Menuju konten utama

Legislator Dorong Disiplin Fiskal Hadapi Dinamika Ekonomi Global

Langkah ini dinilai dapat membantu menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus meningkatkan efisiensi pembiayaan negara.

Legislator Dorong Disiplin Fiskal Hadapi Dinamika Ekonomi Global
Ilustrasi APBN. FOTO/dirjen pajak
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menilai ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus dikelola secara hati-hati di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, pemerintah menghadapi kewajiban pembayaran utang yang cukup besar, seiring total utang yang mencapai sekitar Rp8.000 triliun.

“Dengan tingkat bunga rata-rata sekitar 6 persen, beban pembayaran bunga utang menjadi sangat besar dan memberi tekanan terhadap APBN,” ujar Kamrussamad.

Meski demikian, ia melihat kondisi ini sebagai bagian dari pengelolaan fiskal yang tetap terkendali dalam mendukung pembangunan nasional. Kamrussamad menekankan pentingnya langkah strategis melalui diplomasi ekonomi, khususnya dalam pengelolaan utang.

“Diplomasi diperlukan untuk menegosiasikan kembali suku bunga serta tenor pinjaman, mengingat kondisi ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian,” katanya.

Ia menilai langkah ini dapat membantu menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus meningkatkan efisiensi pembiayaan negara. Di sisi lain, ia melihat perkembangan positif dalam struktur pembiayaan utang pemerintah.

“Ini patut disyukuri karena menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia turut berperan dalam pembiayaan pembangunan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, dominasi investor domestik menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Kamrussamad menegaskan pentingnya menjaga disiplin fiskal, terutama dalam batas defisit anggaran yang telah ditetapkan. Ia mencatat defisit APBN masih berada dalam kisaran yang terkendali.

“Ke depan, diharapkan terjadi perbaikan berkelanjutan seiring dengan mulai bergeraknya sektor keuangan dan meningkatnya penyaluran kredit kepada dunia usaha,” jelasnya.

Menurutnya, peran sektor keuangan akan semakin penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ketika kredit mulai tersalurkan dan kepercayaan pelaku usaha meningkat, maka aktivitas ekonomi akan ikut terdorong,” katanya.

Ia menambahkan, rasio utang terhadap PDB yang berada di kisaran 38,6 persen masih dalam batas aman. “Rasio ini harus tetap dijaga agar tidak melewati batas aman,” pungkasnya.

Menurutnya, kombinasi antara disiplin fiskal, penguatan pembiayaan domestik, dan strategi pengelolaan utang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional ke depan.

Baca juga artikel terkait DPR atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama