tirto.id - Sebuah tragedi penusukan massal terjadi di salah satu kereta di Inggris pada Sabtu, 1 November 2025 malam. Sebanyak 11 orang harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tusukan.
Polisi awalnya menangkap dua orang yang dicurigai sebagai pelaku dalam insiden tragis tersebut. Namun, setelah dilakukan penyelidikan awal, akhirnya salah seorang dari mereka dibebaskan.
Saat ini satu-satunya orang yang diduga sebagai pelaku sedang ditanyai oleh aparat untuk mengungkap motifnya jika memang ia adalah orang yang melakukannya.
"Kami sedang melakukan penyelidikan mendesak untuk memastikan apa yang telah terjadi, dan mungkin perlu waktu sebelum kami dapat mengonfirmasi lebih lanjut," kata Kepala Kepolisian Transportasi Inggris, Chris Casey.
Kronologi Lengkap Penusukan Massal di Kereta Inggris
Seperti diberitakan Reuters, pada Sabtu (1/11/2025) malam, sebuah insiden penikaman massal terjadi di kereta layanan 1825 dari Doncaster menuju London King's Cross di timur Inggris.
Polisi menangkap dua pria di lokasi, namun hanya satu yang kini dijadikan tersangka utama, seorang pria berusia 32 tahun dari Peterborough, sedangkan yang satunya dibebaskan tanpa dakwaan.
British Transport Police bekerja sama dengan unit kontra-terorisme dalam penyelidikan awal, meski polisi kemudian menegaskan bahwa insiden ini bukanlah serangan teror. Polisi masih menyelidiki motivasi di balik serangan dan kronologi sebelum insiden terjadi. Sebuah pisau juga telah ditemukan di lokasi kejadian.
Kepolisian Cambridgeshire mengatakan, sekitar pukul 19.39 waktu setempat telah diminta untuk menuju Huntington setelah adanya laporan tentang insiden tersebut pada pukul 18.25.
Kereta diberhentikan darurat di Huntingdon, dengan polisi bersenjata telah berada di lokasi untuk menangkap tersangka.
Saksi mata menggambarkan suasana di kereta penuh kekacauan dan darah, dengan kursi dan lantai berlumuran darah akibat serangan pelaku.
Tak hanya polisi yang didatangkan ke Huntington, layanan ambulans darurat, termasuk tiga helikopter, dikerahkan untuk menangani korban.
Dari sebelas korban yang dilarikan ke rumah sakit, ada seorang anggota kru kereta yang berusaha menghentikan pelaku mengalami luka kritis.
Hingga Minggu (2/11/2025), lima korban telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sedangkan sisanya masih dalam perawatan medis.
Satu-satunya tersangka yang saat ini sedang diinterogasi Polisi merupakan warga negara Inggris berkulit hitam dari Peterborough, 160 km di utara London. Ia diketahui naik kereta tersebut dari Peterborough juga.
Respons Pemerintah Inggris terhadap Insiden Penusukan Massal di Kereta
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer di akun X miliknya @Keir_Starmer menyebut kejadian ini adalah insiden mengerikan.
“Insiden mengerikan di sebuah kereta dekat Huntingdon sangat memprihatinkan. Saya menyampaikan doa dan perhatian kepada semua yang terdampak, serta mengucapkan terima kasih kepada layanan darurat atas tanggapan mereka. Siapa pun yang berada di sekitar lokasi sebaiknya mengikuti arahan dari pihak kepolisian,” tulisnya.
Raja Charles III juga turut menyampaikan dukanya atas kejadian tersebut.
“Istri saya dan saya merasa sangat tercengang dan terguncang mendengar kabar tentang serangan pisau yang mengerikan yang terjadi di atas kereta di Cambridgeshire pada malam tadi,” ujar King Charles III di akun IG @theroyalfamily.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































