Menuju konten utama

Minum Kopi saat Perut Kosong Berbahaya Tidak? Ini Penjelasannya

Minum kopi saat perut kosong sering dianggap berbahaya. Simak fakta medis, dampaknya bagi lambung, serta tips aman menikmati kopi di pagi hari tanpa perih.

Minum Kopi saat Perut Kosong Berbahaya Tidak? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Minum Kopi. foto/istockphoto

tirto.id - Kebiasaan minum kopi saat perut kosong kerap menimbulkan perdebatan. Kopi dikenal sebagai salah satu minuman favorit banyak orang, terutama untuk menemani aktivitas di pagi hari. Kandungan kafein di dalamnya sering dianggap mampu membantu tubuh terasa lebih segar dan fokus setelah bangun tidur.

Tak heran, banyak orang terbiasa langsung minum kopi begitu pagi tiba, bahkan sebelum mengisi perut dengan sarapan. Namun, muncul anggapan bahwa mengonsumsi kopi tanpa asupan makanan terlebih dahulu dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada lambung dan sistem pencernaan.

Anggapan ini kemudian membuat sebagian orang ragu, apakah kebiasaan tersebut aman dilakukan atau justru sebaiknya dihindari. Jadi, bagaimana pandangan medis dan pendapat para ahli mengenai hal ini?

Kenapa Banyak Orang Takut Minum Kopi Saat Perut Kosong?

INDONESIA COFFEE EVENTS 2018

Seorang barista mengamati biji kopi yang akan diolah pada Indonesia Coffee Events (ICE) 2018 di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/1). ANTARA FOTO/Zabur Karuru.

Banyak mitos berkembang di masyarakat seputar kebiasaan minum kopi saat perut kosong. Sebagian orang percaya bahwa kopi berisiko menyebabkan iritasi pada lambung yang kosong dan memicu berbagai keluhan pencernaan.

Kopi mengandung kafein dan senyawa asam yang dapat merangsang produksi asam lambung (asam klorida). Bagi mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif, lonjakan jumlah asam ini dikhawatirkan dapat melukai lapisan lambung.

Tak hanya itu, asam lambung yang tinggi juga dikhawatirkan bisa naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi terbakar (heartburn) dan tidak nyaman.

Dari sinilah banyak orang kemudian mengasosiasikan kopi dengan iritasi lambung dan menganggap minum kopi saat perut kosong sebagai kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan lambung mereka.

Anggapan ini turut diperkuat oleh cerita atau pengalaman pribadi dari sejumlah orang yang mengaku mengalami hal tak nyaman setelah minum kopi saat perut kosong. Mereka biasanya mengeluhkan beberapa gejala yang mirip maag atau GERD, seperti perut terasa perih dan mual.

Hal ini membuat orang percaya bahwa kopi dapat membuat dinding lambung iritasi jika diminum saat perut kosong. Mitos ini kemudian menyebar luas, terutama di media sosial dan percakapan sehari-hari, tanpa banyak orang memverifikasi klaimnya melalui sumber medis yang kredibel.

Apa yang Terjadi pada Lambung Saat Minum Kopi?

Ilustrasi Sakit Perut

Ilustrasi sakit perut. iStockphoto/Getty Images

Saat seseorang minum kopi, ada beberapa reaksi yang akan terjadi di dalam lambung yang melibatkan berbagai komponennya, terutama kafein dan senyawa asam lainnya.

Dikutip dari Healthline, kopi mengandung beberapa zat yang kemungkinan bisa memengaruhi organ pencernaan, salah satunya adalah senyawa kafein. Kafein merupakan stimulan alami yang bisa membuat peminumnya merasa lebih segar (tidak mudah mengantuk).

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kopi dapat merangsang dan meningkatkan produksi asam lambung. Jika memiliki lambung yang sensitif, hal ini bisa membuat perut terasa tidak nyaman.

Selain itu, Healthline juga menyebutkan bahwa kopi mengandung banyak asam, contohnya asam klorogenik dan N-alkanoyl-5-hydroxytryptamide. Seperti halnya kafein, asam pada kopi ini juga diketahui bisa meningkatkan produksi asam lambung.

Namun, perlu diingat bahwa respons setiap individu terhadap kopi bisa berbeda-beda, tergantung faktor seperti sensitivitas terhadap kafein, kondisi kesehatan lambung, riwayat gangguan pencernaan (seperti GERD atau gastritis), serta jenis kopi atau cara penyajiannya.

