tirto.id - PT Bank BCA Syariah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun 2025 di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Perusahaan mengalami pertumbuhan berkelanjutan dari sisi keuangan, digitalisasi layanan, hingga implementasi prinsip keberlanjutan.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyampaikan total aset BCA Syariah per akhir 2025 mencapai Rp19,2 triliun atau tumbuh 15 persen secara tahunan. Sementara laba bersih BCA Syariah pada 2025 mencapai Rp212 miliar atau meningkat 15,4 persen (yoy), mencerminkan profitabilitas yang tetap terjaga.
“Alhamdulillah, di tengah dinamika ekonomi, kinerja BCA Syariah tetap tumbuh solid. Aset kami meningkat menjadi Rp19,2 triliun atau tumbuh 15 persen, pembiayaan mencapai Rp13,1 triliun, dan laba bersih tercatat Rp212 miliar atau naik 15 persen,“ kata Yuli dalam konferensi pers Media Update Kinerja BCA Syariah 2025 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).”
Pertumbuhan tersebut turut ditopang dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp15,4 triliun atau naik 17 persen secara tahunan. Produk giro menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan hingga 43 persen, seiring membaiknya komposisi dana murah (CASA) yang meningkat menjadi 40,6 persen pada akhir 2025.
“Kami melihat perempuan sebagai potensi besar pertumbuhan ekonomi. Hingga saat ini, program micro mentoring WEpreneur telah menjangkau lebih dari 3.000 peserta dan memasuki tahun keempat pada 2026,” tambahnya.
Dari sisi pembiayaan, menurut Direktur BCA Syariah, Pranata, penyalurannya tumbuh 23 persen menjadi Rp13,2 triliun. Segmen komersial masih mendominasi dengan porsi 76 persen dan pertumbuhan 20 persen. Adapun pembiayaan konsumer meningkat signifikan 47,1 persen, didorong lonjakan pembiayaan emas yang tumbuh hampir empat kali lipat secara tahunan.
“Sepanjang 2025, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23 persen menjadi Rp13,2 triliun, dengan kontribusi terbesar dari segmen komersial yang tumbuh 35 persen dari sisi pencairan,” ujar Pranata.
Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio NPF net di level 0,2 persen dan NPF gross sekitar 1,6 persen, atau masih di bawah ambang batas industri. Capaian ini menunjukkan penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten di tengah perlambatan pembiayaan perbankan nasional.
“Ini mencerminkan kualitas pembiayaan yang sehat dan terkelola dengan baik,” ucapnya.
Dalam aspek digitalisasi, Direktur BCA Syariah Lukman Hadiwijaya menuturkan bahwa 2025 menjadi momentum penguatan ekosistem digital melalui pengembangan aplikasi Bisha dan layanan korporasi BIQ.
Sepanjang 2025, transaksi mobile banking meningkat hampir 21 persen menjadi 17,4 juta transaksi, dengan pertumbuhan signifikan pada pembukaan rekening digital dan layanan e-channel. Saat ini, lebih dari 98 persen transaksi secara jumlah sudah dilakukan melalui e-channel.
“Kami memperkuat layanan korporasi melalui BIQ dan virtual account management, serta terus memperkaya fitur Bisha bagi nasabah ritel, mulai dari pembukaan rekening, deposito digital, hingga layanan donasi dan zakat,” jelas Lukman.
BCA Syariah pun telah resmi mengantongi izin sebagai Bank Devisa dan mulai mempilotkan produk Saku Valas untuk segmen ritel. Ke depan, layanan remitansi internasional, giro valas korporasi, serta penguatan fitur pembayaran lintas negara akan jadi fokus pengembangan pada 2026.
Selain membukukan kinerja keuangan yang positif, BCA Syariah menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan. Sepanjang 2025 lalu, pembiayaan berwawasan lingkungan (KUBL) disalurkan sebesar Rp3 triliun, sementara investasi berkelanjutan naik 102 persen menjadi Rp884 miliar. BCA Syariah juga berhasil mengklasifikasikan 100 persen portofolio pembiayaan sesuai Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.
Di bidang sosial dan pengembangan UMKM, program unggulan WEpreneur dan Leap Runner telah menginkubasi 85 UMKM perempuan sejak 2023, serta menjangkau lebih dari 3.100 peserta micro mentoring. Sepanjang 2025, BCA Syariah juga melaksanakan 137 kegiatan literasi keuangan dengan total hampir 24.700 peserta.
Pada 2026, BCA Syariah menargetkan pertumbuhan double digit untuk aset, pembiayaan, dan laba. Strategi penguatan digital, selektivitas pembiayaan, serta inovasi produk ritel dan korporasi akan dijalankan.
Dengan fondasi kinerja yang solid dan berkelanjutan, BCA Syariah optimistis mampu terus tumbuh di tengah tantangan ekonomi ke depan.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id


































