Menuju konten utama

Kenapa AFC Larang Pemerintah Malaysia Campuri Konflik FAM-FIFA?

AFC memperingatkan pemerintah Malaysia agar tidak mengintervensi masalah antara FAM dan FIFA. Campur tangan pemerintah dapat berdampak serius.

Kenapa AFC Larang Pemerintah Malaysia Campuri Konflik FAM-FIFA?
Logo Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). ANTARA/Handout/am.

tirto.id - Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor John, memperingatkan pemerintah Malaysia agar tidak mengintervensi masalah antara Federasi Bola Sepak Malaysia (FAM) dan FIFA. Campur tangan pemerintah dapat berdampak serius.

Ia menjelaskan meskipun FAM tengah menghadapi krisis, pemerintah tidak bisa memerintah atau menekan pejabat FAM untuk mundur. Kepemimpinan asosiasi tersebut ditunjuk berdasarkan kesepakatan anggotanya dalam kongres bukan usulan dari pemerintah.

Dalam Pasal 13 dan Pasal 17 Peraturan FIFA dijelaskan bahwa setiap federasi sepak bola berdaulat mengelola organisasinya. Campur tangan pihak ketiga termasuk pemerintah bisa menimbulkan konsekuensi serius.

"Meskipun FAM sedang menghadapi krisis, kementerian atau menterinya tidak bisa memerintahkan pejabat FAM untuk mengundurkan diri. Mereka tidak berwenang melakukan itu karena para pejabat dipilih oleh afiliasi anggota," kata Windsor seperti dikutip dari New Straits Times, Kamis (20/11/2025).

Pemerintah memang pemangku kepentingan utama pemerintahan dalam sepak bola Malaysia. Namun, kewenangan pemerintah adalah mendukung pengembangan, bukan mengelola atau menentukan administrasi asosiasi.

Windsor juga mengingatkan bahwa semua pernyataan resmi harus disampaikan dengan hati-hati karena salah tafsir dapat dianggap sebagai bentuk intervensi.

"Ketika membuat pernyataan, Anda harus berhati-hati agar tidak melanggar independensi FAM. Mereka tidak boleh ikut campur, tidak boleh memberi instruksi apa pun, tidak boleh memengaruhi," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa integrasi asosiasi harus dihormati sesuai dengan peraturan FIFA. Campur tangan pihak ketiga bisa membuat sanksi semakin berat.

“Mereka tidak boleh campur tangan, tidak boleh memberikan instruksi, tidak boleh mempengaruhi,” imbuhnya.

Sebagai contoh, pemerintah Indonesia pernah mengintervensi urusan internal PSSI pada 2015. Akibatnya, FIFA membekukan federasi yang sebabkan Indonesia tidak dapat berkompetisi di turnamen internasional selama beberapa waktu.

Apa Sanksi FIFA kepada FAM?

Akibat pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi, FAM didenda sebesar 350.000 Franc Swiss atau setara Rp7,2 miliar.

Tak hanya FAM, masing-masing pemain terlibat juga didenda sebesar 2.000 Franc Swiss atau sekitar Rp41 juta. Selain itu, mereka dilarang untuk bermain selama 12 bulan dari semua laga sepak bola.

Sanksi ini termuat dalam surat pemberitahuan bernomor Ref. no. FDD-24394 tertanggal 6 Oktober 2025.

Dalam putusan dijelaskan bahwa FAM telah menyalahi 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.

FAM telah mengajukan banding ke FIFA untuk mendapatkan keringanan saksi tetapi usul ditolak. Mereka kemudian berencana untuk lanjutan ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS).

Berita lain seputar dunia sepak bola dalam negeri maupun internasional dapat disimak melalui tautan sebagai berikut:

KUMPULAN ARTIKEL SEPAK BOLA TERBARU

Baca juga artikel terkait TIMNAS MALAYSIA atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Olahraga
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Ibnu Azis