Sebagian orang mungkin tidak mengalami efek samping yang berarti dan dapat mentolerir kopi tanpa masalah, bahkan saat diminum dalam kondisi perut kosong.

Sementara itu, orang dengan sensitivitas tinggi atau gangguan lambung seringkali merasakan gejala seperti rasa perih, refluks, atau ketidaknyamanan jika kopi diminum saat perut kosong atau dalam jumlah besar.

Benarkah Minum Kopi Saat Perut Kosong Selalu Berbahaya?

Ilustrasi kopi

Ilustrasi Kopi. FOTO/iStockphoto

Banyak orang percaya bahwa minum kopi saat perut kosong berbahaya bagi kesehatan lambung. Hal ini juga didukung dengan testimoni dari orang-orang yang mengaku mengalami keluhan tertentu setelah meminum kopi sebelum makan.

Namun, menurut para ahli dan berbagai penelitian, kebiasaan ini tidak otomatis berbahaya untuk semua orang. Dilansir dari Cleveland Clinic, ahli gizi Anthony DiMarino, RD, LD tidak setuju jika minum kopi saat perut kosong selalu berbahaya.

“Sistem pencernaan sangat kompleks dan efisien,” katanya. “Kebanyakan orang tidak memiliki masalah minum kopi saat perut kosong.”

Meski demikian, ada kondisi tertentu yang membuat minum kopi berisiko saat perut kosong. Individu yang memiliki gangguan pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD), gastritis, atau maag sering kali lebih sensitif terhadap kopi.

Anthony DiMarino juga mengingatkan bahwa kopi bisa merangsang produksi asam lambung dan meningkatkan risiko gejala refluks atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Artinya, kopi bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi mereka yang memiliki lambung lebih sensitif.

“Kopi dan kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung,” ujarnya. “Kopi juga mengendurkan katup, memungkinkan asam berlebih masuk ke kerongkongan Anda.”

Hal serupa juga diungkap dalam penelitian yang tertuang dalam jurnal Effects of Coffee on the Gastro-Intestinal Tract: A Narrative Review and Literature Update.

Data dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi kopi memang akan merangsang produksi asam lambung, empedu, dan enzim pankreas, yang berarti dapat membantu proses awal pencernaan.

Di sisi lain, sebagian besar penelitian juga menunjukkan bahwa kopi tidak secara langsung menyebabkan refluks asam lambung. Jika muncul keluhan, biasanya kopi hanya menjadi faktor tambahan bersama risiko lain seperti obesitas dan pola makan yang kurang sehat.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa risiko minum kopi saat perut kosong bersifat individual, bukan sesuatu yang mutlak berlaku untuk semua orang.

Banyak faktor yang berpengaruh, seperti sensitivitas terhadap kafein, kondisi medis yang sudah ada, jenis kopi, dan pola makan keseluruhan akan menentukan apakah kebiasaan ini aman atau menimbulkan efek samping.

Dampak yang Mungkin Terjadi jika Lambung Sensitif

Ilustrasi Maag

Ilustrasi Maag. Getty Images/iStockphoto

Bagi mereka yang memiliki lambung lebih sensitif atau gangguan pencernaan tertentu, minum kopi, terutama saat perut kosong, bisa menimbulkan sejumlah gejala tidak nyaman. Berikut beberapa efek samping yang mungkin terjadi jika lambung sensitif dan minum kopi:

1. Nyeri Ulu Hati

Pada orang-orang dengan lambung sensitif, kopi dapat menyebabkan nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada (heartburn). Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Kopi juga berpotensi melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, yang dapat memperburuk gejala refluks asam lambung atau heartburn pada orang-orang dengan kondisi lambung sensitif.

2. Mual atau Rasa Tidak Nyaman di Perut

Mengonsumsi kopi juga bisa membuat perut terasa mual bagi mereka yang memiliki lambung sensitif. Dikutip dari laman Everyday Health, ahli gizi Mehak Naeem, RDN mengungkapkan bahwa rasa mual ini bisa disebabkan oleh senyawa asam dan kafein dalam kopi.

"Kopi terlalu asam jika diminum saat perut kosong, dapat mengiritasi lapisan lambung dan menyebabkan mual pada beberapa orang," kata Mehak Naeem, RDN.

"Ini (kopi) merangsang pelepasan gastrin yang menyebabkan gangguan perut jika diproduksi dalam jumlah berlebihan. Ini juga membuat Anda merasa mual. ​​Jadi sebelum minum kopi, makanlah sesuatu," tambahnya.

