










tirto.id - Upacara Melasti merupakan salah satu rangkaian penting menjelang Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Dalam tradisi ini, umat Hindu simbol suci dari pura menuju sumber air seperti laut, danau, atau mata air untuk disucikan.
Air dipercaya sebagai sumber kehidupan sekaligus sarana penyucian alam semesta dan diri manusia dari segala kotoran lahir maupun batin. Prosesi Melasti biasanya berlangsung khidmat, diiringi doa, persembahan, serta kebersamaan umat yang berjalan bersama menuju tempat penyucian.
Hari Raya Nyepi sendiri merupakan perayaan Tahun Baru Saka yang dirayakan dengan suasana hening. Pada hari tersebut umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu tidak menyalakan api atau cahaya (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak bersenang-senang (amati lelanguan).
Ketika rangkaian Melasti dan perayaan Nyepi berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadan, suasana spiritual di masyarakat terasa semakin kuat. Umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk pengendalian diri dan peningkatan ketakwaan, sementara umat Hindu mempersiapkan diri menyambut Nyepi melalui penyucian diri dan alam. Kedua ibadah ini menunjukkan nilai yang sejalan, yaitu menahan diri, memperbaiki diri, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.
Bersatunya dua momentum spiritual tersebut juga menjadi gambaran kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Masyarakat dapat menjalankan ibadah masing-masing dengan saling menghormati, sehingga tercipta suasana damai dan harmonis. Melasti, Nyepi, dan Ramadan pun menjadi pengingat bahwa nilai kesucian, ketenangan, serta refleksi diri merupakan bagian penting dalam kehidupan bersama.
Sumber Foto : ANTARAFOTO
Editor: Agung DH
Masuk tirto.id




























