tirto.id - Tes Kemampuan Akademik (TKA) jejang SMA/SMK akan dilaksanakan pada bulan November 2025. Salah satu mata pelajaran pilihan TKA ialah Kimia. Berikut kumpulan contoh soal Kimia SMA/SMK dan jawabannya yang dapat digunakan sebagai bahan belajar siswa.
TKA adalah sebuah asesmen terstandar dari pemerintah yang berlangsung di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD/Sederajat, SMP/Sederajat, hingga SMA/SMK/Sederajat. Sesuai jadwal, pelaksanaan TKA jenjang SMA dan SMK, akan dilaksanakan pada 1-9 November 2025.
TKA Kimia digunakan untuk mengukur kemampuan murid dalam penguasaan konsep kimia, menerapkan konsep kimia dalam penyelesaian permasalahan kimia, serta melakukan analisis pada permasalahan kimia yang terkait dengan materi kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Soal Tes Kemampuan Akademik Kimia dan Jawabannya
Pelaksana TKA adalah Satuan Pendidikan yang telah terakreditasi. Sementara itu, sekolah yang tidak terakreditasi atau tidak memenuhi sarana dan petugas, wajib menginduk ke Satuan Pendidikan lain yang memenuhi syarat.
TKA Kimia disusun berdasarkan materi kimia esensial pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Setidaknya ada empat ruang lingkup yang akan diujikan yakni Kimia Dasar, Kimia Analitik, Kimia Fisik, dan Kimia Organik.
Agar mendapatkan hasil maksimal, peserta perlu berlatih soal dan menguasai materi yang diujikan. Dengan berlatih soal, peserta akan mengetahui pola soal yang diujikan dan berlatih mengatur waktu dalam mengerjakan soal yang efektif.
Berikut beberapa contoh soal TKA Kimia SMA/SMK/Sederajat beserta jawabannya:
1. Tim peneliti kimia lingkungan sedang meneliti kandungan bahan organik dalam limbah cair industri makanan dan berhasil memurnikan satu senyawa organik utama. Di dalamnya tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (0) dan dari hasil uji laboratorium, senyawa tersebut memiliki komposisi massa sebagai berikut:
- 40% karbon
- 6,7% hidrogen
- Sisanya adalah oksigen
A. Benar, karena CH20 adalah rumus empiris dan sesuai dengan rumus molekulnya.
B. Benar, karena rumus molekul harus sama dengan rumus empiris.
C. Salah, karena rasio mol tidak sesuai dengan komposisi yang diberikan.
D. Salah, karena massa molar menunjukkan bahwa rumus molekulnya adalah
С6Н12О6.
E. Salah, karena rumus empiris adalah CH2O tetapi rumus molekulnya adalah
С4H804.
Jawaban: D
2. Sebuah reaksi asam basa dapat didasarkan pada beberapa teori, yaitu teori asam basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Perhatikan reaksi di bawah ini H2PO4-+ H20 → HPO42-+ НзО+
Berdasarkan reaksi tersebut, pernyataan terkait reaksi asam basa berdasarkan teori Bronsted-Lowry yakni ....
A. H20 menerima ion hidrogen dari H2PO4- dan bersifat asam
B. H3Ot memberikan ion hidrogen kepada H20 dan bersifat asam
C. H2PO4- memberikan ion hidrogen kepada H20 dan bersifat asam
D. H2PO4- memberikan ion hidrogen kepada H2O dan bersifat basa
E. H2PO4- memberikan ion hidrogen kepada HPO42- dan bersifat asam
Jawaban: C
3. Produksi H2SO4 dilakukan melalui proses kontak yang berlangsung melalui reaksi kesetimbangan berikut 2S02 (g) + 02(9) = 2SO3 (g) AH=-197 kJmol-1
Untuk meningkatkan produksi H2SO4 dapat dilakukan dengan memanfaatkan reaksi kesetimbangan yang terjadi.
