Menuju konten utama

Mensos Ajak Siswa SR Upacara Sumpah Pemuda dan Tur di Museum BI

Bersama Mensos Gus Ipul, para siswa Sekolah Rakyat menggelar upacara Sumpah Pemuda di Museum BI. Para siswa juga melakukan study tour di museum itu.

Mensos Ajak Siswa SR Upacara Sumpah Pemuda dan Tur di Museum BI
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Museum Bank Indonesia, Selasa (28/10/2025). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengajak sejumlah siswa Sekolah Rakyat untuk menggelar upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Museum Bank Indonesia, Jakarta, pada Selasa (28/10/2025).

Dalam kegiatan itu, para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan berperan sebagai petugas upacara. Di antara mereka, Fathan Shawayudhiatama bertugas memimpin upacara, Hawafi Nur Aflah sebagai pembaca doa, serta Ajeng Ayu Sabila menjadi pembawa acara.

Selain itu, Akfan Muhammad Rizky jadi pembaca UUD, Muhammad Hilman Ali membacakan naskah Pancasila, dan Andra Farizky Ramdani sebagai Pembaca naskah Sumpah Pemuda.

Tak hanya mengadakan upacara, para siswa Sekolah Rakyat juga memperoleh kesempatan berkeliling untuk melihat koleksi Museum Bank Indonesia (BI).

Peserta tur adalah siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, SRMA 9 Jakarta Timur, dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta Timur.

"Alhamdulillah hari ini, pimpinan Bank Indonesia memberikan kesempatan pada siswa-siswa Sekolah Rakyat untuk berkunjung ke Museum Bank Indonesia. Tentu ini adalah kesempatan baik bagi anak-anak, lebih-lebih ini di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025," kata Gus Ipul.

Mensos berharap kunjungan tersebut memberi pengetahuan dan inspirasi bagi para siswa. Bagi kebanyakan siswa, momen itu menjadi pengalaman pertama yang berharga.

"Yang tentu menambah literasi keuangan mereka. Ke depan mereka bisa menghitung dengan baik, bisa memikirkan bagaimana mengelola uang, lalu juga bagaimana memiliki strategi yang baik untuk bekerja dengan baik, untuk kepentingan investasi dan kepentingan yang lain," ujar dia.

Terkait dengan Hari Sumpah Pemuda, Gus Ipul mengatakan peringatan ini memiliki makna penting sekaligus mengandung nilai pendidikan karakter bagi generasi muda.

"Bagaimana para pemuda itu melakukan suatu pertemuan, duduk bersama meskipun mereka berbeda-beda. Tapi akhirnya sepakat bahwa Indonesia harus lahir, merdeka, dan akan menjadi negara yang makmur," kata dia.

Menurut Gus Ipul, tugas semua elemen bangsa saat ini adalah mewujudkan kemakmuran Indonesia, terlebih pendiri bangsa telah menanamkan fondasi kebersamaan dan kerukunan.

"Sekarang saatnya kita merancang masa depan. Tentu yang akan menjadi pemimpin adalah adik-adik kita ini, yang sebagian ada di Sekolah Rakyat," ujar dia melanjutkan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menilai bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang sangat baik. Oleh karena itu, Bank Indonesia turut mendukung pelaksanaan program tersebut.

"Kami mulai di Jabodetabek, ada 8 Sekolah Rakyat. Dan tentunya ini juga niat baik kami untuk coba nanti di tahun depan kita perluas bagaimana kantor-kantor Bank Indonesia juga bisa mendukung program Sekolah Rakyat," kata Ramdan.

Ramdan optimistis, keberhasilan program Sekolah Rakyat akan turut mendorong kemajuan Indonesia, terlebih jika melihat antusiasme para siswa saat menjelajahi museum.

"Punya semangat, mental yang kuat, cita-cita yang tinggi. Sehingga pada gilirannya akan membawa berkah, manfaat bagi NKRI. Karena itu kita akan terus bekerja sama untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas untuk Indonesia," ujar dia.

Dalam karyawisata (study tour) kali ini, kata Ramdan, murid Sekolah Rakyat diperkenalkan dengan sejarah dan keaslian mata uang rupiah. "Pada akhirnya nanti tentunya mereka akan mendapatkan tambahan pengetahuan bagaimana literasi keuangan. Ini penting buat masa depan mereka," tambah dia.

Saat tur berlangsung, edukator dari Bank Indonesia, Rivando Almesa menjelaskan berbagai hal tentang uang kepada para siswa Sekolah Rakyat. Dia menekankan bahwa setiap warga negara Indonesia (WNI) perlu mencintai, bangga, dan memahami rupiah.

"Di uang kita ada gambar pahlawan, gambar pemandangan alam, dan tarian," kata dia.

Rivando juga menjelaskan unsur pengaman di uang rupiah, terutama pecahan Rp20 ribu sampai Rp100 ribu yang rawan dipalsukan. "Benang pengaman ini tidak bisa dipalsukan. Di dalam benang pengaman ada bentuk anyaman yang akan menimbulkan efek dinamis ilusi optik," terangnya.

Dia menambahkan, masyarakat Jepang dikenal sangat menghargai uang karena terdapat lambang negara di dalamnya. "Itu yang membedakan dengan kita. Masyarakat kita tidak aware bahwa uang [lahir] lewat proses panjang, makan biaya tidak murah," kata Rivando.

Selain mendapat edukasi soal uang rupiah, para siswa Sekolah Rakyat juga diajak melihat sinema imersif, galeri sejarah uang, dan area koleksi contoh uang.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis