Menuju konten utama

Kronologi Tewasnya 7 Pendaki saat Longsor Salju di Nepal

Longsor salju di kamp utama pendakian Yalung Ri, Nepal, menyebabkan tujuh pendaki tewas dan empat lainnya hilang. Simak kronologi kejadiannya berikut ini.

Kronologi Tewasnya 7 Pendaki saat Longsor Salju di Nepal
Porter pegunungan Himalaya atau lebih dikenal dengan Sherpa dalam sebuah pendakian di Everest (20/5/16). REUTERS/Phurba Tenjing Sherpa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tujuh pendaki tewas dan empat lainnya hilang setelah longsor menghantam kamp utama Yalung Ri di Pegunungan Rolwaling, Distrik Dolakha, Nepal, seperti diwartakan Kathmandu Post, Senin (3/11/2025).

Korban tewas terdiri dari lima warga negara asing dan dua warga Nepal. Adapun korban hilang merupakan warga Nepal yang bekerja di dataran tinggi.

Warga asing yang tewas meliputi tiga pendaki Prancis, satu pendaki Kanada, dan satu pendaki Italia. Mereka berangkat menuju kamp utama di jalur Puncak Yalung Ri dalam sebuah rombongan ekspedisi.

Kantor Polisi Distrik Dolakha menyatakan, longsor salju menghantam rombongan ekspedisi beranggotakan 15 orang pendaki. Lima pendaki asing dan 10 pekerja lokal dataran tinggi asal Nepal tersapu material longsor.

Empat orang Nepal diketahui masih hidup dan terluka saat itu. Salah satu dari mereka segera meminta bantuan ke tim di desa yang sebelumnya disinggahi.

Sayangnya pertolongan dari otoritas setempat terlambat. Faktor keterlambatan informasi dan cuaca buruk diklaim menjadi kendala untuk melakukan operasi penyelamatan.

Kronologi Tewasnya Pendaki di Nepal karena Longsor Salju

Para pendaki yang tewas di kamp utama Yalung Ri awalnya pergi bersama-sama dalam sebuah rombongan ekspedisi. Mereka memiliki niatan awal menuju Puncak Dolma Kang (6.334 mdpl).

Kendati demikian, rombongan lantas mendaki kamp Yalung Ri sebelum ke tujuan akhir. Perjalanan ini juga sebagai bagian dari agenda aklimatisasi.

Aklimatisasi adalah upaya menyesuaikan fisiologis atau beradaptasi dengan lingkungan baru yang akan dimasuki. Kaitannya dengan pendakian gunung, aklimatisasi menyesuaikan tubuh terhadap ketinggian tertentu.

Salah satu cara aklimatisasi yakni dengan mendaki ke tempat lebih tinggi lalu bermalam di tempat lebih rendah. Inilah yang dilakukan rombongan pendaki di Nepal yang akhirnya memutuskan bermalam di Desa Na Gaon sebelum menuju kamp utama Yalung Ri.

Semua pendaki lantas melakukan perjalanan menuju kamp utama Yalung Ri pada Minggu (2/11/2025) dengan cuaca cukup baik. Saat berada di tengah perjalanan, mendadak terjadi longsor sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

Ketika itu ada empat pendaki warga Nepal yang terluka. Salah satu pendaki lantas meminta bantuan tim yang berada di Desa Na Gaon.

Penyelamatan tidak dapat dilakukan tepat waktu. Hal ini memicu banyak korban jiwa.

"Kami diberitahu bahwa helikopter akan datang setelah empat jam, tetapi saat itu beberapa teman kami sudah pergi (meninggal)," kata korban tersebut.

"Seandainya tim penyelamat tiba tepat waktu, lebih banyak nyawa bisa diselamatkan. Empat teman kami tidak dapat dihubungi," keluhnya.

Wakil Kepala Kepolisian Distrik Dolakha, Gyan Kumar Mahato, mengatakan pihaknya terlambat menerima informasi dan cuaca saat itu sangat buruk. Imbasnya terjadi penundaan untuk merespons tindakan penyelamatan, termasuk penerbangan helikopter.

“Karena hujan salju lebat dan awan tebal, helikopter tidak dapat diterbangkan, dan mencapai lokasi dengan berjalan kaki sangatlah sulit,” imbuhnya.

Sebuah helikopter akhirnya bisa mencapai Desa Na pada Senin malam. Operasi penyelamatan juga dilakukan dengan mengerahkan tim dengan berjalan kaki. Upaya penyelamatan masih berlanjut hingga Selasa (4/11/2025) pagi.

Lembah Rolwaling dilanda salju terus-menerus dan cuaca buruk selama beberapa hari sebelum tragedi longsor salju terjadi. Cuaca pada saat tim pendaki berangkat cukup cerah di hari Minggu tetapi lapisan salju tetap tidak stabil.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Iswara N Raditya