tirto.id - Kisi-kisi OMI 2026 bidang Riset perlu diketahui siswa madrasah yang hendak ikut ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun ini. Berbeda dengan bidang Sains yang pakai seleksi berbasis tes, OMI Riset dimulai dari pengajuan dan penilaian proposal riset.
Kementerian Agama menggelar OMI Kemenag tahun ini mulai Agustus sampai November 2026. Kompetisi tersebut terdiri dari dua bidang, yaitu Sains dan Riset. Bidang Riset diperuntukkan bagi siswa MTs dan MA dengan mekanisme yang menitikberatkan pada kemampuan peserta dalam menyusun dan melaksanakan penelitian.
Merujuk Juknis OMI 2026, peserta OMI Riset bisa mengajukan penelitian dalam tiga ruang lingkup, yakni Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Adapun peserta OMI Riset bisa mengikuti kompetisi secara perorangan maupun kelompok. Untuk peserta kelompok, jumlah anggota maksimal tiga siswa.
Setiap peserta atau kelompok hanya boleh mengirim maksimal satu proposal riset dari satu ruang lingkup penelitian. Setiap madrasah juga maksimal mengirim lima proposal di setiap ruang lingkup penelitian.
Proposal harus dikirim melalui tautan resmi dari panitia sesuai tenggat. Peserta wajib melampirkan pernyataan bahwa proposal belum pernah atau tidak sedang mengikuti lomba maupun kompetisi riset lainnya. Proposal juga harus belum pernah atau tidak sedang dalam proses penerbitan.
Kisi-Kisi OMI 2026 Bidang Riset & Aspek yang Dinilai
Kisi-kisi penilaian proposal OMI Riset 2026 mencakup enam aspek. Saat menyusun proposal, peserta perlu memperhatikan semua aspek tersebut. Berikut enam aspek penilaian proposal OMI Riset 2026:
- Orisinalitas atau keaslian gagasan
- Kreativitas dan kekinian
- Relevansi teori dan kajian pustaka yang digunakan
- Metode riset
- Kebermanfaatan
- Koherensi dan teknik penulisan
1. Orisinalitas Gagasan
Aspek pertama menilai keaslian gagasan penelitian. Proposal harus karya asli siswa, tidak boleh dari karya yang pernah atau sedang dipakai di kompetisi riset lain.untuk memastikan orisinalitas proposal, panitia juga memeriksa similarity. Pemeriksaan bisa pakai aplikasi khusus seperti Turnitin dengan batas maksimal 25 persen similarity.
Jika proposal terbukti plagiat, madrasah asal peserta berisiko kena sanksi larangan mengikuti OMI Bidang Riset selama tiga tahun beruntun.
2. Kreativitas dan Kekinian
Proposal juga dinilai berdasar kreativitas dan kebaruan atau kekinian gagasan yang ditawarkan. Peserta perlu menyusun penelitian dengan gagasan yang relevan, serta menunjukkan pendekatan kreatif terhadap persoalan yang sedang diteliti.3. Relevansi Teori dan Kajian Pustaka
Peserta perlu menggunakan teori dan kajian pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Landasan tersebut jadi bagian penting untuk menunjukkan dasar ilmiah dari proposal riset.4. Metode Riset
Metode penelitian jadi salah satu komponen penilaian proposal. Peserta perlu menjelaskan metode yang dipakai. Tujuannya agar rancangan penelitian menggambarkan proses jalannya riset.5. Kebermanfaatan
Proposal juga menimbang manfaat penelitian. Karena itu, peserta perlu menunjukkan kontribusi atau kegunaan riset sesuai persoalan dan ruang lingkup penelitian yang dipilih.6. Koherensi dan Teknik Penulisan
Aspek terakhir terkait kepaduan proposal dan teknik penulisannya. Gagasan, teori, metode, serta bagian-bagian proposal perlu disusun koheren, sehingga membentuk rancangan penelitian yang jelas.Sistem Penilaian Proposal OMI Riset 2026
Sebelum proposal masuk ke tahap penilaian substansi, panitia melakukan cek administrasi. Pada tahap ini, proposal diperiksa sesuai ketentuan administratif dan teknis dalam Juknis OMI 2026. Proposal yang tidak memenuhi ketentuan bisa dinyatakan gugur. Selain administrasi, panitia juga memeriksa similarity untuk memastikan keaslian karya.
Setelah lolos tahap administasi, proposal masuk ke penilaian. Juri menggunakan enam aspek penilaian, yaitu orisinalitas gagasan, kreativitas dan kekinian, relevansi teori dan kajian pustaka, metode riset, kebermanfaatan, serta koherensi dan teknik penulisan.
Penilaian tersebut bertujuan untuk memilih 30 proposal terbaik pada setiap ruang lingkup dan jenjang pendidikan, yakni MTs dan MA, untuk menjadi semifinalis.
Juri juga bisa melakukan konfirmasi atau konfrontasi ke pihak-pihak terkait untuk memastikan keaslian karya dan keterlibatan pembimbing.
Jadwal OMI Riset 2026
OMI Riset 2026 diawali dengan sosialisasi pada 21 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta melakukan pendaftaran sekaligus mengunggah proposal pada 22 Agustus - 2 September 2026.
Berikut jadwal lengkap OMI Riset 2026:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Sosialisasi | 21 Agustus 2026 |
| Pendaftaran dan unggah proposal | 22 Agustus-2 September 2026 |
| Pengumuman penilaian proposal | 7 September 2026 |
| Presentasi proposal | 9-11 September 2026 |
| Pembimbingan dan pelaksanaan riset | 12 September-20 Oktober 2026 |
| Presentasi hasil riset | 21-23 Oktober 2026 |
| Pengumuman penilaian presentasi | 27 Oktober 2026 |
| Pengumpulan hasil riset dan draf artikel | 29-31 Oktober 2026 |
| Final dan Expo | 10-12 November 2026 |
Proposal yang lolos penilaian selanjutnya masuk ke tahap presentasi proposal. Presentasi dilakukan secara daring dengan durasi 5 menit, tidak disertai sesi tanya jawab.
Penilaian presentasi proposal mencakup kualitas materi, penataan, kerangka berpikir atau logika, serta kemampuan presentasi yang meliputi penguasaan materi, kejelasan, efektivitas, dan etika.
Setelah melewati tahap tersebut, peserta lanjut ke proses bimbingan dan pelaksanaan riset.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id






































