Menuju konten utama

Komisi V Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya: 9 Orang Meninggal

Komisi V juga melaporkan bahwa 27 korban masih dinyatakan hilang dan 29 korban yang selamat sudah mendapat penanganan medis.

Komisi V Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya: 9 Orang Meninggal
Rapat Komisi V DPR RI bersama Kepala Basarnas, Mohammad Syafi’i dan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Ruang Rapat Komisi V Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/7/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan perkembangan jumlah korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) lalu.

Lasarus menyebut, 9 korban dinyatakan meninggal dari total 65 penumpang. Selain itu, 27 orang masih dinyatakan hilang.

“Sampai hari ini, saya tanya kepada Kepala Basarnas, informasi yang saya terima 9 orang terkonfirmasi meninggal, 27 orang masih dinyatakan hilang,” kata Lasarus dalam rapat bersama Kepala Basarnas, Mohammad Syafi’i, dan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Ruang Rapat Komisi V Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/7/2025).

Lasarus pun mencatat sebanyak 29 korban yang dinyatakan selamat dan tengah mendapatkan penanganan dari rumah sakit.

Kemudian, dia menuturkan masa tanggap darurat sudah selesai. Basarnas, kata Lasarus, diharuskan memperpanjang bila ingin melanjutkan proses pencarian korban yang hilang.

“Dan ini sudah lebih dari 72 jam, kalau masa darurat itu 72 jam dan ini sudah memasuki. Mari berdoa bagi yang belum ditemukan, segera ditemukan,” tuturnya.

Sebelum memulai rapat, Lasarus juga menyampaikan belasungkawa bagi para korban kecelakaan kapal tersebut. Tak lupa, dia juga mengajak para hadirin dalam ruang rapat untuk bersama-sama mengirimkan doa untuk para korban.

“Untuk korban yang dinyatakan hilang, mari kita doa sejenak. Semoga yang hilang bisa ditemukan dan yang sakit dari kejadian ini cedera ringan cedera berat bisa sembuh. Yang sudah dinyatakan meninggal dosanya semoga diampuni dan keluarga yang ditinggal diberi kekuatan,” ucapnya.

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya dengan rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, tenggelam di Selat Bali. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (2/7/2025) pukul 22.56 WIB atau sekitar 25 menit setelah lepas jangkar. Penyebab kapal tenggelam diduga karena kebocoran mesin.

KMP Tunu Pratama Jaya dengan rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tenggelam di Selat Bali pada Rabu (02/07/2025), pukul 22.56 WIB atau sekitar 25 menit setelah lepas jangkar.

Berdasarkan manifest, kapal tersebut membawa 65 penumpang yang terdiri atas 53 orang penumpang dan 12 orang kru kapal. Terdapat 22 kendaraan di dalam kapal tersebut, termasuk 14 truk tronton.

Kapal tersebut diduga tenggelam akibat mengalami kebocoran di ruang mesin pada pukul 00.16 WITA.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal oleh pihak kepolisian, petugas mendengar informasi dari kanal 17 bahwa KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dikarenakan terjadi kebocoran mesin kapal. Sekitar pukul 00.19 WITA, kapal mengalami black out (mati listrik total).

Baca juga artikel terkait KAPAL TENGGELAM atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher