Menuju konten utama

Klarifikasi Abdul Mu'ti soal Nilai MTK Siswa Jeblok karena Guru

Abdul Mu’ti menjelaskan semua yang disebutnya beberapa waktu lalu bersifat kemungkinan.

Klarifikasi Abdul Mu'ti soal Nilai MTK Siswa Jeblok karena Guru
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/11/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti meluruskan pernyataannya yang menyebut alasan jebloknya nilai matematika (MTK) siswa SMA karena buku yang digunakan dan cara mengajar guru yang kurang tepat.

Hal tersebut ketika Mu’ti menanggapi buruknya nilai matematika siswa SMA di Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025.

Mu’ti menjelaskan semua yang disebutnya beberapa waktu lalu bersifat kemungkinan.

“Kan, saya pakai kata-kata ‘mungkin’. Kan kata-kata ‘mungkin’. Mungkin itu bisa benar, bisa tidak. Ya mudah-mudahan saja tidak benar,” kata Mu’ti kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Mu’ti memastikan kementeriannya terus melakukan evaluasi terkait hal tersebut. “Saya bilang ‘mungkin’ karena bukunya, mungkin karena salah ajarnya, silakan. Kita semua melakukan evaluasi saja,” lanjutnya.

Sebelumnya, Mu’ti mengungkapkan nilai matematika siswa SMA sederajat dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 tergolong rendah. Menurut Mu’ti, kondisi tersebut bukan disebabkan kemampuan numerasi murid yang rendah, ada faktor pengajar dan bahan pengajaran yang kurang menarik dari permasalahan ini.

“Bukan karena muridnya goblok, bukan, tapi mungkin cara kita mengajarkannya dan bukunya tidak mendorong mereka untuk belajar matematika,” ujarnya, seperti dikutip Rabu (19/11/2025).

Mu’ti juga menyoroti rendahnya kemampuan numerasi siswa Indonesia, yang menurutnya turut dipengaruhi oleh anggapan umum bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Sebagai langkah antisipatif, pemerintah menyiapkan metode pembelajaran yang lebih menarik agar siswa lebih menyukai bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

Baca juga artikel terkait MENDIKDASMEN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama