tirto.id - Kinerja keuangan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom Group tercatat mengalami penurunan pada semester I-2025, dengan pendapatan tercatat anjlok 3 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp73 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih Perseroan dilaporkan mencapai Rp11 triliun, turun tipis dari posisi Januari-Juni 2024 yang masih sebesar Rp11,76 triliun.
Sementara, margin laba bersih pada paruh pertama 2025 ialah sebesar 15 persen, merosot dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang masih sebesar 17,3 persen.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Indonesia, Daru Mulyawan, mengatakan turunnya kinerja keuangan Perseroan disebabkan oleh layanan bisnis legacy, yakni pesan singkat (short message service/SMS) dan suara yang dijalankan oleh anak usaha Telkom Indonesia memiliki porsi yang masih cukup signifikan, yakni mencapai 9 persen.
“Kami sampaikan bahwa margin menurun tersebut karena memang Telkomsel sampai dengan saat ini masih memiliki revenue legacy,voice dan SMS yang porsinya masih cukup signifikan, setidaknya 9 persen,” ujar dia, dalam paparan publik secara daring, Jumat (12/9/2025).
Meski begitu, porsi layanan legacy ini dinilai terus berkurang seiring dengan meningkatnya layanan pengiriman konten media seperti video, musik, atau aplikasi melalui internet tanpa melalui penyedia jaringan tradisional seperti TV kabel atau satelit (Over-the-Top/OTT).
Karenanya, Daru berharap pada paruh kedua 2025 ada perbaikan profitabilitas perusahaan yang tercermin dalam margin Pendapatan Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortasi alias Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA).
“Tapi dapat kami sampaikan, sejak kuartal II dan III-2025, kondisi kompetisi semakin membaik dan kami berharap pada semester II-2025 akan ada perbaikan terkait EBITDA,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Telkom Indonesia, Muhammad Awaluddin, bakal menjaga margin EBITDA Perseroan untuk tetap berada di kisaran 50 persen. Sedangkan, belanja modal diperkirakan akan berada di level 17-19 persen dari total pendapatan, dengan fokus investasi tetap berada pada bisnis Infrastruktur dan layanan digital.
“Namun dengan disiplin agar menghasilkan return yang optimal bagi pemegang saham. Dengan panduan ini, Telkom Indonesia tetap percaya diri berada di jalur yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang dan membawa Telkom melakukan transformasi korporasi,” tutur Awaluddin.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