3. Perasaan Cemas atau Jantung Berdebar

Minum kopi saat perut kosong dapat membuat tubuh menyerap kafein lebih cepat karena tidak ada makanan yang memperlambat proses penyerapan. Akibatnya, efek kafein bisa terasa lebih kuat, seperti muncul rasa cemas, gelisah,hingga jantung berdebar.

Mengutip dari Cleveland Clinic, kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu sensasi detak jantung yang terasa lebih cepat atau tidak teratur. Efek ini bahkan bisa mulai dirasakan sekitar 10 menit setelah minum kopi, meskipun dampak penuhnya biasanya muncul dalam waktu hingga satu jam.

Siapa yang Sebaiknya Menghindari Kopi Saat Perut Kosong?

Ilustrasi Minum Kopi

Ilustrasi Minum Kopi. FOTO/iStockphoto

Minum kopi saat perut kosong memang tidak selalu berbahaya atau menimbulkan masalah. Namun, pada kelompok tertentu, kebiasaan minum kopi seperti ini sebaiknya dihindari.

Penderita GERD dan maag kronis termasuk kelompok yang paling berisiko karena kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu refluks, nyeri ulu hati, atau rasa perih yang lebih intens.

Selain itu, orang dengan riwayat gangguan kecemasan atau sensitivitas terhadap kafein juga cenderung mengalami efek yang lebih kuat, seperti jantung berdebar, gelisah, atau rasa cemas, terutama karena kafein diserap lebih cepat saat perut kosong.

Ibu hamil juga perlu lebih berhati-hati. Secara umum, mengonsumsi kopi selama kehamilan diperbolehkan asalkan tidak berlebihan, atau maksimal 200 mg per hari seperti rekomendasi NHS.

Namun, ibu hamil sebaiknya tidak minum kopi saat perut kosong atau belum makan. Ibu hamil lebih rentan mengalami mual, terutama di trimester awal. Meminum kopi saat lambung kosong kemungkinan dapat memperparah rasa mual dan tidak nyaman di perut.

Cara Lebih Aman Minum Kopi di Pagi Hari

Ilustrasi Cuaca Dingin

Ilustrasi Minum Kopi. foto/istockphoto

Bagi banyak orang, kopi adalah teman wajib untuk memulai hari. Namun, kebiasaan minum kopi di pagi hari, terutama saat perut masih kosong, perlu dilakukan dengan cara yang lebih bijak agar tidak memicu gangguan pencernaan atau masalah kesehatan lainnya.

Berikut beberapa cara yang relatif lebih aman untuk menikmati kopi di pagi hari:

1. Minum setelah Camilan Ringan

Salah satu cara paling sederhana adalah tidak langsung minum kopi saat perut benar-benar kosong. Kopi diketahui dapat merangsang produksi asam lambung. Jika diminum tanpa asupan makanan, efek ini bisa lebih terasa dan memicu rasa perih atau tidak nyaman di lambung.

Mengonsumsi camilan ringan seperti roti gandum atau buah sebelum minum kopi dapat membantu “melapisi” lambung dan mengurangi risiko ketidaknyamanan di perut.

2. Pilih Kopi Rendah Asam

Tidak semua kopi memiliki tingkat keasaman yang sama. Kopi dengan tingkat asam tinggi cenderung lebih berisiko memicu keluhan lambung, terutama bagi orang dengan lambung sensitif.

Kita bisa memilih kopi low-acid, kopi dark roast, atau kopi yang diproses dengan metode tertentu (misalnya cold brew) karena umumnya memiliki tingkat keasaman lebih rendah.

3. Hindari Kopi Hitam Pekat Berlebihan

Kopi hitam pekat mengandung kafein dan senyawa aktif dalam kadar tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu gejala seperti mual atau nyeri ulu hati.

Jika tetap ingin minum kopi hitam, sebaiknya gunakan takaran kopi yang lebih ringan. Bisa juga dikombinasikan dengan krimer susu rendah lemak atau tanpa lemak.

“Lemak dalam susu terkadang memperburuk gejala refluks,” kata ahli gizi Anthony DiMarino, RD, LD. “Tetapi susu rendah lemak dapat bertindak sebagai penyangga antara asam lambung dan lapisan lambung Anda yang membantu mencegah rasa terbakar di dada.”

