Menuju konten utama

Kim Jong Un Terpilih Kembali Jadi Presiden Korea Utara

Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Presiden Urusan Negara Korea Utara di tengah pembahasan konstitusi, arah kebijakan ekonomi serta politik negara.

Kim Jong Un Terpilih Kembali Jadi Presiden Korea Utara
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara pada konferensi Komite Militer Pusat Partai Buruh Korea dalam gambar yang dirilis Agensi Berita Sentral Korea (ABSK) pada Sabtu (23/5/2020). ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS/foc/djo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Presiden Urusan Negara, berdasarkan laporan media pemerintah KCNA pada Senin (23/2/2026).

Penetapan ini dilakukan setelah negara tersebut menggelar sidang pertama Majelis Rakyat Tertinggi sehari sebelumnya.

Mengutip Reuters, sidang yang berlangsung di Pyongyang itu juga membahas amandemen dan penambahan terhadap konstitusi sosialis, serta pemilihan ketua Komisi Urusan Negara dan jajaran kepemimpinan negara lainnya.

Majelis Rakyat Tertinggi merupakan lembaga legislatif formal Korea Utara yang berfungsi mengesahkan kebijakan negara. Sidang biasanya digelar setelah Kongres Partai Pekerja untuk mengubah keputusan partai menjadi undang-undang.

Selain agenda politik, pertemuan tersebut juga meninjau rencana ekonomi lima tahun yang sebelumnya diumumkan dalam kongres partai kesembilan pada Februari lalu.

Perhatian publik internasional turut tertuju pada kemungkinan revisi konstitusi untuk meresmikan kebijakan “dua negara bermusuhan” terhadap Korea Selatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kim telah meninggalkan agenda reunifikasi damai dan mendefinisikan Korea Selatan sebagai negara yang bermusuhan.

Di sisi lain, absennya Kim Yo Jong dari daftar anggota Komisi Urusan Negara yang dirilis KCNA menjadi sorotan. Adik perempuan Kim Jong Un itu sebelumnya tercatat sebagai anggota sejak 2021.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan tengah menelusuri alasan ketidakhadiran Kim Yo Jong. Namun, sejumlah analis menilai hal tersebut tidak menunjukkan penurunan pengaruhnya.

“Ketidakhadirannya menunjukkan bukan penurunan status, melainkan pembagian peran yang strategis,” kata Lim Eul-chul, profesor di Universitas Kyungnam.

Ia menambahkan bahwa Kim Yo Jong masih memiliki kekuasaan nyata sebagai direktur departemen di Partai Pekerja yang berkuasa, dengan kemungkinan memainkan peran tingkat tinggi yang lebih berfokus pada koordinasi kebijakan di dalam partai.

Baca juga artikel terkait KIM JONG UN atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana