tirto.id - Berdasarkan update situasi terkini, demonstrasi massa di depan Gedung DPR RI Jakarta pada Selasa, 9 September 2025 masih berlangsung hingga sore hari.
Unjuk rasa ini dilakukan oleh kelompok mahasiswa dari Badan Eksekutif Universitas Indonesia (BEM UI) di Jakarta guna menekan pemerintah untuk melakukan tuntutan rakyang yang belakangan digaungkan.
Pada Selasa, demonstrasi di Jakarta dilakukan di tiga titik. Selain di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, unjuk rasa juga dilakukan di wilayah Gambir dan Menteng.
Unjuk rasa di Gambir digelar oleh massa mahasiswa dari BEM Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Sementara itu, demonstrasi massa di Menteng dilakukan di Kantor Hukum Elza Syarief, Jalan Latuharhary, oleh Gerakan Suara Keadilan Netizen.
Namun, pada Selasa siang, ketiga kelompok massa tersebut sama-sama bergerak ke depan Gedung DPR RI untuk melakukan aksi unjuk rasa. Berikut update situasi terkini jalannya demonstrasi di Gedung DPR RI pada 9 September 2025.
Cek Link Streaming Demo di Gedung DPR RI Hari Ini & Situasi Terkini
Berdasarkan update situasi terkini di depan Gedung DPR RI, Senayan, unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa masih digelar hingga Selasa sore, setidaknya sampai pukul 16.00 WIB.
Oleh mahasiswa, unjuk rasa pada Selasa sore tersebut diberi tajuk “#RakyatTagihJanji” dan dijadikan respons atas lambatnya pemerintah dan DPR dalam mengakomodasi tuntutan masyarakat sipil yang muncul beberapa waktu belakangan.
Per pukul 16.00 WIB, orasi tengah digaungkan oleh massa aksi lewat mobil komando yang terparkir di depan pintu gerbang Gedung DPR RI.
Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI dan BEM universitas lainnya tersebut datang ke kawasan Gedung DPR RI untuk menagih DPR dan pemerintah untuk mengakomodasi tuntutan 17+8.
Tuntutan 17+8 sendiri merupakan 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang yang sempat viral di internet dalam gelombang protes masyarakat sipil 25-30 Agustus 2025.
Tuntutan tersebut diinisiasi oleh sejumlah pihak dengan menghimpun berbagai tuntutan masyarakat sipil yang muncul dalam gelombang protes masyarakat sipil.
Terdapat beberapa poin yang menjadi sorotan utama dalam tuntutan tersebut, termasuk reformasi di tubuh DPR dan Polri, penarikan militer dari ranah sipil, hingga investigasi kasus kematian Affan Kurniawan dan korban kekerasan aparat lainnya dalam demonstrasi sejak 25 Agustus 2025.
Tuntutan tersebut sebenarnya dibuat dengan menyertakan tenggat waktu (deadline), yakni 5 September 2025 untuk tuntutan jangka pendek dan 31 Agustus 2026 untuk tuntutan jangka panjang.
Akan tetapi, melansir laman bijakmemantau.id, belum ada poin tuntutan yang sudah selesai dilakukan oleh pemerintah maupun DPR walaupun tenggat waktu yang diberikan sudah terlewat.
Massa mahasiswa yang datang ke Gedung DPR RI pada 9 September juga menyerukan pembebasan terhadap massa aksi yang mengalami kriminalisasi oleh polisi.
Sebelumnya pada Selasa (2/9) lalu, LBH-YLBHI merilis keterangan bahwa ada 3.337 orang yang ditangkap polisi dalam aksi unjuk rasa 25-31 Agustus 2025.
Selain penangkapan, LBH-YLBHI juga mencatat adanya 1.042 orang mengalami luka-luka akibat kericuhan antara polisi dengan massa aksi, serta jatuhnya 10 korban jiwa terkait aksi unjuk rasa.
Sementara itu, untuk mengetahui jalannya aksi unjuk rasa pada 9 September 2025 di kawasan Gedung DPR RI di Senayan, berikut link live streaming yang bisa digunakan:
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































