Menuju konten utama

Satu Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Teridentifikasi

Sebanyak 27 korban masih dalam pencarian. Korban yang sudah ketemu 38 orang, termasuk I Kadek Oka dan 1 jenazah yang belum teridentifikasi.

Satu Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Teridentifikasi
Kepala Tim (Katim) Dokter Polisi (Dokpol) Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, AKBP Adam, memberikan siaran pers mengenai identifikasi korban KMP Tunu Pratama Jaya di Posko Ketapang, Banyuwangi, Senin (07/07/2025). FOTO/Humas SAR

tirto.id - Satu jenazah korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali berhasil teridentifikasi, Senin (07/07/2025). Jenazah tersebut teridentifikasi sebagai I Kadek Oka (51) dari Kabupaten Klungkung, Bali, yang tercatat dalam manifest penumpang sebagai sopir truk tronton.

“Dari antemortem foto, kita cocokkan, teridentifikasi. Dari antemortem itu jenis kelamin laki-laki, wajah bulat, rambut botak, berkumis dan berjenggot. Dari sekunder medis, terkonfirmasi. Ada ditemukan ciri dari kepala botak, rambut lurus, hitam berubah, daun telinga melengkung ke depan, ada jenggot kumis beruban, tidak dilakukan khitan, terkonfirmasi,” ungkap Kepala Tim (Katim) Dokter Polisi (Dokpol) Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, AKBP Adam, dalam siaran persnya di Posko Ketapang, Banyuwangi, pada Senin.

Adam mengatakan, jenazah juga terkonfirmasi dari properti yang digunakan, yakni celana pendek dengan banyak kantong dan berwarna abu-abu kehijauan. Hasil pemeriksaan yang didapatkan lantas digabungkan dengan data antemortem dari pihak keluarga, sehingga terkonfirmasi.

“Jadi bisa kita simpulkan, untuk korban yang pertama itu terkonfirmasi atas nama I Kadek Oka dari Provinsi Bali. Alamat Dusun Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali,” bebernya.

Sementara itu, terdapat satu jenazah yang belum teridentifikasi yang berada di RSUD Blambangan. Jenazah tersebut ditemukan oleh nelayan di kawasan Perairan Muncar, Banyuwangi, sekitar pukul 16.00 WIB. Evakuasi lantas dilakukan dengan menggunakan speed boat Selendang Sutro ke Pantai Muncar.

“Untuk korban kedua, kami masih akan melakukan pendalaman,” tutup Adam.

Jenazah I Kadek Oka sebelumnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di sektor 3 pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya. Jenazah ini ditemukan pada pencarian hari kelima, Minggu (06/07/2025) sekitar pukul 12.00 WIB, oleh KRI Tongkol 517 dalam kondisi terapung di perairan sekitar koordinat 08º 18,532’ S 114º 26,687’ E.

Lokasi penemuan jenazah tersebut berjarak 5,7 hingga 6 mil laut (nautical mile) dari lokasi kejadian tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Jenazah berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet KRI Tongkol 517 meskipun kondisi gelombang di lokasi penemuan jenazah cukup tinggi. Jenazah tersebut lantas dibawa melalui Dermaga Pusri menuju RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk dilakukan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

“Hasil identifikasi awal, jenazah korban yang ditemukan ini berjenis kelamin laki-laki, tinggi badan sekitar 170 sentimeter, dengan menggunakan tanda-tanda kaos oblong berwarna biru dan celana pendek berwarna cokelat,” ungkap Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno, dalam keterangannya kepada media, Minggu (06/07/2025) malam.

Eko menyebut, jenazah telah diberikan label dan dimasukkan ke dalam body pack untuk memudahkan proses ante-mortem. Kondisi jenazah mengalami pengelupasan di kulit tangan kiri dan kanan, sehingga Basarnas menutupnya dengan sarung.

“Terima kasih atas dukungan dan doanya, jenazah atau korban sudah muncul ke permukaan. Kalau hitungan saya, secara hari, memang sudah terjadi pembusukan bagi korban yang ada di dalam atau di bawah air,” terangnya.

Sementara itu, Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksamana TNI Endra Hartono, mengungkap bahwa KRI Sika dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) akan segera didatangkan untuk memastikan fix datum. Armada tersebut memiliki kemampuan survei hidro-oseanografi yang mumpuni.

Daerah pencarian di laut juga diperluas hingga 30 mil laut (nautical mile) ke arah selatan dengan lebih dari 600 personel gabungan dikerahkan. KRI Marlin dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II juga telah dinyatakan bergabung dalam operasi tersebut.

Diungkapkan pula, upaya pencarian dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak bersahabat di Selat Bali. Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kecepatan angin berkisar antara 4 hingga 20 knots, tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 2 meter, dan arus laut mengarah ke selatan dengan kecepatan 1,5 hingga 2 m/s.

“Tadi malam, mulai tengah malam sampai dini hari, sampai dengan pagi jam 8, arusnya relatif kuat. Jadi kami ke utara bisa 5 knots, ke selatannya bisa tiga kali lipat. Sehingga kami masih perlu waktu dan untuk itu, kami juga akan menambah peralatan untuk bisa lebih memastikan,” ucap Endra.

Dengan penemuan jenazah I Kadek Oka dan satu jenazah belum teridentifikasi, maka jumlah korban yang ditemukan berjumlah 38 orang. Hingga saat ini, sebanyak 27 korban masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Baca juga artikel terkait KORBAN KAPAL TENGGELAM atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah