Menuju konten utama

Menteri LH Perintahkan Sampah Banjir Bali Dibawa ke TPA Suwung

Berdasarkan penghitungan dari Kementerian LH, jumlah sampah spesifik dari banjir Bali mencapai 210 ton.

Menteri LH Perintahkan Sampah Banjir Bali Dibawa ke TPA Suwung
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, memberi keterangan setelah rapat di Kerta Sabha, Denpasar, Sabtu (13/09/2025) malam. Tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, memerintahkan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk menangani sampah akibat banjir besar yang melanda Bali di TPA Suwung. Berdasarkan penghitungan dari Kementerian LH, jumlah sampah spesifik dari banjir Bali mencapai 210 ton.

“Untuk menangani sampah spesifik ini diatur dalam peraturan pemerintah. Kami memberi waktu kepada Bapak Gubernur, paling lambat 1 bulan, penanganan sampah spesifik ini harus selesai," kata Hanif setelah rapat di Kerta Sabha, Denpasar, Sabtu (13/9/2025) malam.

Sebelumnya, TPA Suwung telah ditutup untuk sampah organik agar mengubah perilaku masyarakat Bali untuk memilah sampah langsung dari sumbernya. Namun, dengan adanya bencana banjir di Bali, Kementerian LH memberikan waktu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk melakukan penanganan sampah spesifik di tempat itu.

Semua jenis sampah yang terseret arus sungai, tersangkut, atau berhamburan akibat banjir Bali dapat dibawa masuk ke TPA Suwung tanpa dipilah. Sikap tersebut segera diambil untuk menyelesaikan dampak bencana dan memastikan penanganan sampah berjalan dengan cepat.

Selain itu, Hanif juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta perizinan pembangunan waste to energy segera dirampungkan. Pengolahan sampah waste to energy memungkinkan pengolahan sampah menjadi energi listrik di Bali.

“Namun, itu perlu waktu lama, jadi perlu 1,5 tahun sampai 2 tahun, sehingga langkah Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung membangun RDF (refuse derived fuel) juga harus dilakukan karena masih ada waktu 2 tahun. Dua tahun itu total sampah kita 1,8 juta ton. Di TPA Suwung, hari ini ada 7 juta ton. Jadi, 7 juta ton itu kalau kita produksi sehari 1.000 saja, perlu waktu 19 tahun baru selesai,” jelasnya.

Dilaporkan pula, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali mencatat total timbulan sampah akibat bencana banjir pada Rabu (10/09/2025) hingga Kamis (11/09/2025) mencapai 154,65 ton. Sampah tersebut terdiri atas potongan kayu, pohon tumbang, dan sampah organik lainnya; sampah anorganik seperti beton dan lumpur; serta sedikit limbah B3 ynag berasal dari barang hanyut dan bangunan yang runtuh.

“Saat banjir kemarin, yang paling dominan terlihat adalah sampah plastik. Ini menjadi peringatan bagi kita semua. Kita berharap, ke depan ada kesadaran bersama bahwa ancaman sampah plastik sangat nyata,” ucap Kepala DKLH Provinsi Bali, I Made Rentin, dalam keterangannya, Sabtu (13/9/2025).

Baca juga artikel terkait BANJIR BALI atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Abdul Aziz