tirto.id - Menjelang akhir tahun ajaran, sejumlah sekolah di Indonesia rutin menggelar acara perpisahan sebagai momen simbolis untuk menandai kelulusan siswa kelas akhir maupun kenaikan kelas bagi siswa lainnya.
Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan ungkapan syukur atas perjalanan pendidikan yang telah dilalui bersama. Melalui sambutan, pertunjukan seni, hingga lantunan lagu perpisahan, suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kental.
Salah satu lagu yang sedang naik daun untuk mengiringi momen emosional ini adalah Perpisahan Sekolah karya Anjas Tira. Lagu ini tak hanya menyentuh hati, tetapi juga merefleksikan kenangan masa sekolah dan makna mendalam dari perpisahan.
Lirik Lagu Anjas Tira Perpisahan Sekolah
Derai tangis terlihat nyata
Saat perpisahan telah tiba
Dari tiga tahun lamanya
Yang telah terangkai kan bersama
Indah di sekolah
Hari ini detik waktu ini
Kan tersimpan di dalam memori
Dan air mata ini kan menjadi
Saksi tentang perpisahan ini
Yang kini terjadi
Takkan ada lagi kenangan
Takkan ada kebersamaan
Semua kini telah terekam
Dalam coret baju seragam
Dan album kenangan
Hari ini detik waktu ini
Kan tersimpan di dalam memori
Dan air mata ini kan menjadi
Saksi tentang perpisahan ini
Yang kini terjadi
Terima kasih ibu bapak guru
Atas semua kesabaranmu
Terima kasih ibu bapak guru
Dari waktu tiga tahun itu
Hari ini detik waktu ini
Kan tersimpan di dalam memori
Dan air mata ini kan menjadi
Saksi tentang perpisahan ini
Yang kini terjadi
Kenanglah dan jangan lupakanlah
Kisah semasa kita sekolah
Masa dimana kita bersama
Dalam susah senang dan gembira
Yang kini telah sirna
Yang kini telah sirna
Yang kini telah sirna
Makna Lirik Lagu Anjas Tira Perpisahan Sekolah
Dalam deretan lagu-lagu perpisahan sekolah yang menyentuh hati, Perpisahan Sekolah karya Anjas Tira muncul sebagai salah satu komposisi yang tak hanya menyuarakan kesedihan, tetapi juga merekam emosi kolektif para siswa yang menapaki akhir dari sebuah bab penting dalam hidup mereka.
Dengan lirik yang terkesan jujur, lagu ini menjadi refleksi mendalam tentang arti kebersamaan, perpisahan, dan rasa terima kasih.
Lagu Perpisahan Sekolah dibuka dengan gambaran yang sangat apa adanya “Derai tangis terlihat nyata / Saat perpisahan telah tiba/ Dari tiga tahun lamanya”.
Baris tersebut langsung membawa pendengar pada suasana hari terakhir di sekolah, saat senyum bercampur haru dan air mata menjadi bahasa yang tak perlu diterjemahkan. Tiga tahun yang disebut dalam lirik bukan sekadar angka; ia adalah simbol dari fase kehidupan yang sarat dengan proses tumbuh, belajar, dan berteman.
Dalam lirik berikutnya, “Hari ini detik waktu ini / Kan tersimpan di dalam memori” tercermin kesadaran akan betapa berharganya momen-momen kecil yang dahulu mungkin terlewatkan, namun kini berubah menjadi kenangan yang berharga.
Bait tersebut kemudian dilanjutkan dengan “Semua kini telah terekam / Dalam coret baju seragam / Dan album kenangan”. Sebuah metafora yang kuat, sebab coretan pada baju seragam bukan sekadar euforia sesaat, tetapi tanda keabadian pertemanan dan rasa memiliki.
Album kenangan pun menjadi semacam artefak emosional, sebuah pengingat bahwa masa itu pernah hadir secara nyata. Kini kenangan tersebut hidup dalam setiap halaman berisi potret-potret manis.
Selain menyiratkan perpisahan, lagu ini juga memberi ruang dan penghormatan kepada sosok berjasa yang justru kerap berada di balik layar selama masa sekolah, para guru.
Dalam lagu ini Anjas Tira melantunkan, “Terima kasih ibu bapak guru / Atas semua kesabaranmu”. Ini merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi atas peran para guru dalam membersamai serta menuturkan ilmu kepada para siswa selama masa sekolah.
Dalam penutup lagu, lirik“Kenanglah dan jangan lupakanlah / Kisah semasa kita sekolah”, mengajak setiap pendengar untuk tidak hanya mengenang masa sekolah sebagai nostalgia, tetapi juga sebagai fondasi yang turut membentuk siapa diri mereka kini.
Penulis: Febriyani Suryaningrum
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id

































