rahayu Saraswati juga mengungkapkan permintaan maaf atas pernyataannya yang dinilai menyakiti sejumlah pihak. Sara –sapaan Rahayu Saraswati– merujuk pada pernyataannya di siniar YouTube ANTARA TV Indonesia berjudul “Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif”
Dalam siniar tersebut, Rahayu Saraswati menyinggung persoalan kewirausahaan di kalangan anak muda. Ia meminta agar anak muda untuk mandiri dengan mendirikan usaha, alih-alih hanya bergantung pada industri padat karya dan pemerintah. Sebutnya kala itu, pihak yang masih bergantung itu sebagai orang yang terjebak di zaman kolonial.
“Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk masih bertahan hidup,” kata Sara dalam unggahannya di Instagram.
Ia mengatakan, bahwa potongan video siniar di menit 25-27, telah disalahgunakan dan disebarluaskan lagi, sekiranya pada Agustus 2025. Sebelumnya, siniar itu ditayangkan melalui YouTube pada Februari 2025.
Meski ia mempersilakan masyarakat untuk menonton kembali siniar itu, agar memahami konteksnya, namun Rahayu Saraswati tak menampik bahwa kesalahan tetap ada di pihaknya.
“Saya paham betul, bahwa memulai usaha tidaklah mudah, namun saya menyadari bahwa saya memiliki privilese yang sangat besar, keluarga termasuk suami, yang mendukung saya berusaha,” tuturnya.
“Kesalahan sepenuhnya ada di saya,” tegas Rahayu.
Setelah menyatakan permintaan maaf, Rahayu menyampaikan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Namun, Sara tak secara gamblang mengkorelasikan permintaan maaf itu sebagai alasan pengunduran dirinya.
“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra, saya berharap masih dapat diberikan kesempatan sampai menyelesaikan tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan, yang merupakan produk legislasi kami di Komisi VII,” kata Rahayu dalam video berdurasi 6,06 menit.
Meski mundur, Sara menyatakan bahwa dirinya masih akan mengabdi ke masyarakat, terutama di Dapilnya DKI Jakarta III. Sumbangsih itu, kata Sara, juga untuk alat kesehatan hingga pelatihan kewirausahaan.
“Saya mohon maaf jika saya telah mengecewakan Anda, selama saya mengemban tugas ini, dengan sisa dana yang ada di rekening khusus untuk Dapil, saya akan terus memberikan bantuan alat kesehatan, pelatihan-pelatihan kewirausahaan, dan sebisanya mendukung pemberdayaan anak-anak muda, sampai dana tersebut habis,” papar Rahayu.
“Saya tetap berkomitmen untuk berjuang melawan perdagangan orang, pengelolaan sampah berkelanjutan, dan isu krisis iklim, pemberdayaan anak-anak muda Indonesia, dan keterwakilan perempuan melalui organisasi yang saya pimpin maupun saya rintis,” tambahnya.
Apakah Rahayu Saraswati Berpeluang Jadi Menpora Baru Pengganti Dito?
Mundurnya Rahayu Saraswati dari kursi Senayan, memunculkan indikasi bahwa sosoknya berpeluang menjadi Menpora baru pengganti Dito Ariotedjo. Sejak reshuffle dilakukan Senin (8/9/2025), Prabowo belum lagi melantik Menpora anyar.
Alasannya, kata Istana, Menpora baru yang ditunjuk sedang berada di luar kota saat pelantikan menteri-menteri anyar pada Senin sore.
“Sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari ini," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dikutip dari ANTARA, Senin (8/9/2025).
Kemungkinan pengganti Dito di luar Partai Golkar juga terbuka. Mengingat, sepeninggal kader Golkar di pos Menpora oleh Dito, partai berlogo pohon beringin itu menempatkan satu kadernya di pos Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada sosok Mukhtarudin.
Walakin, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah isu pertukaran kursi Menpora dengan P2MI. Kata dia, hal itu merupakan hak prerogatif Presiden. Alih-alih tukar-menukar, Bahlil menyebut penunjukan Mukhtarudin berdasarkan rekomendasi partai sebagaimana mestinya.
"Saya tidak mengatakan ditukar, tapi ini penugasan dari Bapak Presiden," kata Bahlil dikutip dari ANTARA, Senin.
"Kami dari partai hanya merekomendasikan, tapi keputusan tetap pada Bapak Presiden. Itu hak prerogatif Presiden," tambah Bahlil.
Terlepas dari hal itu, Rahayu Saraswati menjadi salah satu orang, yang ikut serta mendatangi rumah Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin malam.
Selain Rahayu, terdapat tokoh dari Partai Gerindra lain yang turut serta mendatangi Prabowo, antara lain Ahmad Muzani, Habiburokhman, Bob Hasan, hingga Kamrussamad. Selain itu, hadir pula selebritas politik Fraksi Gerindra DPR RI yakni Ahmad Dhani, Mulan Jameela, hingga Rachel Maryam.
Namun indikasi pertemuan itu untuk membahas kursi Menpora, nampaknya juga masih kabur. Usai pertemuan, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono hanya mengungkapkan, bahwa Prabowo berpesan ke kadernya agar menjaga tingkah laku di hadapan publik.
"Ini adalah untuk ke dalam internal, tidak membahas substansi yang lebih dari apa yang saya sampaikan," kata pria yang menjabat Menteri Luar Negeri itu, dikutip dari ANTARA.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id
