Pernyataan mana saja yang menunjukkan upaya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan SO3 sebanyak-banyaknya? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
A. Memperbesar volume wadah
B. Menambah 02 ke dalam campuran reaksi
C. Menurunkan tekanan gas
D. Menurunkan suhu reaksi
E. Mengeluarkan SO dari wadah
Jawaban: B, D, E
4. Minyak bumi terdiri atas ribuan senyawa hidrokarbon yang sebagian besar bersifat nonpolar dan memiliki titik didih yang berbeda-beda. Proses distilasi fraksional digunakan untuk memisahkan hidrokarbon berdasarkan titik didihnya. Perbedaan titik didih ini tidak hanya ditentukan oleh massa molekul, tetapi juga bentuk molekul, karena bentuk molekul memengaruhi gaya Van der Waals antar molekul.
Berdasarkan informasi tersebut, tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan mengenai titik didih dari isomer-isomer hidrokarbon berikut!
- Titik didih n-butana lebih besar dari titik didih 2-metil-propana = Tepat/Tidak Tepat
- Titik didih 2,2-dimetil-propana lebih besar dari titik didih 2-metil- butana = Tepat/Tidak Tepat
- Titik didih n-heksana lebih besar dari titik didih 3-metil-pentana = Tepat/Tidak Tepat
5. Siswa melakukan percobaan reaksi antara 24 gram logam magnesium (Mg, Ar = 24 g/mol) dengan lautan asam klorida (HCI) 3 M sebanyak 1 Liter, pada kondisi STP (Standard Temperature and Pressure). Reaksi yang terjadi sebagai berikut:
Mg(s) + 2HCl(aq) → MgC|(aq) + H2(g)
Berdasarkan reaksi tersebut, pilihlah pernyataan yang benar berkaitan dengan zat reaktan dan produk! Jawaban benar lebih dari satu.
A. Mol Mg yang bereaksi adalah 1 mol
B. Volume H2 yang dihasilkan adalah 22,4 L.
C. HCI adalah reagen pembatas.
D. HCl yang bereaksi adalah 3 mol
E. MgCl yang dihasilkan adalah 2 mol
Jawaban: A, B
6. Asam cuka (СН3COOH) yang juga dikenal sebagai asam asetat atau asam etanoat adalah senyawa kimia asam organik yang memberikan rasa asam dan aroma khas pada makanan. Selain itu, asam asetat digunakan dalam produksi bahan kimia, seperti anhidrida asetat, aspirin, dan ester. Asam cuka dihasilkan dari fermentasi etanol oleh bakteri asam asetat. Seorang murid melarutkan 0,6 gram asam asetat dalam air sampai volume 1 liter (Ar C = 12; H = 1; 0 = 16; Ka =1 10-6).
Berdasarkan data dan informasi dalam soal, tentukan Benar atau Salah pada setiap pernyataan berikut terkait pelarutan asam asetat dalam air!
- Nilai pH larutan asam cuka tersebut adalah 4 = Benar/Salah
- Konsentrasi ion H+ dalam larutan adalah 110-6M = Benar/Salah
- Asam asetat terionisasi dalam air sebanyak 1% = Benar/Salah
7. Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH dengan penambahan sedikit asam atau basa. Dalam kehidupan sehari-hari, larutan penyangga berguna untuk menjaga pH darah, menjaga pH cairan intra sel, menjaga pH makanan olahan dalam kaleng, dan menjaga pH obat-obatan. Sebanyak 100 mL CH3COOH 0,1 M ditambahkan 100 mL NaOH 0,05 M. Nilai tetapan ionisasi asam asetat adalah 110-5. Berdasarkan data dan informasi tersebut, manakah di antara pernyataan berikut yang benar terkait dengan reaksi asam basa? Jawaban benar lebih dari satu.
