tirto.id - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dikabarkan telah menunjuk sebuah bank investasi untuk memperiapkan rencana pencatatan saham perdana (listing) di bursa Hong Kong. Menurut salah seorang sumber, rencana initial public offering (IPO) di bursa Hong Kong ini dilakukan di tengah reli harga emas yang terus mengalami peningkatan.
EMAS, yang merupakan anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), akan menggandeng Citic Securities, Morgan Stanley dan UBS Group dalam proses IPO di Bursa Hong Kong.
"Pertimbangan sedang berlangsung, dan ukuran serta waktu kesepakatan masih dalam pembahasan," tulis Business Times, dikutip Jumat (23/1/2026).
Sayangnya, Merdeka Gold, UBS Group dan Citic Securities menolak berkomentar terkait rencana IPO ini. Sedangkan, Morgan Stanley tidak membalas permintaan untuk memberikan komentar.
Sebelumnya, rencana pencatatan saham Merdeka Gold di Hong Kong sebelumnya sudah diungkapkan oleh IFR.
Jika transaksi ini berhasil diselesaikan, IPO Merdeka Gold di Hong Kong akan menjadi kesepakatan langka dari perusahaan non-Cina yang memulai debutnya di pusat keuangan Asia.
Namun, ini bukan hal yang mustahil karena Bursa & Kliring Hong Kong telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BEI untuk mengeksplorasi pencatatan lintas batas di kedua pasar pada 2023 lalu.
Sebagai informasi, Merdeka Gold mengoperasikan tambang emas di Sulawesi, Indonesia, dengan cadangan bijih sebesar 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ons emas. Namun, pada sembilan bulan pertama 2025, anak usaha Merdeka Copper Gold itu mengalami kerugian sebesar 22,3 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































