tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) periode 1998, Fuad Bawazier, menekankan terdapat perbedaan antara kondisi krisis ekonomi pada 1998 dengan kondisi ekonomi saat ini. Perbedaan utama itu, kata Fuad, terletak pada eskalasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Amerika Serikat (AS).
Menurut menteri era Presiden ke-2 Soeharto itu, pertumbuhan ekonomi juga disebut mencapai minus 13 persen atau mengalami kontraksi pada 1998 selain masalah eskalasi pelemahan nilai tukar rupiah.
"Memang ada beda. Dulu memang lebih [negatif]. Misalnya, dari sudut pertumbuhan, sampai pertumbuhannya menjadi minus. Dulu ingat enggak? Minus 13 persen," tuturnya dalam kegiatan Forum Ekonom Konstitusi di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
"Dulu kan beda bener [saat] 1998. Terus, rupiahnya [melemah] sampai Rp16.000 ya, kursnya itu, cepat bener itu, sudah bisa Rp16.000," lanjut dia.
Faud melanjutkan, pada 1998, terdapat gerakan untuk meruntuhkan rezim Soeharto. Gerakan itu disebut dilakukan melalui program yang diusulkan kepada Soeharto.
Saat ini, ia menyatakan, terdapat pula gerakan untuk menjatuhkan rezim Presiden Prabowo Soebianto. Akan tetapi, Fuad enggan menyampaikan lebih lanjut terkait upaya menjatuhkan rezim Prabowo.
Di satu sisi, ia menyebutkan, rasio pertumbuhan ekonomi saat ini cenderung bertumbuh positif.
"Kalau dulu gangguannya adalah program-program yang diajuin itu untuk menjatuhkan Pak Harto. Waktu itu kan? Kalau sekarang [era Prabowo] ya, ada upaya juga. Ya, intinya, barang kali, ada udang di balik batu," ucapnya.
"Sekarang kan semuanya kan serba enggak seperti drastis begitu. Semuanya juga rasio positif dan memang sudah agak beda, dan situasinya juga," sambung Fuad.
Ia mengingatkan, arah pembangunan ekonomi Indonesia harus berpegang pada amanat konstitusi, yakni Pasal 33 UUD 1945.
"Kalau kita sendiri tidak memegang konstitusi kita, lalu siapa lagi yang akan menjaganya? Yang paling penting adalah menjalankan amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujarnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































