tirto.id - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, membantah menerbitkan izin pelepasan kawasan hutan. Raja mengklaim selama satu tahun menjabat Menhut, tak pernah mengeluarkan izin pelepasan kawasan hutan.
“Saya sudah katakan ini, saya setahun jadi menteri ini, saya tidak menerbitkan Perizinan Berusaha Pengolahan Hasil Hutan (PBPH) penebangan satu pun,” kata Raja kepada wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (4/12/2025).
Raja mengaku tak mengeluarkan izin pelepasan kawasan hutan di luar proyek strategis nasional (PSN) yang diperintahkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia mengatakan hanya ada satu pengecualian yang bukan termasuk PSN, yaitu izin pelepasan hutan untuk pembangunan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.
“Selain PSN yang diperintahkan oleh Presiden dan ini merupakan cita-cita beliau, asta cita beliau, saya tidak pernah menerbitkan pelepasan kawasan, kecuali satu di luar PSN, yaitu pelepasan kawasan untuk kepentingan IAIN,” ungkap Raja.
Politikus PSI itu juga menegaskan tak pernah mengeluarkan izin pelepasan hutan, apalagi di sejumlah daerah yang kini terdampak bencana, yakni Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh.
“Saya bisa bersaksi, saya secara ketat seperti apa yang diperintahkan oleh pak presiden Prabowo Subianto, tidak pernah mengeluarkan atau menurunkan fungsi hutan. Termasuk di tiga provinsi terdampak, satu jengkal pun saya tidak pernah melakukan pelepasan kawasan di tempat tersebut,” ucap dia tegas.
Dalam kesempatan sama, Raja Juli juga mengklaim angka deforestasi di tiga wilayah terdampak bencana, mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Menurut Raja, secara umum deforestasi pada 2025 menurun hingga sebesar 23,1 persen.
Data tersebut dihimpun Kementerian Kehutanan hingga September 2025 dan masih akan dilakukan pendataan hingga akhir tahun.
“Pada 2025, deforestasi Indonesia hingga September. Saya tegaskan sampai September, karena kami akan ukur kembali Desember, deforestasi Indonesia hingga September menurun sebesar 49.700 hektare jika dibandingkan 2024. Atau menurun 23,01 persen,” kata Raja.
Raja memerinci tingkat deforestasi Aceh menurun sebesar 10,04 persen, Sumut 13,98 persen, dan Sumbar 14 persen. “Di Aceh menurun sebesar 10,04 persen. Di Sumut menurun sampai 13,98 persen, dan di Sumbar turun 14 persen jika dibandingkan dengan 2024,” tutup Raja Juli.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































