Menuju konten utama
Persib Bandung

Persib Terbebas dari FIFA Registration Ban, Simak Kronologinya

Persib resmi bebas dari FIFA Registration Ban terkait masalah dengan Robert Rene Alberts. Simak kronologinya di sini.

Persib Terbebas dari FIFA Registration Ban, Simak Kronologinya
Pelatih dan Pemain Persib, Robert Alberts dan Supardi Nasir (tengah dan kanan) pada konferensi pers jelang Persija vs Persib di ruang konferensi pers Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (9/7/2019). tirto.id/Herdanang ahmad fauzan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Persib secara resmi telah terbebas dari sanksi FIFA Registration Ban terkait masalah pembayaran gaji mantan pelatih mereka, Robert Rene Alberts. Bagaimana kronologi hingga sanksi itu dicabut?

Persib Bandung, sang juara Super League dalam tiga musim terakhir, sempat mendapatkan sanksi dari FIFA. Sebabnya adalah ada kewajiban yang lalai mereka tunaikan sejak tahun 2022 lalu berkaitan dengan mantan pelatih Robert Rene Alberts.

FIFA Registration Ban adalah sebuah sanksi dari FIFA bagi klub berupa larangan mendaftarkan pemain baru, baik di level nasional maupun internasional. Singkatnya, hukuman tersebut memaksa sebuah klub tidak bisa beraktivitas di bursa transfer.

Dalam kasus Persib, ada kewajiban lama mereka terhadap Alberts yang sebelumnya tidak mereka jalankan. Hal itu berkaitan dengan pembayaran gaji atau pesangon yang sudah menjadi kesepakatan saat Persib dan Alberts memutuskan berpisah pada tahun 2022.

Cerita dimulai pada 10 Agustus 2022 saat Alberts, pelatih asal Belanda yang membawa Persib menjadi runner-up Liga 1 2021-22, sepakat lengser dari jabatan pelatih. Pihak klub lantas menunjuk Luis Milla sebagai pelatih kepala Maung Bandung.

Tentunya dalam kesepakatan mengakhiri kerja sama itu ada poin-poin yang menjadi dasar bagi kedua pihak. Dalam hal ini, tampaknya Persib harus memberikan sejumlah uang kepada Alberts yang setelahnya tidak melatih lagi.

Dalam penuturannya di akun Instagram @robertrenealberts, pelatih kelahiran tahun 1954 itu mencoba bersabar ketika Persib belum juga membayar haknya. Alberts yang mulai melatih Persib tahun 2019 juga coba memahami situasi yang dialami klub, walau tidak dijelaskan situasi seperti apa yang saat itu menerpa Persib.

Pelatih yang mengantar Arema menjadi juara Liga Super Indonesia 2009-10 itu pada awalnya juga mencoba tidak membawa masalah tersebut ke FIFA. Juga, tidak ada upaya dari Alberts untuk mengangkat kasus ini ke media. Alberts berharap, semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Pergantian manajemen di tubuh Persib juga tidak membuat Alberts gusar. Ia mengaku sudah menghubungi jajaran manajemen baru Persib terkait masalah dengan manajemen lama yang belum terselesaikan.

Negosiasi sempat terjadi antara Alberts dengan Adhitia Putra Herawan selaku CEO Persib pada Januari 2025. Tercipta kesepakatan bahwa pembayaran akan dicicil mulai Maret hingga Desember 2025. Dalam penuturannya, Alberts juga bersedia hak yang seharusnya ia terima dikurangi dengan alasan ia ingin membantu klub dan paham kondisi klub saat itu.

Di sisi lain, Alberts menyayangkan pernyataan dari pihak-pihak yang tidak memahami akar dan alur masalah tersebut. Menurutnya, ada pihak yang menyudutkan ia dan keluarganya dengan mencoba memanfaatkan situasi klub yang memang sedang sukses saat ini.

"Jadi ini bukan situasi di mana saya tiba-tiba menuntut sesuatu yang tidak masuk akal dari klub. Saya sudah berkompromi, saya sudah mengurangi jumlah yang seharusnya saya dapatkan dan saya setuju dengan cara pembayarannya," kata Alberts di akun Instagram @robertrenealberts, Rabu 12 Agustus 2026.

Alberts sendiri pada akhirnya mendatangi FIFA terkait masalahnya itu. Usahanya berhasil karena Persib mulai membayar hak yang seharusnya menjadi milik mantan pelatih PSM Makassar itu.

Sayangnya, ternyata pihak manajemen Persib tidak sepenuhnya menghormati perjanjian dengan Alberts yang dijalin pada Januari 2025 lalu. Memang sudah ada pembayaran, namun dalam penuturan Alberts, belum semuanya dibayar.

Kabar bagusnya adalah saat ini Persib telah menunaikan semua kewajiban mereka terhadap Alberts. Hal itu juga sudah dipastikan oleh Alberts dan ia juga telah meminta FIFA mencabut sanksi kepada Persib.

"Untuk informasi, kemarin Persib telah membayar saya sesuai seluruh jumlah yang belum dibayarkan. Kemarin saya juga telah memberitahu FIFA untuk mencabut sanksi tersebut," tambah Alberts.

Pihak Persib sendiri juga telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah ini. Senada dengan ucapan Alberts, semua hak sang mantan pelatih telah diberikan dan Persib kini sudah terlepas dari sanksi.

"Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah diselesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA soal masalah lama periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku. FIFA kemudian secara resmi menyatakan masalah ini telah ditutup dan FIFA Registration Ban terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen," demikian pernyataan manajemen Persib di laman resmi klub.

Kasus seperti ini bukan yang pertama bagi Persib. Pada sekitar Mei 2026 lalu Persib juga terkena FIFA Registration Ban terkait masalah pemutusan kontrak bek asal Filipina, Daisuke Sato. Namun, Persib dan Sato telah menuntaskan persoalan tersebut.

Baca juga artikel terkait SUPER LEAGUE atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama