tirto.id - Arsenal sukses meraih gelar juara Liga Inggris 2025/2026 setelah menunggu lebih 2 dekade. Mikel Arteta yang menakhodai The Gunners mennjadi sosok penting dalam keberhasilan tim asal London Utara memenangi Premier League.
Walau sukses mengakhiri penantian gelar juara liga, ada misi lain yang tidak kalah menantang Arteta, yakni mempertahankannya. Sejak klub berdiri pada 1886, belum ada pelatih Arsenal yang berhasil memenangi gelar liga secara beruntun alias back to back. Bahkan, sang profesor Arsene Wenger tidak mampu melakukannya selama 22 tahun melatih The Gunners.
Arsenal memang pernah meraih gelar juara 3 musim berturut-turut pada musim 1932/33, 1933/34 dan 1934/35 saat kompetisi teratas Inggri masih bernama First Division. Namun, 3 piala itu diraih dengan pelatih berbeda yakni Herbert Chapman, Joe Saw, dan George Allison.
Threepeat Liga Inggris 1932-1935 menjadi satu-satunya momen Arsenal mampu mempertahankan gelar liga. Selebihnya, Arsenal selalu gagal menjadi juara secara beruntun. Padahal, mereka merupakan tim dengan koleksi gelar Liga Inggris terbanyak dengan 14 trofi.
Jejak Manis Arsenal di Bawah Chapman-Shaw-Allisson
Tahun 1932-1935 tidak dipungkiri menjadi periode terbaik Arsenal di kompetisi Liga Inggris. Mereka mampu mendominasi liga selama 3 musim dengan pondasi tim yang dibangun pelatih legendaris Hebert Chapman.
Segalanya bermula pada tahun 1925, ketika Chapman setuju meninggalkan Huddersfield Town untuk menukangi Arsenal. Reputasinya kala itu sudah mentereng. Bersama Huddersfield Town, Chapman meraih 2 gelar liga dan Piala FA selama 4 musim.
Keputusan Herbert Chapman pindah dari Huddersfield Town ke Arsenal merupakan perjudian besar. Berbeda dengan saat ini, Arsenal di era itu merupakan klub semenjana yang belum pernah memenangi liga.
Butuh waktu setidaknya 5 tahun untuk Hebert Chapman membangun tim sebelum juara Liga Inggris pada musim 1930-31. The Gunners bahkan nyaris melakukan back to back juara di musim 1931-32, tetapi harus puas menjadi runner-up karena kalah dari Everton.

Arsenal akhirnya kembali memenangi Liga Inggris 1932-33 bersama Hebert Chapman, dan terus memimpin kejuaraan di musim 1933-1934. Namun, sebelum gelar berhasil mereka amankan, Hebert Chapman lebih dulu berpulang karena pneumonia ketika musim masih berjalan.
Untuk menyelesaikan kompetisi, manajemen Arsenal menunjuk Joe Shaw, sebagai caretaker. Performa Arsenal langsung jeblok sepeninggal Chapman. Mereka menderita kekalahan beruntun dari Manchester City 1-2, Tottenham Hotspur 1-3, dan Everton 1-2.
Namun, Arsenal akhirnya bangkit untuk kembali ke jalur juara. The Gunners akhirnya sukses mempertahankan gelar Liga Inggris di akhir musim 1933-34, sekaligus back to back champion pertama kalinya.
Cliff Bastin menjadi pemain penting Arsenal dalam meraih gelar Liga Inggris 1933-34. Sepanjang musim, dia mencetak 33 gol untuk The Gunners. Sayangnya, dia gagal menjadi top skor liga karena kalah produktif dari pemain Derby County, Jack Bower.
Sukses Arsenal memenangi gelar liga tidak membuat posisi Joe Shaw aman. Alih-alih mempertahankannya, manajemen Arsenal lebih memilih George Allison, seorang jurnalis olahraga dari BBC sebagai suksesor Herbert Chapman.
Di bawah kendali George Allison, Arsenal mampu tampil dominan dan menjuarai Liga Inggris 1934-35. Di musim tersebut, The Gunners sempat mencatat 13 laga tanpa kekalahan yang menjadi kunci Arsenal finis 4 poin di atas Sunderland pada akhir musim.
Allison lantas dipercaya melatih Arsenal hingga 1947. Selain gelar liga di musim pertamanya, selama periode kepelatihan Allison, Arsenal meraih gelar juara Liga Inggris 1937-38, FA Cup 1935-36, dan FA Community Shield 1938.
Tebalnya Tembok Back to Back Juara Bagi Arsenal
Chapman, Shaw, dan Allison berhasil membuat Arsenal membuat Arsenal back to back juara pada 1932-1935. Itu merupakan pertama kali The Gunners mampu meraih gelar Liga Inggris dengan status juara bertahan, dan sampai saat ini masih menjadi yang terakhir.
Sejak torehan 3 gelar juara beruntun yang diraih Hebert Chapman, Joe Shaw dan George Allison, Arsenal belum pernah lagi merasakan back to back juara. Padahal, Arsenal sudah menambah 10 gelar liga mereka sejak saat itu, termasuk gelar Premier League 2025/2026.
Musim 2026/2027 pun menjadi tantangan berikutnya Mikel Arteta untuk mencatat sejarah sebagai pelatih Arsenal yang mempersembahkan gelar beruntun. Itu tidak berhasil dilakukan Hebert Chapman, Joe Shaw, George Allison, bahkan Arsene Wenger.
Wenger menjadi pelatih yang paling mendekati gelar back to back liga, tetapi selalu gagal. Pertama pada musim 1998-99, Arsenal yang berstatus juara bertahan harus merelakan gelar liga diraih Manchester United dengan cara yang menyakitkan.
Arsenal menjadi juara Liga Inggris 1997-98 dengan meraih 79 poin, unggul 1 poin saja dari Manchester United asuhan Alex Ferguson. Dalam upaya mempertahankan gelar juara liga 1998-99, Arsenal digagalkan dengan cara yang sama oleh Manchester United. Di momen ini, The Gunners yang harus finis di posisi 2 dengan 78 poin, kalah 1 poin dari The Red Devils yang mengumpulkan 79 poin.
Arsenal sebetulnya sudah melakukan segalanya agar bisa mempertahankan gelar. Mereka sempat mencatat 18 laga tanpa kekalahan. Arsenal dan Manchester United bahkan memiliki poin sama selama beberapa pekan.
Namun, kekalahan dari Leeds United di pekan ke-37 mengubah segalanya. Padahal, di pekan yang sama Manchester United ditahan imbang Blackburn Rovers 0-0. The Red Devils akhirnya menjadi juara dengan koleksi 79 poin, unggul 1 poin dari Arsenal.

Peluang Arsenal untuk menerobos tembok tebal back to back juara kembali hadir pada musim 2002-03. Arsenal yang sukses menjadi juara Liga Inggris 2001-02, memiliki generasi emas yang dibangun Arsene Wenger.
Musim 2001-02, Arsenal sukses meraih gelar setelah memenangi persaingan dengan Liverpool. The Gunners pun jadi kandidat kuat memenangi Premier League 2002-03. Namun, Manchester United yang finis di peringkat 3 saat Arsenal juara, kembali jadi sandungan.
Arsenal lantas juara lagi semusim berikutnya alias Liga Inggris 2003-04. Bukan hanya juara, The Gunners melakukannya dengan cara yang tidak biasa, yakni tidak pernah kalah semusim penuh alias invincible. Tak ayal, tim yang saat itu dilatih Arsene Wenger menjadi favorit kuat juara Liga Inggris di musim 2004-05.
Namun, kedatangan Jose Mourinho sebagai pelatih Chelsea ditopang dana besar dari Roman Abramovich mengubah peta persaingan Liga Inggris. The Blues yang sebelumnya tidak diperhitungkan dalam perburuan gelar, menjelma klub bertabur bintang.
Chelsea akhirnya menjadi juara Liga Inggris 2004-05 yang merupakan gelar pertama mereka dalam sejarah. Sementara itu, Arsenal kembali gagal mempertahankan gelar, bahkan harus menunggu 22 tahun untuk kembali mengangkat trofi Liga Inggris di musim 2025/2026.

Musim Ini Peluang Terbaik Arsenal Back to Back Juara Liga Inggris?
Hampir 1 abad sejak Arsenal memenangi Liga Inggris secara beruntun, peluang mempertahankan gelar kini terbuka. Memasuki Premier League 2026/2027, Arsenal yang berstatus juara bertahan masih dilatih Mikel Arteta dengan komposisi skuad yang relatif sama.
Arsenal mendatangkan Bruno Guimaraes untuk menambah kedalaman skuad. Dengan bursa transfer yang masih dibuka hingga 4 September 2026, The Gunners masih berpotensi mendatangkan pemain anyar. Terlebih, Mikel Arteta sudah menegaskan aktivitas transfer timnya belum berakhir setelah gagal mendatangkan Vinicius Junior.
Di saat bersamaan, rival-rival Arsenal sedang membangun ulang tim. Chelsea masih menyesuaikan skuad agar bisa bermain sesuai keinginan Xabi Alonso. Begitu pula Liverpool yang masih membangun tim bersama pelatih baru Andoni Iraola, dan Tottenham Hotspur yang dilatih Roberto De Zerbi.
Sementara itu, Manchester City bakal memulai era baru bersama Enzo Maresca, sepeninggal Pep Guardiola. Mereka pun bakal menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan dominasi yang diwariskan Pep selama di Inggris.
Manchester City dengan Pep Guardiola merupakan tembok terbesar Arsenal di bawah Mikel Arteta untuk meraih gelar Liga Inggris lebih cepat. The Gunners yang tampil bagus sejak musim 2022/2023 hingga 2024/2025 selalu gagal menjadi juara, karena The Citizens dan juga Liverpool meraih hasil yang lebih baik.
Kepergian Pep Guardiola dari Manchester City pun menjadi momentum Arsenal dan Mikel Arteta untuk mendominasi liga. The Gunners memiliki semua modal yang dibutuhkan untuk mempertahankan gelar, tim yang sudah solid dan kepercayaan diri setelah juara Liga Inggris 2025/2026.
Namun, meraih gelar Liga Inggris 2026/2027 diperkirakan tetap tidak mudah bagi Arsenal. Kedatangan Xabi Alonso di Chelsea, Andoni Iraola di Liverpool, hingga Enzo Maresca yang menggantikan Pep Guardiola bakal membuat persaingan lebih ketat.
Selain itu, masih ada Manchester United yang performanya terus membaik sejak dilatih Michael Carrick. Legenda The Red Devils berhasil membangkitkan timnya di tengah musim lalu hingga finis ke zona Liga Champion.
Manchester United di bawah Michael Carrick di Liga Inggris 2025/2026 berhasil mengumpulkan 39 poin dari 17 pertandingan. Jumlah tersebut lebih banyak dari Arsenal yang mengumpulkan 36 poin dalam periode yang sama.
Oleh sebab itu, Liga Inggris 2026/2027 bakal menjadi tantangan Arsenal asuhan Mikel Arteta untuk membuat sejarah back to back juara. Jika mampu melakukannya, Arteta bakal memecahkan 2 rekor sekaligus yakni pelatih pertama TheGunnersyang back to back juara dan mengakhiri catatan buruk selama 91 tahun.
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id