4. Perhatikan Waktu dan Takaran

Waktu dan jumlah konsumsi kopi juga berperan penting. Laman Mayo Clinic menyebutkan bahwa konsumsi kopi sebaiknya tak lebih dari 400 mg per hari, ini setara 4 cangkir kopi.

Sementara itu, Professor Elina Hypponen dari Universitas Australia Selatan mengungkapkan bahwa batas maksimal konsumsi kopi adalah 6 cangkir.

“Untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah yang sehat, orang-orang harus membatasi konsumsi kopi mereka hingga kurang dari enam cangkir sehari,” ujarnya seperti dikutip dari Healthline.

“Berdasarkan data kami, enam cangkir adalah titik kritis di mana kafein mulai berdampak negatif pada risiko kardiovaskular.”

Selain takaran, waktu minum kopi juga patut diperhatikan. Mengingat respons tubuh tiap orang berbeda-beda, maka pada dasarnya tidak ada “waktu yang tepat” untuk minum kopi.

Namun, ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa minum kopi di pagi lebih aman bagi kesehatan kardiovaskular. Mengutip dari website Tulane University, Profesor Thomas F. Luscher menegaskan bahwa minum kopi, terutama di pagi hari, cenderung lebih menyehatkan.

Profesor Dr. Lu Qi yang memimpin penelitian ini juga mengungkapkan bahwa belum diketahui pasti kenapa kopi di pagi hari lebih menyehatkan sehingga dibutuhkan studi lebih lanjut.

“Studi ini tidak menjelaskan mengapa minum kopi di pagi hari mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular," kata Dr. Lu Qi.

"Penjelasan yang mungkin adalah bahwa mengonsumsi kopi di siang atau malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian dan kadar hormon seperti melatonin. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan perubahan pada faktor risiko kardiovaskular seperti peradangan dan tekanan darah."

"Kita membutuhkan uji klinis untuk menguji potensi dampak dari perubahan waktu minum kopi,” tambahnya.

Alternatif untuk yang Tetap Ingin Kopi tapi Takut Perih

Ilustrasi Minum Kopi

Ilustrasi Kopi. Getty Images/iStockphoto

Bagi sebagian orang, kopi sulit ditinggalkan meski sering memicu rasa perih di lambung. Kabar baiknya, ada beberapa alternatif cara menikmati kopi yang relatif lebih ramah untuk pencernaan, berikut beberapa opsinya:

1. Tambahkan Susu Rendah Lemak atau Plant Based Milk

Salah satu opsi yang cukup umum adalah mengonsumsi kopi dengan tambahan susu atau plant-based milk. Penambahan susu, baik susu sapi rendah lemak maupun susu nabati seperti almond milk, oat milk, atau soy milk, dapat membantu menetralkan keasaman kopi.

Lemak dan protein dalam susu berperan sebagai “buffer” yang memperlambat kontak langsung senyawa asam kopi dengan dinding lambung sehingga menurunkan risiko perih.

2. Pilih Cold Brew

Alternatif lain yang patut dipertimbangkan adalah memilih cold brew dibanding hot brew. Proses penyeduhan cold brew dilakukan menggunakan air dingin dalam waktu lama sehingga menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman yang lebih rendah dibanding kopi seduh panas.

3. Pilih Kopi Decaf

Kopi decaf (decaffeinated coffee) adalah kopi yang sebagian besar kafeinnya telah dihilangkan. Meski disebut decaffeinated, kopi ini bukan sepenuhnya tanpa kafein.

Umumnya, kopi decaf masih mengandung kafein, tapi dengan kadar yang jauh lebih rendah. Kopi decaf bisa menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki lambung sensitif atau takut perih.

Jadi, Mitos atau Fakta?

Minum kopi saat perut kosong bisa berbahaya bukan sepenuhnya mitos, tapi juga tidak selalu menimbulkan masalah bagi semua orang. Hal ini karena setiap orang memiliki respons dan kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Jadi, kebiasaan minum kopi harus tetap disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Itulah penjelasan lengkap terkait anggapan bahwa minum kopi saat perut kosong berbahaya bagi kesehatan. Dampak kopi sangat bergantung pada kondisi tubuh dan sensitivitas masing-masing individu.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali respons tubuh sendiri dan menerapkan cara minum kopi yang lebih aman agar tubuh tetap sehat dan nyaman.

Temukan informasi menarik lain seputar dunia kesehatan, mulai dari tips, rekomendasi produk, hingga berita terkini di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani