tirto.id - Link unduh Juknis OMI Riset 2026 menjadi informasi yang paling dicari oleh siswa seiring dimulainya gelaran kompetisi tahunan garapan Kementerian Agama. Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor B-152/-/Dt.I.I/HM.01/08/2026, ajang sains dan riset ini diselenggarakan untuk menjaring talenta muda madrasah dari tingkat dasar hingga menengah di seluruh Indonesia.
Khusus untuk bidang riset, kompetisi ini dirancang secara terpisah dan diperuntukkan bagi siswa jenjang MTs (kelas VII-VIII) serta MA (kelas X-XI). Peserta dapat berlomba secara mandiri maupun dalam kelompok kecil beranggotakan maksimal tiga orang, dengan tahapan awal berupa pendaftaran dan pengunggahan proposal penelitian yang dijadwalkan pada 22 Agustus hingga 2 September 2026.
Mengusung payung besar 'Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju', OMI Riset membagi kompetisi ke dalam tiga fokus utama. Tiga ruang lingkup tersebut meliputi Ekoteologi (Integrasi Keislaman dan Keilmuan), Sustainable Development Goals (SDGs), dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
3 Tema Besar OMI Riset 2026
Tiga tema besar OMI Riset 2026 yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menjadi pijakan utama untuk meningkatkan kualitas riset sekaligus mempersiapkan generasi muda madrasah menghadapi tantangan global di era digital. Melalui penetapan kerangka kerja ini, peserta diajak untuk melahirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Guna mengarahkan penelitian para siswa jenjang MTs dan MA, Kemenag membagi fokus kajian ke dalam ruang lingkup yang mengintegrasikan nilai keislaman, isu pembangunan berkelanjutan, serta kemajuan teknologi. Berdasarkan dokumen petunjuk teknis pelaksanaan, berikut adalah rincian tiga tema besar yang dapat dipilih oleh peserta:
1. Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan
Ruang lingkup ini berfokus pada hubungan antara keagamaan dan ilmu pengetahuan modern. Fokus riset mencakup keterkaitan lingkungan dan agama, penyusunan kurikulum cinta serta kepedulian terhadap bumi/lingkungan, isu kesehatan dan agama, hingga pengembangan inovasi sains/teknologi yang terintegrasi dengan ajaran agama.2. Sustainable Development Goals (SDGs)
Tema ini mengarahkan riset peserta pada pemecahan masalah sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Fokus risetnya meliputi bidang pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, dinamika sosial dan budaya, upaya pengentasan kemiskinan, inovasi praktik pembelajaran (deep learning), serta perhatian pada kesehatan mental dan ketahanan jiwa.3. Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional
Ruang lingkup ini menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi digital demi mendukung berbagai sektor strategis bangsa. Fokus risetnya adalah pengembangan sistem pembelajaran adaptif berbasis digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) pada bidang-bidang kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, bahasa, pertanian, kesehatan, serta etika digital.Link Unduh Juknis OMI Riset 2026
Link unduh Juknis OMI Riset 2026 dalam format PDF memuat seluruh regulasi krusial yang wajib dipahami oleh calon peserta dan pihak madrasah. Dokumen panduan resmi ini menyajikan informasi detail mulai dari mekanisme pendaftaran, persyaratan berkas administrasi, hingga format dan sistematika baku penulisan proposal penelitian.
Memiliki dokumen panduan resmi sangat penting agar persiapan madrasah dapat berjalan optimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Agama RI. Dokumen resmi Petunjuk Teknis OMI 2026 format PDF dapat langsung diakses dan diunduh melalui tautan resmi sebagai berikut:
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id




