A. Nilai pH larutan penyangga tersebut adalah 5.
B. Asam asetat yang bereaksi adalah 10 mmol.
C. Natrium hidroksida yang bereaksi adalah 5 mmol.
D. Asam asetat dan natrium hidroksida habis bereaksi.
E. Garam CH3COONa yang terbentuk adalah 5 mmol
Jawaban: A, C, E
8. Pak Dedi adalah seorang teknisi proses yang bekerja di sebuah industri kimia yang memproduksi gas fluorokarbon, bahan baku penting untuk industri pendingin dan semikonduktor. Salah satu tahap yang dia awasi adalah dekomposisi karbonil fluorida (COFz) dalam reaktor tertutup. Reaksi yang terjadi dalam salah satu reaktor adalah: 2COF2(g) = CO2(g) + CF4(g)
Dalam suatu pengujian, di dalam wadah 5 liter terdapat 1 mol COF yang terurai. Setelah beberapa waktu, reaksi mencapai kesetimbangan dengan nilai tetapan kesetimbangan (Kc) pada suhu tersebut adalah 4.
Banyaknya COF yang terdapat dalam wadah setelah reaksi mencapai kesetimbangan adalah....
A. 1 /3mol
B. 2/3 mol
C. 1/5 mol
D. 1/15 mol
E. 2/15 mol
Jawaban: C
9. Seorang siswa melakukan eksperimen untuk menghasilkan 1,435 gram AgCl dari larutan AgNO3 dan NaCl melalui reaksi kimia berikut: AgNO3(aq) + NaCl (aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq) Terdapat empat botol zat yang berisi dua jenis reaktan dengan dua variasi konsentrasi berbeda untuk masing-masing reaktan.
- Botol A = AgNO3 1M
- Botol B = AgNO3 2M
- Botol C = NaCl 1M
- Botol D = NaCl 2M
- 5 mL larutan dari Botol A + 5 mL larutan dari Botol C = Tepat/Tidak Tepat
- 10 mL larutan dari Botol A + 5 mL larutan dari Botol D = Tepat/Tidak Tepat
- 10 mL larutan dari Botol B + 10 mL larutan dari Botol D = Tepat/Tidak Tepat
10. Berikut adalah set percobaan yang dilakukan untuk menentukan laju suatu reaksi A(aq) + B(s) → Produk:
Percobaan 1 =
[A] (mol/L) : 0,1
B (gram) : 1 (granul)
T (oC) : 30
Katalis (%) : 1
Percobaan 2 =
[A] (mol/L) : 0,5
B (gram) : 1 (serbuk)
T (oC) : 30
Katalis (%) : 1
Percobaan 3 =
[A] (mol/L) : 0,1
B (gram) : 1 (granul)
T (oC) : 60
Katalis (%) : 1
Percobaan 4 =
[A] (mol/L) : 0,5
B (gram) : 2 (granul)
T (oC) : 60
Katalis (%) : 5
Percobaan 5 =
[A] (mol/L) : 0,1
B (gram) : 2 (serbuk)
T (oC): 60
Katalis (%): 5
Percobaan 6 =
[A] (mol/L) : 0,1
B (gram) : 2 (serbuk)
T (oC) : 30
Katalis (%) : 5
Pasangan set percobaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap laju reaksi adalah….
A. 1 dan 3
B. 2 dan 5
C. 3 dan 4
D. 2 dan 6
E. 4 dan 6
Jawaban: A
Link Akses Kumpulan Contoh Soal TKA 2025
Selain bisa mengerjakan kumpulan contoh soal Kimia di atas, peserta juga dapat mengetahui dan mengakses kumpulan contoh soal TKA 2025 lainnya. Kumpulan soal di bawah ini dihadirkan untuk semua jenjang mulai SD, SMP, SMA, dan SMK.
Berikut link kumpulan contoh soal TKA 2025 yang dapat digunakan sebagai referensi pelajar atau guru pengampu:
Link Akses Kumpulan Soal TKA 2025
Apabila ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang TKA, pembaca dapat mengakses langsung link di bawah ini:
Penulis: Lita Candra
Editor: Sarah Rahma Agustin & Beni Jo
Masuk tirto.id




































